DONALD HAROMUNTHE

For Those Whom I Can't Talk With

Month: February 2016

PDSKJI Akhirnya Mengalah

Akhirnya pak Menkominfo berhasil mencatatkan satu portofolio baru dalam CV-nya, yakni sebagai great opinionator (penggiring opini). Betapa tidak. Berawal dari reaksi beliau terhadap stiker LINE, kini isu LGBT menjadi viral kembali. Tiba-tiba saja, bermunculan penulis dan pengamat, yang entah dari mana, tiba-tiba menemukan kepercayaan diri yang begitu besar sehingga merasa punya otoritas untuk menyatakan bahwa memilih mendukung LGBT termasuk sesat, mesti ditolak dan tidak pancasilais. Sebagian kecil memilih untuk berupaya netral, meskipun tidak ada parameter pasti untuk menyebut suatu persektif tulisan itu benar-benar netral, termasuk tulisan saya sebelumnya:-)

Beberapa hal menurut hemat saya perlu dicatat dalam diskursus yang masih terus berjalan ini.

Pertama, tidak ada sikap netral. Meskipun para moderat akan berupaya menggunakan jargon yang seolah-olah memberikan jalan tengah, tetapi pertarungan opini dan penegakan HAM para LGBT akhirnya bermuara pada bipolaritas: Menolak atau Mendukung.

Kedua, para penolak keberadaan LGBT sejatinya juga mempunyai kepentingan lain yang “menurut mereka” adalah demi membela nilai tertinggi dalam kemanusiaan, yakni meneruskan generasi. Mereka memvalidasi penolakan dengan argumen bahwa regenerasi manusia hanya bisa berlangsung secara alamiah antara pria dan wanita, kendatipun interseksi-interseksi seks dan gender pun belum final hingga saat ini. Bahasa sederhananya: Perbedaan pria dan wanita merupakan wacana dan subjek penelitian yang masih terbuka bagi banyak kemungkinan.

Ketiga, para pendukung LGBT bisa terdiri dari beberapa komposisi kepentingan. Barangkali karena mereka sendiri adalah manusia LGBT.  Ini yang paling umum menurut para penolak LGBT (sayangnya, kebanyakan dari mereka hanya berangkat dari asumsi semata). Lebih kerap adalah bahwa para pendukung LGBT (baca: yang berpandangan bahwa LGBT juga mesti diberi panggung sosial yang sama dengan kaum hetero) benar-benar tidak bisa menerima bahwa hak seseorang mesti dikekang hanya karena mereka terlahir dengan keadaan tertentu.

Keempat, penting dicatat bahwa setidaknya hingga beberapa tahun ke depan, para LGBT dan yang pro terhadap keberadaan dan hak-hak mereka untuk mengekspresikan diri secara setara dengan kaum hetero masih harus menempuh jalan panjang.

Tertanggal 19 Februari 2016, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia mengeluarkan surat yang isinya menegaskan bahwa panggung LGBT masih tidak berubah. Manusia LGBT mesti menunggu beberapa tahun atau dekade lagi sehingga mereka bisa hidup sebagai orang Indonesia secara sah, tanpa ditengarai sebagai paham yang tidak pancasilais.

Surat itu menyebutkan bahwa homoseksual dan biseksual dapat dikategorikan sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan. Sama dengan “maniak-maniak” lain, termasuk gangguan kejiwaan ekstrim seperti orang yang merasa mendapat bisikan ilahi untuk menunaikan tugas suci memusnahkan atau membunuh manusia lainnya.

Surat yang sama menyebutkan bahwa transeksualisme dapat dikategorikan sebagai Orang Dengan Gangguan Kejiwaan. Artinya, jika mau jujur, para transeksual ini mesti mendapat terapi kejiwaan. Jika berlanjut pada ranah hukum, sedikit egalisasi dari pemerintah, maka bisnis rumah sakit jiwa akan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Mengapa? Karena jika kaum transeksual ingin diakui sebagai orang tanpa gangguan kejiwaan, maka mereka mesti berbondong-bondong mencari terapi. Mungkin dengan sertifikat juga.

Pembaca bisa memaknai catatan-catatan ini secara denotatif ataupun kiasan satir, saya yakin bahwa kita akan sampai pada kesimpulan yang sama: yakni bahwa kita mesti lebih banyak menemukan pencerahan lagi.
Pencerahan tentang apa arti manusia.
Pemahaman lebih lagi tentang sumbangsih dan mudarat suatu paham atau ideologi terhadap kemanusiaan.
Pengertian yang lebih lagi (mungkin sampai pada tingkatan yang melampaui kalkulasi untung rugi atau banyak-sedikitnya anggota dari sebuah kelompok) tentang apa arti menjadi manusia hetero di tengah sesama yang bukan hanya hetero, tetapi juga LGBT (bahkan LGBTIQ).

Saya yakin bahwa pengurus pusat PDSKJI tentu sudah memikirkan pertimbangan-pertimbangan ini sebelum mengeluarkan surat pernyataan yang bagi banyak orang langsung jelas terbaca sebagai suatu langkah mundur. Mengingat bahwa beberapa tahun sebelumnya LGBT sudah dinyatakan bahwa

Penghapusan paham homoseksualitas sebagai gangguan jiwa adalah keputusan dari Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada 17 Mei 1990 dan sudah dicantumkan Depkes RI dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi II tahun 1983 (PPDGJ II) dan PPDGJ III (1993).

Para spesialis kejiwaan tentu bisa memberi argumentasi bahwa ODMK dan ODGK adalah dua hal yang sangat berbeda, masing-masing penjelasan medis mereka. Bagi publik, yang terbaca ialah:

Lihat noh. Dokter spesialis jiwa aja bilang kalo LGBT itu orang sakit jiwa. Ya pantes diterapi, disembuhkan dulu donk sebelum diterima sebagai manusia normal

Saya setuju, bahwa surat ini adalah langkah mundur.

🙁

Tetapi apakah para dokter spesialis yang terwakilkan suaranya di PP PDSKJI ini kekurangan riset?
Atau jangan-jangan mereka justru semakin piawai dengan mempelajari riset tambahan penting lainnya?

Saya cenderung memilih yang kedua.

Mengingat bahwa mayoritas warga Indonesia masih merasa bahwa LGBT adalah penyimpangan, abnormal, merupakan penyakit atau kelainan seksual, mesti disembuhkan, dan atribut serta beragam stereotipe lainnya, maka mengikuti Black Theory, mereka memilih untuk “sedikit” mengorbankan integritas dan intelektualitas mereka dengan memilih langkah mundur ini.

“Hampir semua warga Indonesia belum bisa menerima LGBT ini. Maka, supaya kita tetap populer, ada baiknya kita juga memilih langkah yang populis”, barangkali  seperti itu penggalan percakapan yang melatari lahirnya surat ini.

Saya tidak tahu persis apakah mereka punya rencana atau kebijakan lain yang akan merevisi pandangan dalam surat yang sekarang ini, tetapi bagi saya suara mereka saat ini kedengaran seperti kompromi para anggota dewan yang memilih mendukung revisi UU KPK – barangkali lebih nyaman bagi mayoritas pandangan para wakil rakyat ini, meskipun dalam hati mereka pun tidak sepenuhnya setuju dengan apa yang mereka suarakan saat itu.
(Bagian ini agak nyerempet, tapi mudah-mudahan bisa menjadi analogi yang cukup membantu).

Syukurlah, riak-riak kecil terus bermunculan sepanjang sejarah peradaban manusia. Ya. Yakni redefinisi2 struktur sosial yang kerap dianggap menentang arus hanya karena membawa definisi lain tentang apa arti menjadi manusia. Pada setiap zaman, golongan ini dan yang berada pada golongan ini kerap kurang bergema suaranya, hanya karena pada zamannya pandangan mereka dinilai tidak populis.

Sama seperti, ketika saya dan teman2 mengatakan bahwa LGBT mesti diberi panggung sosial yang setara dan sama legalnya dengan kaum hetero, saat ini pandangan semacam itu pasti tidak populis.

Menindas #LGBT dengan Dalih Tidak Normal: Bukti Lain Inferioritas Kaum Mayoritas?

Tulisan ini saya tujukan buat sesama teman yang heteroseksual,

Saya penasaran dengan diskusi terbatas antara Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dengan perwakilan stasiun televisi mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) seperti ditulis oleh Om Brill. Mungkin ada yang bisa menuliskan detail dokumentasinya. Apakah diskusi terbatas yang katanya Melarang Tayangan Yang Mengkampanyekan LGBT ini akan membuka pintu untuk melahirkan peraturan baru dengan implikasi hukum yang baru untuk memuaskan nafsu kita sebagai mayoritas heteroseksual untuk menindas saudara-saudara kita kaum LGBT?

Tetapi lebih penasaran lagi ketika seorang pengamat membuat analisis dukungan pelarangan kampanye LGBT  berangkat dari paham mayoritas yang memaksakan gagasan mereka bahwa LGBT adalah kelainan.

Tanpa tenggelam dalam diksi dan semantik, saya hanya ingin mengajak pembaca untuk melihat lagi nukilan sejarah yang sudah pernah terdokumentasikan dengan baik, tetapi lantas kita lupakan begitu saja. Mengapa dilupakan? Banyak sebabnya. Selain karena memang kita kerap lupa akan banyak hal secara tidak sengaja, lebih kerap lagi ialah kita memilih untuk tidak mengingatnya karena rentan mengusik kenyamanan kita.

Klik saja link dokumentasi Kompas.com ini. Dokumentasi tahun 2008 itu menyebut bahwa homoseksual bukan kelainan seksual.

Runut lagi ke belakang, ini sama dengan kebijakan dari The American Psychiatric Association (APA) yang mencabut homoseksualitas dari Manual Statistik dan Diagnostik Penyakit Mental Pada tahun 1973, dan dengan demikian posisi sebelumnya (tahun 1952) yang melihat homoseksualitas sebagai suatu penyakit mental klinis dihapuskan.

Langkah yang progresif ini kemudian di tahun 1975 diikuti oleh The American Psychological Association dan juga oleh The National Association of Social Workers (NASW) di Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB pada 17 Mei 1990 juga sudah mengambil posisi yang sama. Kemudian, dengan dilandasi sejumlah pertimbangan penting yang diuraikan dalam sebuah kertas kerja Komisi HAM (HRC) PBB tanggal 24 September 2014, Komisi HAM PBB ini akhirnya memutuskan (26 September 2014) untuk mendukung dan mengakui sepenuhnya HAM kaum LGBT sebagai bagian dari “HAM yang universal”.

Dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ III) edisi 1993, Departemen Kesehatan RI, homoseksualitas telah dihapus dari daftar gangguan jiwa.

Membaca ini semua, kita sepertinya kehabisan amunisi karena bahkan di Indonesia sendiri kita tidak bisa lagi menyebutnya sebagai gangguan jiwa, lalu kita yang tidak nyaman dengan kehadiran kaum LGBT ini mencoba mempertahankan kenyamanan kita dengan menyebut mereka sebagai “tidak normal”. Akan ada seribu satu argumentasi untuk membela posisi kita kaum heteroseksual sebagai mayoritas bahwa kita mengakui HAM bagi LGBT, hanya saja bagi kita itu “tidak normal”.

Jujur atau tidak jujur mengakui, yang sekarang terjadi adalah:

Kita yang mayoritas heteroseksual merasakan bahwa mereka yang LGBT boleh ada, tetapi tidak boleh menunjukkan dirinya di depan umum.

Kita yang mayoritas heteroseksual merasakan bahwa mereka yang LGBT bukan penderita gangguan jiwa, tetapi tetap saja tidak boleh mempertontonkan ekpresi jiwa mereka di depan umum.

Kita yang mayoritas heteroseksual dan mulai moderat menyebut mereka yang LGBT adalah saudara kita juga, mempunyai HAM yang sama, tetapi tetap dengan kategori TIDAK NORMAL.

Litani ini bisa kita perpanjang lagi.

Buat saya ini jelas merupakan indikasi bahwa kita sebagai mayoritas heteroseksual merasa inferior karena begitu kuatnya kita menggenggam media dan arus informasi serta tempat dan waktu di bumi ini, mereka yang LGBT kok tetap ngeyel ya? Mereka kok tetap ada ya?

Ketika Magnis Suseno menyebut bahwa orientasi seksual tidak ditentukan seseorang tapi alami, kita seperti diingatkan untuk berdamai dengan kenyataan bahwa homoseksualitas adalah variasi dari alam semesta, dengan persentasi 5-10 persen dari jumlah penduduk yang pernah ada. Tidak mudah memang berdamai untuk situasi yang berbeda dengan yang selama ini kita alami dan ketahui. Terutama kita yang mengambil posisi di 90-95 % lainnya ini.

Mungkin sampai saat ini kita juga akan mengambil posisi yang sama dengan para pengkritik Surat terbuka Reza Aslan dan Hasan Minhaj dari situs Religion Dispatches ini.

Reza Aslan, seorang ahli agama dan komedian bersama Hasan Minhaj, wartawan Daily Show (keduanya Muslim Amerika) pada 7 Juli 2015, bersama-sama menulis sebuah surat terbuka kepada sesama Muslim Amerika mengenai perkawinan sesama jenis yang baru dilegalisasi oleh MA Amerika dan berlaku di seluruh 50 negara bagian. Surat mereka cukup panjang, dimuat pada web Religion Dispatches, 7 Juli 2015.

Berikut ini bagian-bagian yang menurut saya penting diperhatikan.

“Kini perkawinan sesama jenis sudah legal di Amerika. Keadaan ini mengguncang iman kalian. Kalian jadi khawatir tentang masa depan, dan bertanya apa artinya masa depan untuk anak-anak kalian. Kalian tahu, hak-hak kaum gay makin luas diterima, tapi secara pribadi kalian sesungguhnya tidak dapat merangkul perubahan ini. Kalian dapat merasa tidak ada masalah jika berteman dengan gay atau mereka menjadi rekan-rekan sekerja kalian. Bahkan kalian dapat sepakat bahwa menjadi gay tidak membuat kalian terdiskualifikasi sebagai seorang Muslim. Tetapi secara pribadi, diam-diam kalian merasa bahwa adanya komunitas-komunitas LGBT adalah suatu kontradiksi yang real terhadap kepercayaan-kepercayaan yang telah diwariskan kepada kalian.

Sebagai Muslim, kita adalah orang yang telah termarjinalisasi dengan dalam di dalam kebudayaan arus utama Amerika. Lebih dari separuh orang Amerika memandang kita dengan negatif. Sepertiga orang Amerika (yakni, lebih dari seratus juta orang) ingin kita membawa KTP khusus sehingga mereka dengan mudah dapat mengenali kita sebagai Muslim. Kita harus tidak selamanya mempertahankan keadaan kita yang termarjinalisasi dengan memarjinalisasi orang-orang lain. Jika kalian menolak hak untuk perkawinan sesama jenis, tetapi lalu mengharapkan empati terhadap perjuangan komunitas kita, itu sama dengan kemunafikan.

Ingatlah bagaimana orang memandang saudara-saudara perempuan kalian yang memakai hijab atau saudara-saudara pria kalian yang berjenggot lebat saat mereka berjalan di dalam mall-mall. Ingat juga bagaimana di pelabuhan-pelabuhan udara orang melihat ke kalian atau mengomel kepada kalian. Ingat juga bagaimana para pemimpin politik terpilih kalian sendiri dengan tajam mengkritik kalian. Itulah juga semua yang dirasakan saudara-saudaramu, lelaki dan perempuan, dari kaum LGBT, setiap hari dalam kehidupan mereka. Apakah kalian bersikap biasa-biasa saja dengan semua itu?

Kalian boleh berpikir bahwa hak-hak LGBT adalah suatu percakapan baru, sesuatu yang baru-baru ini saja bersentuhan dengan pemikiran Islam modern. Tetapi, percayalah kepada kami, tidak demikian halnya! Menantang status quo untuk memperbaiki masyarakat adalah salah satu fondasi bangunan agama Islam sendiri.

Tapi jika hati kalian tidak bisa menerima kalangan gay pada prinsipnya, ingatlah negara yang di dalamnya kalian ingin berdiam. Bagaimana pun juga, UU yang baru saja menjamin hak-hak komunitas-komunitas LGBT adalah UU yang sama yang melindungi masjid-masjid dan sentra-sentra komunitas kita, yang membuat sekolah-sekolah Islami kita tetap buka, yang memungkinkan kita mempunyai hak-hak dan perlakuan-perlakuan istimewa saat kita semua menghadapi kebencian dan fanatisme yang membanjir dari orang-orang Amerika sesama kita. Kalian tidak dapat merayakan yang satu dengan membuang yang lain.

Karena itulah, tidak cukup jika kita cuma ‘mentolerir’ keputusan MA. Mentolerir suatu komunitas lain hanya akan menimbulkan ketakutan-ketakutan tersembunyi terhadap kelompok-kelompok yang termarjinalisasi dan apatisme terhadap proses politik. Sebagai minoritas-minoritas, kita tidak bisa hidup dengan dua emosi itu memenuhi kita. Kita harus melakukan lebih dari cuma mentolerir. Kita harus merangkulnya. Kita harus memperjuangkan hak orang-orang lain untuk menjalani kehidupan mereka dengan bebas, sama seperti kita juga ingin hidup kita bebas.

Hal terpenting yang kalian harus pikirkan sungguh-sungguh adalah ini: Belalah komunitas-komunitas yang termarjinalisasi, bahkan ketika kalian tidak sepakat dengan mereka. Ini bukan saja hal yang benar untuk kalian lakukan, tetapi ini juga adalah hal Islami yang setiap Muslim harus lakukan. Ingatlah, Allah itu sepenuhnya rahmani dan rahimi. Wujudkan ini bagi semua orang, bukan hanya bagi kalangan heteroseksual!”

Saya sependapat dengan Mas Ioanes Rahmat dalam blognya yang juga mengupas surat terbuka yang sama, bahwa terutama dengan melihat baris terakhir surat terbuka tersebut [“Rayakanlah! Jangan hanya mentolerir! Cinta sungguh-sungguh menang], seperti yang bisa diprediksi sebelumnya, akan ada banyak kaum religius (terutama yang mengatasnamakan pandangan agama muslim dan Kristen yang mayoritas di republik ini) yang akan mengecam mereka.

Sebagian besar, Anda dan saya, masuk dalam arus besar ini. Dan jika Anda tidak ingin menjadi menjadi penindas kaum LGBT atas dasar inferioritas kaum mayoritas, sebaiknya kita mulai memberi panggung yang seadil-adilnya buat mereka.

Ilustrasi

Mangadar Situmorang: Sustainable and Holistic Ecotourism Is What The Authority Should Put As The Grand Design of Lake Toba

Mangadar Situmorang

Mangadar Situmorang

News Wire

News are widespread on the plan issued by Coordinating Maritime Affairs Minister Rizal Ramli when he is cited to upbeat the management of Lake Toba by a single agency.

“By focusing on the development pattern, there are sufficient funds available to build the necessary facilities,” said Rizal Ramli after attending a limited cabinet meeting on planned development of Lake Toba tourist destination at the Presidential Office in Jakarta on Tuesday, Feb. 2.

With budget allocated set at 21 thrillion rupiahs, this will be the most heavily targeted megaproject by all stakeholders.

Urgencies

The following steps that needs to be carried out by the government is cleaning fish waste in Lake Toba. At least 246 tons of fish fodder is scattered into the lake each month, while 20 percent of it is not eaten and so pollute the lake ecosystem. This is one among other challenges that needs to be brought in order to make a stable environmental support for the big plan itself.

The government also has set up a scheme so that seven regions around Lake Toba would benefit from the positive impacts of development in the region.
Lake Toba is one of the top 10 prioritized tourist destinations, namely Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Thousand Islands, Lake Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, and Tanjung Kelayang. Directly order from the president, this agenda should not be delayed for the common good of the people (bonum commune) especially for the local people.

Sustainable and Holistic Ecotourism: An offer from the very local people.
It is interesting to notice that this design has attracted so many attentions.

Put that in bipolar perspective and you will see that views are coming from both the very local people and other stakeholders that – probably are not really understand what happens in the regions surrounding Lake Toba – but still want to contribute in that project in any kind of approach.
Put that in unpolarized perspective and you will find so many insights and criticism, both destructive and constructive ideas.

Mangadar Situmorang, a consistent environmental activist and scholar, who currently is the rector of Catholic University of Parahyangan Bandung, recently wrote some enlightening and brief notions about the issue in Kompas, the biggest newspaper in the country, dated February 10th, 2016.

You can simply have the printed version in Kompasprint.com.

As I read his brief notions, his ideas are very simple yet the most decent ones.
With social justice as the purpose of the country with 250 million people, so does the development of Lake Toba for about 600.000 people living in its surroundings.
To Mangadar, it is so clear that there are three main keys that becomes the raisons d’etre of the formation of Lake Toba Authority Board (Badan Otorita Danau Toba or simply abbreviated as BODT).

First, coordination. Through this body the whole dimension of the tourism industry can be synergized into an integrated package.

Second, acceleration. Through this body the previous and current slow and very bureaucratic work patterns is now attempted to accelerate both in coordinative and istructive method.

Third, execution. With this sole authority, compromises that have long endured and bottlenecked any good governmental decision-making, will be overcome. In short, BODT intended to immediately execute the constitutional mandate Nawacita, brand promises of presidential politics agenda that the entire people of this country has yet to look for its realizations.

21 trillion rupiahs is a big money.

And if you are reading the newspaper or simply hear the chitchats and media blow up, either you are well-minded businessmen or just an ordinary people that really takes this mega-project as a common concern, I just want to encourage you not to forget the main purpose of Lake Toba development.

Mangadar has shoot the idea so clear.

He continued by saying as follows.

It is undeniable that all those three principles would be the framework of the BODT, by which the board itself will go hands in hands with the people to create sustainable ecotourism. It means that tourism sites in ​​Lake Toba will be a destination that will last forever. This megaproject is not merely a collection of short-term projects and sectors. Procurements and construction of infrastructure, such as roads, bridges, docks, or other physical facilities and the spatial arrangement, may be done in a relatively short time (e.g. up to 10 or 15 years); but the conservation of natural and historical values ​​and cultural community must continue because the real events and the economic benefits to be gained it all starts on the conservation of nature, history, and culture of the local community.

Therefore, the government established BODT decision should be read as a double unseparatable mission: conservation and harnessing. BODT has to honor all the wealth of nature, culture, tradition, and community, and at the same time use it as a source of revenue and sustainable community development. Both missions have to be taken simultaneously, mutually. Refererring to the main purpose of any kind of development, i.e. the common good (bonum commune), this will complete the perfect package, making it a holistic and sustainable ecotourism.

It can not be another way.

As seen in Quora

Tell me: “Why don’t you worship Aah and the other thousand deities?”

Aah is the ancient Egyptian god of the moon. His names translate into the Egyptian word of the moon. Alternative spellings of his name include Iah, Aa, Ah, Aos, Yah, Aah Tehuti or Aah Te-huti that may also mean “collar”, “defender” or “to embrace”. He is associated with other lunar deities including Thoth and Khonsu who may have eclipsed his popularity. He is sometimes believed to be the adult form of the child moon god Khonsu who eventually assimilated his functions. He is also believed to be the student of the god of wisdom, Thoth who likewise absorbed some of his functions. However, despite his waning following over the course of Egyptian history, Aah remains to be a fixture in Egyptian amulets and hieroglyphs.

He is often represented as a man with a tight fitting garment wearing a crown made of a sun disk with a crescent moon on top of it. Sometimes, he is seen wearing the Atef crown topped by moon resting on a full, long, tripartite wig. He may also be seen carrying a long staff.

His existence was further proven when he was mentioned in the Book of the Dead saying, “I am the moon-god Aah, the dweller among the gods”.

Aah is credited for having created the original Egyptian calendar. The said calendar is divided into 12 months with 30 days every month. In one of the myths, Nut, the sky and Geb, the earth were siblings, who were locked in what seemed like an eternal embrace. Their almost unbreakable bond irked their father, the sun god Ra, who abhorred their incestuous relationship. He cursed them that will never bear children on any day of the year when they continued their relationship despite his disapproval. Nut and Geb sought refuge in Thoth, the god of wisdom and knowledge. Thoth devised a plan to gamble with the creator of the calendar, Aah. The wager was that Aah would give Thoth five days of his moonlight if he won. Thoth won and the five days became the extra five days of the year. Nut was able to bear children on each day because it was not covered by the curse of Ra. She gave birth to Osiris, Isis, Set, Nephthys and Horus the elder on each day. These days were believed to be inserted in the month of July making all of them July babies.

As cited from EgyptianGods.Org

Mangadar Situmorang, Ph. D: Manggombar Tao Toba Sian Parahyangan

Molo laho hita tu Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di luat Bandung laho manukkun tu akka pangisi ni sikkola i ise do ulaning amanta Mangadar Situmorang, dang pola maol dapotonta i. Boasa? Alana amanta na tubu di Samosir taon 1964 on ma nuaeng na gabe rektor disi. Lumobi muse, dung marpiga-piga taon marhinaloja amanta on mangajari akka mahasiswa ni Unpar i, nunga tong diangkat ibana gabe Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpar sian taon 2011. Godang situtu angka paniroion dohot pangajarion sian amanta na hobbi manggombar on na boi sirimang-rimangon jala sipabagas-bagason di roha nang pikkiran.

Ia mardomu tu barita na tarsar i ma taringot tu sakkap ni pamarentanta na laho padengganhon Tao Toba gabe adangan wisata na ummuli, amanta on pe tung mansai balga do panghirimonna asa boi ma nian marhitehon i gabe dumenggan luat na humaliang Tao Toba i, suang songon i ma nang pangisina. Ditingki dekan FISIP dope amanta on, ibana ma sada na tarmasuk tu Tim Penyusunan Detail Engineering Design Ekowisata Huta Ginjang Kecamatan Sianjur Mulamula, i ma na ibentuk di taon 2013. On ma sada tim na mamparsiajari angka aha ma na porlu sibahenon dohot siparrohahonon laho padengganhon huta na humaliang tao i. Sian i boi ma nasida mangalehon akka tudu tudu na denggan tu pamarenta laho mambangun tao i.

Sakkap na uli do on. Jala ikkon ma hita parsidohot dison asa unang gabe manghorhon angka na hurang denggan nian hadohoan ni ulaon on. Rupani, manat ma nian hita mandongani jala jamot manailihon lakka ni pamarentanta asa unang holan gabe adangadangan ni akka wisatawan sambing tao na uli i, alai huhut ma nian i mamboan hadengganon tu tao i sandiri suang songon i manisia na tinggal di humaliangna“, inna amanta on ma tikki manghata-hatai dohot BatakTobaNews.com.

“Ai jumolo do padengganon tao naung marsik i, tapaune akka hadirionta masyarakat na mangingani huta na humaliang, marhitehon i pe asa boi lam humajuna hita suang songon i luat i”, ninna manambai.

Ia didok amanta Mangadar on pe hatana sinangkinan, tudos do i tu hadirion na naung godang itanda masyarakat, tarlumobi ma di Unpar. Agia pe di zaman saonari lam godang rupani akka sikkola na holan patigatigahon pendidikan boha ma asa manghojot pagodang-godanghon na di ibana sambing, alai amanta Situmorang on hot do di tu ugasan na patut ulahonon ni sahalak guru. “Ai panjouon na uli do ulaon sisongon on. Boha asa lam godang parsikkola i lam malo, jala marhite hapistaran i gabe boi i dalan ni nasida mangalului ngolu na dumenggan di dirina sandiri dohot masyarakat, i do na parjolo. Jala unang ma nilupahon i,” inna amanta Mangadar songon na nienet sian Media Parahyangan.

Sian on, boi ma tabereng na domu do pandapotna taringot tu pendidikan suang songoni tu hamajuon ni Tao Toba dohot na humaliang. “Hamajuon ni jolma i dohot haulion ni luat i, apala i ma impola naso boi tadinghononta”, inna amanta Mangadar songon na manimpuli hatana.

Ia amanta Mangadar Situmorang on, ndada holan na manggombar, alai parsiajar na utusan do muse jala pangaratto na patut sitiruon do, songon na boi berengonta di riwayat-na on.

 

Goar: Bonifasius Mangadar Situmorang

Huta Hatubuan: Toba, Samosir, Sumatera Utara

Tingki partubuna: 30 September 1964

Istri : Susana Ani Berlyanti

Anak : Yashinta Anna-Maria Easteefany, Yoshua Paradigma, Gratia Maria Tama Andarani

 

Parsikkolaan:

• Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

• Curtin University of Technology Australia

• Murdoch University Australia

Parkarejoan:

• Dosen Ilmu Hubungan Internasional Unpar

• Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpar

• Rektor Unpar (sahat tu saonari).

Angka situan panjaha na manghoporluhon barita na asing na domu tu amanta on, boi ma tabereng dison.

 

  1. http://unpar.ac.id/wp-content/uploads/2015/11/Edisi-3-2014_S.pdf
  2. http://www.acuca.net/2015/12/ACUCA_3rd_QTR_2015.pdf 
  3. http://www.murdoch.edu.au/Research-capabilities/Asia-Research-Centre/_document/Annual-reports/AnnRep2010.pdf 
  4. http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=342528 
  5. Situmorang.Mangadar.1999. Organisasi Internasioal: Sebuah Imperatif Struktural. Perubahan Global dan Perkemangan Studi Hubungan Internasional. Bandung: Parahyangan Centre For International Studies (PACIS)
  6. http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=169344

Kita Masih Sangat Freudian

Saya baru saja menilik postingan di Facebook dan Twitter. Biasanya jam paling ramai untuk melihat apakah postingan kita direspon atau tidak adalah ya pada jam pulang kerja seperti ini. Kita pun rela terlambat pulang ke rumah bertemu dengan keluarga hanya untuk mengecek apakah si penulis posting membalas respon kita juga dengan pertanyaan atau malah tanda tanya dan tanda seru yang tidak tahu persis maksudnya apa. Barangkali sambil menunggu lewatnya jam macet, secara khusus bagi langganan jalur macet di kota-kota besar. (Iya. Termasuk Jakarta, tentu saja).

🙁

Dan begitulah aktivitas “berkomunikasi” di dunia maya terjadi di dunia maya saban hari. Ada sedikit gejolak rasa setiap kali muncul angka dalam lingkaran merah di notifikasi Facebook kita. Ada gelombang halus yang begitu saja mengalir setiap kali notifikasi biru muncul di akun Twitter kita. Begitu juga pada akun G+ atau ribuan sosial media lain, termasuk Kompasiana ini, yang masih mampu kita kelola dan masih didukung oleh kuatnya RAM dan spesifikasi setiap gadget yang kita gunakan.

Dan umumnya setiap komentator akan memberi kontribusinya masing-masing. Ada yang mendukung: “Mantap, gan”. Ada yang memancing respon berikutnya: “Saya awam dalam hal ini. Mungkin bawah ane bisa kasih pencerahan” Ada yang “ikut nyimak” saja. Ada yang sekedar meninggalkan jejak dengan emoticon yang hanya dia dan tuhannya yang tahu apa maksudnya. Dan hasilnya luar biasa. Kita betah berlama-lama di sana. Kita pun semakin semangat mengkonfirmasi setiap permintaan pertemanan di akun Facebook. Ada rasa riak senang kecil yang berbuih menculik perhatian kita setiap kali ada akun twitter yang mem-follow kita.

Meski seiring dengan hal itu pula ada resiko yang mengintai. Misalnya suatu kali kita membuat posting yang yang tidak berkenan di hati salah seorang dari mereka, terutama jika mereka menanggapinya dari isu SARA, meski kita tak punya tendensi ke arah itu: Mereka bisa bersekongkol di balik layar dan ramai-ramai me-rudal atau me-report akun kita. Jadilah kita harus menanggapi pemberitahuan untuk memverifikasi akun kita kembali ke otoritas yang bersangkutan.

Kerap kali suatu posting bertahan berhari-hari, baik itu di akun pribadi, di sebuah fanpage Facebook ataupun di group. Atau sebuah hashtag bisa menjadi trend di Twitter. Lepas dari fenomen “pasukan nasi bungkus” yang rela dibayar hanya untuk mem-viralkan suatu issue meski mereka bisa saja sadar bahwa sebenarnya itu bertentangan dengan akal sehat mereka, mesti diakui bahwa tema politik dan agama adalah interest tertinggi yang bisa mencetak tread yang panjangnya melebihi jalan tol Sumatera (yang kita harapkan akan terwujud secepatnya).

Kalau mau lebih ajaib lagi, buatlah postingan yang berpotensi disalahtanggapi dan dipelintir ke isu kesukuan, bisa dijamin bahwa postingan kita akan siap-siap panen komentar. Panjangnya tread bisa mengimbangi daftar kasus korupsi yang sudah dan masih belum tuntas di republik ini. (Banyak pengguna sosial media bahkan mendapatkan uang dengan cara ini).

🙂

Sengaja saya menganalogikan panjangnya tread dengan tol Sumatera dengan litani kasus korupsi. Hemat saya, yang kedua cenderung lebih panjang.

Itu yang terjadi di banyak perbincangan dunia maya sejauh saya ikuti.

Hal menarik yang bisa kita amati dari setiap perdebatan antar akun (baik akun terverifikasi maupun akun kloningan) adalah terkonfirmasinya sifat Freudian kita. Bukan pada Id-Ego-Superego yang hingga kini tak henti diperbicangkan. Tapi terutama pada pernyataan bahwa perilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari ibunya.

Semua mafhum bahwa yang dimaksud dengan seksualitas bukan sekedar kelamin, tetapi semua aspek yang membuat seorang Mars itu benar-benar laki-laki dan bahwa seorang Venus benar-benar perempuan. (Saya masih belum menemukan representasi yang tepat untuk teman-teman kita yang transgender).

Inilah kita.

Baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya: Kita sangat seksual. Pola pandang kita pun sangat seksual. Dan itu menular pada pola komentar kita, sikap kita merespon suatu issue, postingan, atau trending issue di berbagai media sosial.

Negatifkah?

Apakah itu menjadi pertanda bahwa pola pikir kita masih taraf ABG yang terkaget-kaget sekaligus mengeksplorasi seksualitas dirinya?

Apakah setiap pandangan dan tulisan kita terhadap suatu kebijakan pemerintah, misalnya, juga terpengaruh oleh sikap Freudian kita?

Benarkah bahwa keheranan kita terhadap sikap ignorance yang diperlihatkan oleh para komentator imut (untuk tidak mengatakan bebal, bodoh dan rasis) pada setiap tread mirip dengan pengalaman seorang remaja SMP ketika pertama kali menemukan bahwa ketiaknya punya rambut atau seorang remaja putri yang bingung mengapa dadanya harus lebih membusung dibanding teman sebayanya yang laki-laki?

Mungkinkah cara kita mempersepsi lahirnya perundangan baru dari dewan legislatif kita yang terhormat mengikuti pola pemahaman seksualitas kita?

Sederhananya: Iya (menurut saya).

Sebelum tulisan ini dipelintir menjadi konten yang memprovokasi ke persoalan gender dan equalitas pria-wanita-transgender, saya ingin ulangi kembali: Kita masih sangat Freudian.

Itu saja.

Wassalam.

Donald Haromunthe,
A Boy Growing To Be A Man.

Saatnya Mendefinisikan Kembali Arti “Sinamot”

Gambar ini saya unggah dari Twicsy.com. In case my dearest readers mungkin melihat ini sebagai regulasi perpajakan yang baru saja disahkan anggota DPR atau DPRD, hingga saat ini, belum ada aturan resmi seperti itu. Artinya, gambar ini adalah hasil kreatif yang mencoba mengungkapkan keprihatinan atau kepedulian akan isu sosial masyarakat tentang mahar dalam perkawinan dalam masyarakat Batak Toba.

Tanpa berasumsi lebih jauh apakah saya dan si pembuat gambar ini sama-sama mengalami ngenes-nya hidup sebagai seorang jomblo atau seorang yang mencoba mencari perhatian untuk menggugat tatanan konvensional dalam adat-istiadat terutama ritus perkawinan masyarakat Batak Toba, ada baiknya kita telusuri sedikit asal-muasal dari Sinamot ini.

Sinamot atau Tuhor ni Boru adalah mahar (belis) yang harus dibayarkan paranak (pihak mempelai lelaki) kepada parboru (pihak mempelai perempuan) jika ingin menikah.

Seorang penulis di Kompasiana, Uli Pardede, menjelaskan dengan cukup baik dan ringkas. Untuk tidak mengurangi esensi tulisannya, saya kutip saja di sini dengan perbaikan redaksional seperlunya dari saya.

***

Asal usul sinamot sebenarnya dimulai dari pekerjaan orang suku batak yang dahulu kebanyakan bertani (mangula). Sehingga pada saat wanita dan pria akan menikah, otomatis istri mengikut si suami. Sehingga keluarga si istri merasa pekerjaannya di sawah bertambah karena kurangnya pekerja (maksudnya pekerja keluarga). Disinilah si pria harus memberi ganti si wanita, entah itu wanita atau pria. (orang ganti orang).

Namun cara ini sangat tidak kena pada sasaran, sehingga diganti menjadi istilahnya Gajah Toba (horbo). Berjalannya waktu kemudian digantilah menjadi Sinamot. Sebelum sinamot berupa uang, nilainya sangat berat, yakni: berapa banyak, kerbau, lembu, uang dan emas. Sesuai keadaan si paranak, maka sinamot itu lambat laun berubah menjadi uang.

Sinamot ini pun sebenarnya sudah menjadi suatu kebanggaan bagi kedua belah pihak. Bagi parboru, jika boru-nya (anak perempuannya) dihargai dengan harga tinggi, maka berbahagialah keluarga si perempuan karena (setidaknya untuk beberapa saat lamanya), masyarakat akan tahu bahwa boru mereka dihargai tinggi. Begitu juga dari pihak paranak. Bisa memberi sinamot banyak maka rasa banggalah yang ia dapatkan. Bahkan terkadang ada pihak lelaki yang membiayai semua pengeluaran pernikahan untuk keluarga si perempuan.

Sebagian orang berpendapat bahwa tidak ada ruginya jika sinamot besar bagi pihak lelaki, toh mereka nanti akan mendapatkan tumpak (amplop berisi uang dari tamu-tamu yang datang). Jika tamu yang datang banyak, maka jumlah tumpak itu akan banyak jumlahnya. Secara kasat mata, berhasil tidaknya sebuah resepsi pernikahan dalam ritus perkawinan masyarakat Batak pada masa kini bisa dilihat dari jumlah undangan dan ucapan selamat dalam berbagai bentuk. Kerap segala macam cara dilakukan supaya hal ini terjadi, at any cost.

“Asa tarida sangap ni keluargatta” (supaya orang tahu bahwa kita keluarga terhormat), kata seorang raja parhata pada suatu ketika.

***

Tetapi lepas dari itu, seharusnya masyarakat sekarang melihat kondisi pihak lelaki dulu. Beberapa kasus menunjukkan beberapa pernikahan yang gagal karena harga sinamot yang ditawarkan pihak lelaki tidak sesuai dengan hati keluarga perempuan. Dalam hal ini, struktur sosial yang menanamkan ego kepada pihak parboru tidak sebanding dengan kemampuan dari si paranak. Romansa antara kedua manusia yang ingin memadu ikatan perkawinan itu pun bisa gagal jika para juru runding (raja parhata)  tidak berhasil menemukan titik konsolidasi yang berterima bagi semua pihak.

Beberapa figur dan teman yang saya temui juga senada ingin mengkritisi hal ini. Menurut mereka: Mestinya dos ni roha (anonimousity) mestinya bisa menjembatani hal semacam ini. Mereka mencoba dengan berbagai macam argumentasi untuk mengembalikan fitrah perkawinan sebagai ikatan antara pasangan pria dan wanita (hingga saat ini belum ada kajian tentang LGBT dalam tatanan perkawinan masyarakat Batak Toba) yang mestinya bisa bertahan dan berkreasi serta bereproduksi secara kondusif. Inilah esensi yang jauh lebih penting dibandingkan suksesnya acara sehari pernikahan yang menguras begitu banyak energi dan materi, kerap kali melebihi kemampuan riil dari kedua belah pihak.

Mereka mencoba mendamaikan situasi ini dengan menggaungkan kembali pepatah lama “Aek godang, do aek laut dosniroha do sibaen na saut” .  (Jika sebulat sehati, tentulah rencana baik ini akan berhasil).

Kembali ke gambar di atas.

Pembaca barangkali merasa bahwa gambar itu exaggerate atau berlebihan. Tetapi jika pembaca rutin mengikuti ritus perkawinan orang Batak Toba mulai dari marhusip hingga selesai resepsi pernikahan, kemungkinan pembaca akan mendapat gambaran yang lebih jelas bahwa gambar tadi memang mewakili kegelisahan banyak orang.

Satu hal jelas: Ada kesadaran bahwa resepsi pernikahan adalah skunder dibandingkan esensi penyatuan kedua kekasih yang ingin membina rumah tangga. Jika prioritas dibalik, maka kedua belah pihak kerap akan kembali menjadi korban dari ego yang ditanamkan oleh struktur dan mentalitas konvensional masyarakat.

Pertanyaan langsung berikutnya adalah: Apakah itu berarti bahwa struktur ini harus dibongkar?

Kontekslah yang mestinya menjawab.

Jika pihak paranak memiliki relasi dan materi yang bisa mendatangkan banyak ucapan selamat berupa papan bunga (yang jika divaluasi harganya bisa sampai ratusan juta rupiah), baiklah mereka melangsungkannya sembari merundingkan efek jangka panjangnya kelak sehingga tidak ada kecemburuan sosial.

Bila si wanita bergelar apalagi sampai S3, dan dengan demikian parboru merasa wajar menuntut sinamot yang besar (mungkin se-level dengan anggota Dewan pada gambar di atas), baiklah kedua keluarga inti berembug dan berbicara dari hati ke hati dahulu sebagai na marbesan, supaya mereka bisa meredam dan menjawab ekspektasi yang tidak sesuai dari tuntutan riil keluarga besar dan sanak famili dalam lingkaran kekerabatan yang lebih besar.

Jika si wanita tamat SMA (mungkin) dan dengan demikian menurut pemandangan orang banyak wajar jika diberi sinamot lebih kecil dibanding yang lulusan S3, baik juga jika ternyata pihak paranak mau memberi sinamot di atas ekspektasi kebanyakan orang, sembari tetap memikirkan efek sosialnya jauh ke depan.

Ini sesuatu yang penting diperhatikan dan mestinya menjadi bahan pertimbangan yang memasuki ranah paradaton, sedemikian rupa sehingga jangan sampai stigma buruk diberikan kepada pasangan yang – karena tidak mampu memenuhi tuntutan ego masyarakat yang ditanamkan kepada mereka bahwa pernikahan harus membawa sangap atau kehormatan yang tampak melalui wah-nya resepsi pernikahan dan mahalnya biaya yang dikeluarkan – akhirnya memilih untuk kawin lari atau mangalua.

Mangalua sendiri adalah suatu kemajuan. Suatu alternatif adat-istiadat yang cukup berarti. Dengan mangalua dimaksudkan melepaskan diri, pernikahan yang terjadi tidak mesti melalui restu keluarga besar (kerap bahkan, juga tidak dari orangtua), sehingga disebut tidak diadati.

Tetapi ini juga adalah solusi temporer. Suatu saat pasangan yang berkeluarga dari acara mangalua ini mesti mengadakan pesta mangadati lagi. (Mudah-mudahan pada saat itu mereka sudah punya materi dan energi yang cukup untuk membuat resepsi pernikahan “ideal” yang mahal itu.

Inilah yang disebut sebagai pasahathon sulang-sulang ni Pahompu atau mangadati. Di situ sinamot tetap diperhitungkan walau sudah terlambat. Beberapa pendapat yang ceplas-ceplos tega menganalogikannya sebagai na tinuhor secara cash dan na niutang alias kredit.

Maksudnya: Perempuan yang menikah dan sinamot langsung dibayarkan disebut perempuannya cash. Sementara itu, perempuan yang menikah tapi sinamot belum dibayarkan (mangalua) itu dikatakan perempuan kredit.

Tidak jarang juga perbincangan mengenai hal-ikhwal analogi cash dan kredit yang dikenakan pada boru Batak Toba ini menempati ruang dan durasi yang cukup besar dalam perbincangan di lapo maupun di jabu.

Paradigma dos ni roha yang mesti dibangun inilah yang harus senantiasa ditafsirkan secara arif dan kontekstual. Jika resepsi pernikahan bisa tetap “kelihatan” meriah (dan dengan demikian ego kedua pihak tetap terjaga di mata masyarakat) dengan biaya yang tidak menekan mereka, mengapa tidak mencoba mencari alternatif atau terobosan baru?

Jika wedding car membutuhkan jutaan rupiah dan sewa gedung serta wedding organizer meminta fee yang besar, mengapa kedua pihak tidak melakukannya sendiri secara lebih arif?

Mungkin upaya ini membutuhkan perbincangan dan upaya saling jujur akan melelahkan, tetapi lebih hemat biaya.

Mungkin upaya ini menimbulkan sedikit shock bagi para pelaku adat istiadat yang membawa agenda hegemonis di setiap ritus pernikahan putera atau puterinya, tetapi akan lebih arif dan memberi makna khidmat yang lebih baik.

Pada postingan gambar dari teman Facebook saya ini, kegembiraan tetap terpancar. Wedding car tidak mesti Pajero apalagi Lamborghini, Vespa P 150X juga ternyata bisa memberi senyum indah yang sama.

Ini baru inovasi efisiensi dari segi wedding car.

Kearifan lainnya tentu terus dibutuhkan, terutama setiap niat untuk mendefinisikan kembali arti Sinamot: Sinamot mesti dikembalikan pada asalnya yakni TANDA atau MAHAR dari pernikahan, awal dari pembentukan keluarga.
Mestinya fokus adalah pada pembentukan keluarga.

Jika ada hal-hal yang malah destruktif terhadap pembentukan keluarga, termasuk jika hal itu adalah sinamot sendiri, maka jelaslah: Sudah saatnya mendefinisikan kembali arti sinamot.

Ada Banyak Sekali (Nama) Tuhan

Sebagai manusia yang selalu bertanya, dilengkapi dengan nalar yang selalu penasaran dan ingin bertanya terus-menerus, manusia didorong untuk selalu ingin mengetahui apa saja. Mengetahui berarti si A mengetahui sesuatu tentang si B atau si A sendiri (refleksi).

Satu fenomen paling umum yang bisa ditemui di hampir sepanjang peradaban bahkan hingga hari ini 12 Januari 2016 adalah klaim dari mayoritas manusia di planet bumi ini, yang mengatakan bahwa ada suatu entitas di luar diri manusia, yang lebih kuat (lebih baik, lebih berkuasa, dan serba “comparative” lainnya) dari manusia sendiri. Secara singkat mereka menyebutnya “Tuhan”.

Umum pula ditemui bahwa ketika kelompok itu belum banyak berbaur dengan manusia lain di luar kelompoknya, akan terpelihara suatu sistem kepercayaan, bisa dalam bentuk institusi religius berupa agama dan aliran kepercayaan (yang lalu menurunkan sejumlah aturan dan praksis hidup bersama, tentu berikut sanksi dan ganjarannya) ataupun “totem” yang dianggap bisa memberi sesuatu yang tidak bisa dipenuhi oleh manusia sendiri.

Guna mengkomunikasikan siapa sosok yang tremendum et fascinosum itu, sesuai konteks bahasa, zaman, dan situasi sosial-ekonomi-politisnya, mereka pun menamai sosok itu dengan sebutan tertentu.

Menjadi semakin kaya dan semakin membuka cakrawala ketika semakin banyak orang mengetahui bahwa nama (termasuk muatan pengertian yang dibawanya) dari si “Tuhan” itu ternyata ada banyak sekali.

Setidaknya tercatat ada 1000-an lebih.
Dan berhubung tak satupun nama ini pernah hadir dalam entitas langsung yang terdokumentasi dalam literatur sejarah yang bisa diverifikasi secara empiris, maka sulit membuktikan apakah semua nama ini merujuk pada satu entitas yang sama (hanya bahasanya yang berbeda) atau memang benar mewakili 1000-an lebih entitas sejumlah nama itu.

  1. Aah = Tuhan bulan Mesir
  2. Abassi = Tuhan Efik (Nigeria)
  3. Abgal = Tuhan kebijaksanaan Mesopotamia
  4. Abuk = Tuhan Dinka (Sudan)
  5. Abandinus = Tuhan Celtic
  6. Abangui = Tuhan Guarani
  7. Acan = Tuhan anggur Maya
  8. Acantuns = Tuhan Maya
  9. Acat = Tuhan Tattoo Maya
  10. Achelois = Tuhan bulan Yunani
  11. Achelous = Tuhan sungai Yunani
  12. Acheron = Tuhan sungai Yunani
  13. Achimi = Tuhan Kalyl (Aljazair)
  14. Acvhtonian = Tuhan bumi dan bawah tanah Yunani
  15. Acolmiztli = Tuhan bawah tanah Aztek
  16. Acuecucyoticihuati = Tuhan samudera dan sungai Aztek
  17. Ac Yanto = Tuhan kulit putih Maya
  18. Adad = Tuhan badai Babilonia
  19. Adekagagwa = Tuhan Indian Iroquois
  20. Adephagia = Tuhan perut Yunani
  21. Aditya = Tuhan Hindu
  22. Adonis = Tuhan nafsu Yunani
  23. Adrammelech = Tuhan matahari Mesopotamia
  24. Adrasteia = Tuhan sumban gan suci Yunani
  25. Adriambahomanana = Tuhan pisang Madagaskar sekaligus manusia pertama
  26. Adro = Tuhan Lugbara
  27. Adroa = Tuhan Lugbara (Uganda)
  28. Aegir = Tuhan Norse
  29. Aeolos = Tuhan angin Selatan Yunani
  30. Aer = Tuhan atmosfer bawah Yunani
  31. Aether = Tuhan atmosfer atas Yunani
  32. Aethon = Tuhan kelaparan Yunani
  33. Aetna = Tuhan gunung berapi Yunani
  34. Agave = Tuhan Yunani
  35. Agdistes = Tuhan Yunani
  36. Aglaia = Tuhan Yunani
  37. Agoue = Tuhan pelindung kapal dan nelayan Karibia
  38. Age = Tuhan Dahomey
  39. Agni = Tuhan Hindu
  40. Agwe = Tuhan Karibia
  41. Ahanjoku = Tuhan Ibo
  42. Ahawkin = Tuhan matahari Maya
  43. Ah Bolom Tzacab = Tuhan aristokrasi Maya
  44. Ah Ciliz = Tuhan gerhana Maya
  45. Ah Cuxtal = Tuhan kelahiran Maya
  46. Ah Hulneb = Tuhan perang Maya
  47. Ah Muzen Cab = Tuhan lebah Maya
  48. Aholi = Tuhan Indian Hopi
  49. Ah Peku = Tuhan petir Maya
  50. Ah Puch = Tuhan kematian Maya
  51. Ahsonutli = Tuhan Navaho
  52. Ahti = Tuhan laut, danau dan sungai Finlandia
  53. Ahti = Tuhan Mesir
  54. Ah Tzul = Tuhan kalajengking Maya
  55. Ahura Mazda = Tuhan Zoroaster
  56. Ahurani = Tuhan air jernih Persia
  57. Aida Wedo = Tuhan kesuburan Karibia
  58. Aine = Tuhan laut Celtic
  59. Aion = Tuhan waktu Phoenicia
  60. Airmid = Tuhan penyembuh Celtic
  61. Aizen Myo = Tuhan penekan nafsu Jepang
  62. Aja = Tuhan matahari Babilonia
  63. Aja = Tuhan Yoruba
  64. Aje = Tuhan Yoruba
  65. Ajisu = Tuhan penuasa samudera akhirat Mesopotamia
  66. Ajisuki Takahino Ne = Tuhan petir Jepang
  67. Ajok = Tuhan Latuko (Sudan)
  68. Akbul = Tuhan kegelapan Maya
  69. Ake = Tuhan Mangaia
  70. Aken = Tuhan Mesir
  71. Aker = Tuhan bumi dan penjaga gerbang kematian Mesir
  72. Akka = Tuhan bumi Finlandia
  73. Akongo = Tuhan pencipta Ngombe (Kongo)
  74. Ala = Tuhan Ibo
  75. Alaghom Naom = Tuhan pikiran Maya
  76. Alalus = Tuhan langit Sumeria
  77. Alcemana = Tuhan Yunani
  78. Alectrona = Tuhan matahari Yunani
  79. Aleyin = Tuhan penjaga air Phoenicia
  80. Allah = Tuhan Islam
  81. Allowatsamika = Tuhan Latvia
  82. Almudj = Tuhan pencipta Aborigin
  83. Alourua = Tuhan pencipta Baule (pantai gading)
  84. Alpheos = Tuhan sungai Yunani
  85. Altjira = Tuhan mimpi Aborigin
  86. Alpan = Tuhan Etruscan (Italia kuno)
  87. Amaethon = Tuhan pertanian Welsh
  88. Ama no minaka nushi = Tuhan langit tengah Jepang
  89. Aman Sinaya = Tuhan pencipta Tagalog
  90. Amaterasu = Tuhan matahari Jepang
  91. Amathaunta = Tuhan laut Mesir
  92. Amatsu Mikaboshi = Tuhan kejahatan Jepang
  93. Amaunet = Tuhan angin Utara Mesir
  94. Ame no Uzume = Tuhan kesuburan Jepang
  95. Amenhotep = Tuhan arsitektur , bangunan dan konstruksi Mesir
  96. Ament = Tuhan bawah tanah Mesir
  97. Amidha Buddha = Tuhan Buddha Jepang
  98. Amihan = Tuhan pencipta Tagalog
  99. Amma = Tuhan pencipta Dogon (Mali)
  100. Ammit = Tuhan pemakan jiwa Mesir
  101. Ammon = Tuhan berkepala kambing Libya
  102. Amn = Tuhan tak terlihat Mesir
  103. Amotken = Tuhan Indian Salish
  104. Amphitrite = Tuhan Yunani
  105. Amsit = Tuhan Mesir
  106. Amun = Tuhan angin dan udara Mesir
  107. Amun Ra = Tuhan gabungan amun dan ra Mesir
  108. Amurru = Tuhan pegunungan Akkadia
  109. An = Tuhan Sumeria
  110. Anahita = Tuhan air Persia
  111. Anahiz = Tuhan Persia
  112. Anammelech = Tuhan bulan Mesopotamia
  113. Ananke = Tuhan takdir Yunani
  114. Anansi = Tuhan Ashanti (Ghana)
  115. Anat = Tuhan perang Mesir
  116. Anath = Tuhan cinta Kanaan
  117. Andjeti = Tuhan kelahiran kembali Mesir
  118. Andriamahilala = Tuhan bulan Madagaskar sekaligus wanita pertama
  119. Angoi = Tuhan kalimantan Selatan
  120. Angra Mainyu = Tuhan ZoroasterAngwusna Somtaka = Tuhan Hopi
  121. Anhur = Tuhan pejuang Mesir
  122. Anit = Tuhan bawah tanah Mesir
  123. Ankhet = Tuhan nil Mesir
  124. Anouke = Tuhan pemanah dalam perang Mesir
  125. Anshar = Tuhan langit Mesopotamia
  126. Antenociticus = Tuhan Celtic
  127. Antero Vipunen = Tuhan raksasa Finlandia
  128. Anteros = Tuhan cinta Yunani
  129. Anti = Tuhan pengelana Mesir
  130. Anu = Tuhan langit tertinggi Mesopotamia
  131. Anubis = Tuhan Mumi, sahabat roh mati Mesir
  132. Anunnaki = Tuhan kegelapan Babilonia
  133. Apollo = Tuhan Romawi dan Yunani
  134. Ao Chin = Tuhan naga samudera Selatan Cina
  135. Ao jun = Tuhan naga samudera Barat Cina
  136. Aokeu = Tuhan lautan Mangaia
  137. Ao kuang = Tuhan naga samudera timur
  138. Aonghus = Tuhan cinta Celtic
  139. Ao Shun = Tuhan naga samudera Utara Cina
  140. Apaec = Tuhan pencipta Inca
  141. Apate = Tuhan kebohonngan Yunani
  142. Apedemak = Tuhan matahari Sudan
  143. Aphrodite = Tuhan Yunani
  144. Apocatequil = Tuhan petir Inca
  145. Apoyan Tachi = Tuhan Indian Zuni
  146. Apsu = Tuhan air manis Mesopotamia
  147. Apu Illapu = Tuhan petir Inca
  148. Arachne = Tuhan laba-laba Yunani
  149. Arawn = Tuhan dunia lain Celtic
  150. Arebati = Tuhan Pygmy (Kongo Timur)
  151. Arensnuphis = Tuhan Nubia
  152. Ares = Tuhan Yunani
  153. Arianrhod = Tuhan Celtic
  154. Arinna = Tuhan matahari Hittite
  155. Arion = Tuhan kuda Yunani
  156. Aristaeus = Tuhan peternakan Yunani
  157. Arnemetia = Tuhan sungai Celtic
  158. Artemis = Tuhan perburuan Yunani
  159. Artio = Tuhan beruang Celtic
  160. Asa = Tuhan Akamba (Kenya Tengah)
  161. Asaseya = Tuhan Ashanti
  162. Asclepius = Tuhan perobatan Yunani
  163. Asherah = Tuhan air Kanaan
  164. Ashima = Tuhan Samaria
  165. Ashur = Tuhan perang Asiria
  166. Asopus = Tuhan sungai Yunani
  167. Astarte = Tuhan kesuburan Kanaan
  168. Asteria = Tuhan Yunani
  169. Astraea = Tuhan Yunani
  170. Astraeus = Tuhan empat angin Yunani
  171. Astronoe = Tuhan Kanaan
  172. Astunah = Tuhan tanah Ugarit (Israel Utara kuno)
  173. Asura = Tuhan Hindu
  174. Aswini Kumara = Tuhan Hindu
  175. Ataguchu = Tuhan Inca
  176. Atai = Tuhan Efik
  177. Atanua = Tuhan Marquesan
  178. Ataokoloinona = Tuhan Madagaskar
  179. Atar = Tuhan api Persia
  180. Ate = Tuhan obsesi Yunani
  181. Atea = Tuhan Polinesia
  182. Aten = Tuhan monoteisme Mesir
  183. Aten Ra = Gabungan Aten dan Ra Mesir
  184. Athamas = Tuhan anak Yunani
  185. Athena = Tuhan Yunani
  186. Atlas = Tuhan angkat berat Yunani
  187. Atlatonan = Tuhan bumi dan air Aztek
  188. Atnatu = Tuhan pencipta Kaitish
  189. Atropos = Tuhan takdir Yunani
  190. Attis = Tuhan tanaman Yunani
  191. Atum = Tuhan pencipta Mesir
  192. Atum Ra = Gabungan Atum dan Ra Mesir
  193. Auseklis = Tuhan Latvia
  194. Awit clin Tsa = Tuhan Indian Zuni
  195. Awona wilona = Tuhan Indian Zuni
  196. Axomamma = Tuhan kentang Inca
  197. Aya = Tuhan fajar Mesopotamia
  198. Ayaba = Tuhan Dahomey
  199. Ayar = Tuhan Inca
  200. Ayar Acar = Tuhan Inca
  201. Ayar Cachi = Tuhan Inca
  202. Ayar Colo = Tuhan Inca
  203. Ayar Mancho = Tuhan Inca
  204. Ayauhteotl = Tuhan kabut Aztek
  205. Ayyapan = Tuhan Hindu
  206. Aywell = Tuhan Celtic
  207. Azacca = Tuhan kesuburan Haiti
  208. Azeban = Tuhan Abenaki
  209. Azrail = Tuhan Hausa Tunisia
  210. Ba = Tuhan kesuburan Mesir
  211. Baal = Tuhan perang Kanaan
  212. Babalu Aye = Tuhan Yoruba
  213. Baba yanmi = Tuhan Yoruba
  214. Babbar = Tuhan shamash Sumeria
  215. Babi = Tuhan bawah tanah Mesir
  216. Bacabs = Tuhan-Tuhan empat mata angin Maya
  217. Bacchus = Tuhan Romawi
  218. Backlum Chaam = Tuhan maskulin Maya
  219. Badb = Tuhan perang Irlandia
  220. Bagadjimbiri = Tuhan Karadjeri (Australia)
  221. Baiame = Tuhan Aborigin
  222. Ba ja = Tuhan Cina
  223. Balac = Tuhan perang Maya
  224. Baldur = Tuhan Norse
  225. Balioe = Tuhan Nias
  226. Bamapana = Tuhan Aborigin
  227. Banaitja = Tuhan Aborigin
  228. Banebdjetet = Tuhan arbitrasi Mesir
  229. Banga = Tuhan Nbandi
  230. Bangputtis = Tuhan Baltik
  231. Ba pef = Tuhan kesengsaraan Mesir
  232. Barasi Loeloe = Tuhan Nias
  233. Baron Samedi = Tuhan Karibia
  234. Baset = Tuhan perlindungan rumah Mesir
  235. Bast = Tuhan kucing Mesir
  236. Bastet = Tuhan Mesir
  237. Bat = Tuhan kesuburan Mesir
  238. Batara Guru = Tuhan Batak
  239. Bathala = Tuhan pencipta Tagalog
  240. Bean Nighe = Tuhan Celtic
  241. Begochiddy = Tuhan pencipta Navajo
  242. Belachina = Tuhan kematian Maya
  243. Belatucadros = Tuhan perang dan kehancuran Celtic
  244. Belenus = Tuhan matahari Celtic
  245. Beletseri = Tuhan rahasia Mesopotamia
  246. Belisama = Tuhan sungai Celtic
  247. Bellin bellin = Tuhan angin Wurundjeri
  248. Belobog = Tuhan Slavic
  249. Bendis = Tuhan Dacian (Romania)
  250. Ben Elaba = Tuhan perang matahari Maya
  251. Benzaitan = Tuhan uang, kharisma dan pengetahuan Jepang
  252. Bes = Tuhan pelindung setan, kelahiran dan hiburan Mesir
  253. Beydo = Tuhan rahasia alam Maya
  254. Bia = Tuhan kekuatan Yunani
  255. Bia = Tuhan Ashanti
  256. Bian Cheng Wang = Tuhan Cina
  257. Bike Hozho = Tuhan Indian Navaho
  258. Bildjiwuaroju = Tuhan pencipta Wulumba (Australia)
  259. Binbeal = Tuhan pelangi Kulin dan Wurunjerri
  260. Binola = Tuhan burung abenaki
  261. Birrahgnooloo = Tuhan kesuburan dan banjir Kamilaroi (Australia)
  262. Bishamon = Tuhan kesenangan dan perang Jepang
  263. Boann = Tuhan air Celtic
  264. Bobbi-bobbi = Tuhan Aborigin
  265. Bodb = Tuhan pejuang Irlandia
  266. Bodb Dearg = Tuhan Celtic
  267. Bolon Tiku = Tuhan bawah tanah Maya
  268. Bolontzacab = Tuhan petir dan api Maya
  269. Bomazi = Tuhan Kongo
  270. Bondye = Tuhan Karibia
  271. Boreads = Tuhan Yunani
  272. Boreas = Tuhan angin Utara Yunani
  273. Borvo = Tuhan air panas Celtic
  274. Bragi = Tuhan Norse
  275. Brahma = Tuhan Hindu
  276. Bran = Tuhan Celtic
  277. Brekyinhu Nuade = Tuhan Akan (Ghana)
  278. Brigit = Tuhan peri Celtic
  279. Buddha = Tuhan Buddha Mahayana
  280. Buk = Tuhan sungai, dan kehidupan Buer (Sudan)
  281. Buku = Tuhan langit Afrika Barat
  282. Buluc Chabtan = Tuhan perang Mya
  283. Buluk Kab = Tuhan banjir Maya
  284. Bumazi = Tuhan Bushongo (Kongo)
  285. Bumba = Than muntah Bushongo
  286. Bunbulama = Tuhan hujan Aborigin
  287. Bunjil = Tuhan Aborigin
  288. Buto = Tuhan Mesir
  289. Cabrakan = Tuhan pegunungan Maya
  290. Cacoch = Tuhan pencipta Maya
  291. Cadmus = Tuhan Yunani
  292. Caer = Tuhan peri Celtic
  293. Cagn = Tuhan bushmen kalahari
  294. Cai Shen = Tuhan pembangunan dan keberuntungan Cina
  295. Cakulha = Tuhan petir Maya
  296. Calliope = Tuhan puisi Yunani
  297. Callisto = Tuhan beruang besar Yunani
  298. Calypso = Tuhan kesunyian Yunani
  299. Cama Zotz = Tuhan kelelawar Maya
  300. Camulus = Tuhan perang Essex
  301. Candit = Tuhan sungai Nuer
  302. Can Nu = Tuhan ulat sutera Cina
  303. Canopus = Tuhan Indian Lakota
  304. Cao Guojiu = Tuhan Cina, satu dari 8 yang abadi, buangan kerajaan langit
  305. Carldwen = Tuhan jagung dan pelindung pujangga Celtic
  306. Castor = Tuhan Yunani
  307. Catequil = Tuhan petir dan kilat Inca
  308. Cauac = Tuhan kuning Maya
  309. Cavillaca = Tuhan Inca
  310. Centeotl = Tuhan jagung Aztec
  311. Centzon Totochin = Tuhan kelinci Aztek
  312. Centzonuitznaua = Tuhan matahari Aztek
  313. Ceres = Tuhan Romawi
  314. Ceridwen = Tuhan Celtic
  315. Cernunnus = Tuhan rusa Celtic
  316. Ceto = Tuhan masalah di laut Yunani
  317. Cghene = Tuhan Isoko (Nigeria)
  318. Chac = Tuhan hujan Maya
  319. Chacmool = Tuhan misterius Maya
  320. Chac Uayeb Xoc = Tuhan ikan dan nelayan Maya
  321. Chac Xib Chac = Tuhan hiu Maya
  322. Chalchilihtlicue = Tuhan air mengalir Aztec
  323. Chalchiuhtelecolotl = Tuhan burung hantu Aztek
  324. Chalchiuhtotolin = Tuhan misteri Aztek
  325. Chalmecatecuhtli = Tuhan bawah tanah dan pengorbanan Aztek
  326. Chang O = Tuhan bulan China
  327. Chango = Tuhan petir, genderang dan tarian Yoruba
  328. Chantico = Tuhan kesehatan, api dan gunung berapi Aztec
  329. Chaos = Tuhan kekosongan dan kebimbangan Yunani
  330. Charon = Tuhan bawah tanah Yunani
  331. Charybdis = Tuhan Yunani
  332. Chasca = Tuhan fajar Inca
  333. Chasca Coyllur = Tuhan bunga dan pelindung keperawanan Inca
  334. Chedi bumba = Tuhan bushongo
  335. Chelone = Tuhan kura-kura Yunani
  336. Chemosh = Tuhan perang Moab
  337. Cheng Huang = Tuhan pelindung kota Cina
  338. Chenti ceti = Tuhan buaya dan elang Mesir
  339. Chenti irti = Tuhan keteraturan dan hukum Mesir
  340. Cherti = Tuhan Mesir
  341. Chiccan = Tuhan hujan Maya
  342. Chichikrai = Tuhan Indian Amerika
  343. Chicomeccatl = Tuhan jagung dan kesuburan Aztec
  344. Chicomexochtli = Tuhan pelukis Aztek
  345. Chiconahuiehecatl = Tuhan pemberi kemiskinan Aztek
  346. Chimalman = Tuhan Aztek
  347. Chimata no kami = Tuhan jalan simpang dan setapak Jepang
  348. Chione = Tuhan salju Yunani
  349. Chiron = Tuhan Yunani
  350. Chiuta = Tuhan Tumbuka (Zaire Timur)
  351. Chi You = Tuhan Cina
  352. Chloris = Tuhan bunga Yunani
  353. Chronos = Tuhan waktu Yunani
  354. Chonganda = Tuhan Bushongo
  355. Chontamenti = Tuhan kematian Mesir
  356. Chuang kong = Tuhan kamar tidur Cina
  357. Chuang Mu = Tuhan ranjang Cina
  358. Chuku = Tuhan Ibo
  359. Chup Kamui = Tuhan matahari Ainu
  360. Cian = Tuhan Celtic
  361. Cihuacoatl = Tuhan penanda perang Aztek
  362. Cinteotl = Tuhan jagung Aztek
  363. Cipactli = Tuhan buaya Aztek
  364. Cipactonal = Tuhan astrologi Aztek
  365. Circe = Tuhan Yunani
  366. Cislobog = Tuhan Slavik
  367. Cit Bolon Tum = Tuhan obat-obatan Maya
  368. Clio = Tuhan yunano
  369. Cliodhna = Tuhan Celtic
  370. Clota = Tuhan sungai Celtic
  371. Clotho = Tuhan Yunani
  372. Clymene = Tuhan ketenaran Yunani
  373. Coatlicue = Tuhan bumi dan api Aztek
  374. Cochimetl = Tuhan perdagangan Aztek
  375. Cocomama = Tuhan kesehatan, kegembiraan dan narkotika Inca
  376. Coeus = Tuhan kecerdasan dan pemikiran mendalam Yunani
  377. Colicha Cozee= Tuhan Maya
  378. Comus = Tuhan komedi Yunani
  379. Coniraya = Tuhan pencipta Inca
  380. Copacati = Tuhan danau Titicaca Inca
  381. Copijcha = Tuhan hujan Maya
  382. Coqueelda = Tuhan kaktus Maya
  383. Coquenexo = Tuhan perkalian Maya
  384. Coqui Bezelao = Tuhan kematian Zapotec
  385. Coqui Huani = Tuhan cahaya Zapotec
  386. Coqui Xee = Tuhan ketakhinggaan Zapotec
  387. Cotytto = Tuhan Yunani
  388. Coyolxauhqui = Tuhan Aztek
  389. Coyopa = Tuhan petir Maya
  390. Cozaana = Tuhan pencipta Zapotec
  391. Crabman = Tuhan Inca
  392. Crnobog = Tuhan Slavik
  393. Crenus = Tuhan Yunani
  394. Crius = Tuhan Yunani
  395. Crom Cruiach = Tuhan persembahan irlandia
  396. Cronus = Tuhan Yunani
  397. Cuaxolotl = Tuhan jantung Aztek
  398. Cybele = Tuhan pegunugan dan vhewan liar Yunani
  399. Cupid = Tuhan Romawi
  400. Dagan = Tuhan laut Philistine
  401. Dagda = Tuhan Irlandia
  402. Dagon = Tuhan pertanian Hebrew
  403. Dajbog = Tuhan Slavic
  404. Damkina = Tuhan Bumi Mesopotamia
  405. Damu = Tuhan pertanian Sumeria
  406. Danu = Tuhan angin, kebijaksanaan dan kesuburan Celtic
  407. Daramulum = Tuhan Aborigin
  408. Da Yu = Tuhan banjir Cina
  409. Dechtire = Tuhan Celtic
  410. Daquebuth = Tuhan Skagit
  411. Darana = Tuhan pencipta Australia
  412. Dattatreya = Tuhan Hindu
  413. Dedun = Tuhan kekayaan Mesir
  414. Deimos = Tuhan rasa takut Yunani
  415. Dekla = Tuhan Latvia
  416. Demeter = Tuhan Yunani
  417. Deng = Tuhan pencipta Dinka
  418. Denka = Tuhan Dinka
  419. Deucalion = Tuhan pencipta Yunani
  420. Dewi Sri = Tuhan Jawa
  421. Dhakhan = Tuhan Kabikabi (Australia)
  422. Diana = Tuhan Romawi
  423. Dian Cecht = Tuhan penyembuh Celtic
  424. Dievs = Tuhan Latvia
  425. Di jun = Tuhan Timur dan ayah dari 10 matahari Cina
  426. Di Kang Wang = Tuhan hantu bawah tanah Cina
  427. Dike = Tuhan keadilan Yunani
  428. Dilga = Tuhan kesuburan Aborigin
  429. Dione = Tuhan Yunani
  430. Dionysus = Tuhan Yunani
  431. Dioscuri = Tuhan Yunani
  432. Diwata = Tuhan Dayak Maanyan
  433. Djanggawul = Tuhan pencipta Aborigin
  434. Domfe = Tuhan hujan, air, sungai dan taman Kurumba
  435. Don = Tuhan ibu Celtic
  436. Dongo = Tuhan petir Songhai
  437. Donn = Tuhan bawah tanah Celtic
  438. Doris = Tuhan laut Yunani
  439. Dua = Tuhan toilet Mesir
  440. Duamutef = Tuhan Mesir
  441. Dubdo = Tuhan jagung Zapotec
  442. Dumuzi = Tuhan kesuburan Sumeria
  443. Durga = Tuhan Hindu
  444. Du Shi Wang = Tuhan neraka Cina
  445. Dyaush Pita = Tuhan Hindu
  446. Dylan = Tuhan laut Celtic
  447. Dziva = Tuhan pencipta Shona
  448. Ea = Tuhan Kebijaksanaan Babilonia
  449. Eagentei = Tuhan Indian Seneca
  450. Ebore = Tuhan Yoruba
  451. Echo = Tuhan pengalih perhatian Yunani
  452. Edinkira = Tuhan pohon Afrika
  453. Efnisien = Tuhan Celtic
  454. Egungun Oya = Tuhan Yoruba
  455. Ehecatl = Tuhan angin Aztek
  456. Eirene = Tuhan Yunani
  457. Eileithya = Tuhan kelahiran Yunani
  458. Eingana = Tuhan ibunda umat manusia dan hewan Aborigin
  459. Eiocha = Tuhan Celtic
  460. Ek Chuah = Tuhan Perdagangan Maya
  461. Ekkekko = Tuhan Inca
  462. Ekurana = Tuhan Mitsogo – Gabon, and Fang
  463. Ek Zip = Tuhan perburuan rusa Maya
  464. El = Tuhan pencipta Kanaan
  465. Elatha = Tuhan Celtic
  466. Electra = Tuhan awan Yunani
  467. Elegua = Tuhan jalan, asal usul dan kesempatan Yoruba
  468. Elpis = Tuhan harapan Yunani
  469. Enekpe = Tuhan takdir Afrika
  470. Enkai = Tuhan ternak masai
  471. Enki = Tuhan pencipta Sumeria
  472. Enkidu = Tuhan gilgamesh Mesopotamia
  473. Enlil = Tuhan cuaca dan badai Akkadia
  474. Enmessara = Tuhan Mesopotamia
  475. Ennugi = Tuhan Sumeria
  476. Enurta =Tuhan perang Mesopotamia
  477. Enyo = Tuhan perang, darah dan kekerasan Yunani
  478. Eos = Tuhan fajar Yunani
  479. Epaphus = Tuhan Yunani
  480. Epimetheus = Tuhan pencipta Yunani
  481. Epione = Tuhan penyembuh Yunani
  482. Epona = Tuhan kesuburan Celtic
  483. Epunamun = Tuhan perang Inca
  484. Era = Tuhan wabah Babilonia
  485. Erathipa = Tuhan kehamilan Aborigin
  486. Erato = Tuhan lagu cinta Yunani
  487. Erebus = Tuhan kegelapan Yunani
  488. Ereshkigal = Tuhan kegelapan Sumeria
  489. Erichthonius = Tuhan bumi Yunani
  490. Eris = Tuhan lagu sumbang Yunani
  491. Eriu = Tuhan Irlandia
  492. Er Lang = Tuhan Cina
  493. Erlik = Tuhan Finlandia
  494. Eros = Tuhan cinta Yunani
  495. Erzulie = Tuhan cinta, romansa, kecantikan dan feminisme Karibia
  496. Erzulie Freyda = Tuhan cinta Karibia
  497. Erzulie Ge Rouge = Tuhan mata merah Karibia
  498. Erzulie Mapiangueh = Tuhan keadilan Karibia
  499. Erzulie Toho = Tuhan cinta Karibia
  500. Erzulie Dantor = Tuhan kebencian Karibia
  501. Esaugetuh Emissee = Tuhan pencipta Creek
  502. Eseasar = Tuhan bumi Yoruba
  503. Eshmun = Tuhan penyembuh Kanaan
  504. Eshu = Tuhan kesempatan dan kmunikasi Yoruba
  505. Estana teltri = Tuhan Navaho
  506. Esus = Tuhan perang Gallic
  507. Etain = Tuhan Celtic
  508. Etznab = Tuhan pengorbanan Maya
  509. Eunomia = Tuhan keteraturan Yunani
  510. Euphrosyne = Tuhan kegembiraan Yunani
  511. Eurus = Tuhan angin timur Yunani
  512. Eurynome = Tuhan samudera Yunani
  513. Euterpe = Tuhan kegembiraan Yunani
  514. Eurybia = Tuhan laut Yunani
  515. Fa = Tuhan takdir Yoruba
  516. Fand = Tuhan Celtic
  517. Fan Kui = Tuhan pembantai Cina
  518. Faro = Tuhan pencipta Bambara
  519. Fea = Tuhan Celtic
  520. Fei Lian = Tuhan angin Cina
  521. Findbhair = Tuhan Celtic
  522. Finuweigh = Tuhan pencipta Bilan
  523. Firlbolg = Tuhan Celtic
  524. Fo Hi = Tuhan Cina
  525. fomorii = Tuhan Celtic
  526. Freya = Tuhan Norse
  527. Freyr = Tuhan Norse
  528. Frigg = Tuhan Norse
  529. Fuamnach = Tuhan kecemburuan Celtic
  530. Furies = Tuhan keadilan Yunani
  531. Fu Xi = Tuhan kreativitas, kesenian dan kerajinan Cina
  532. Fu Xing = Tuhan kegembiraan dan nasib baik Cina
  533. Gaia = Tuhan Yunani
  534. Galeru = Tuhan Aborigin
  535. Gamab = Tuhan Khoikhoi (Capetown, Afrika Selatan)
  536. Ganesha =Tuhan Hindu
  537. Ganga = Tuhan Hindu
  538. Gaol = Tuhan Iroquois
  539. Gao Yao = Tuhan keadilan dan hukuman Cina
  540. Garuda = Tuhan Hindu
  541. Gaunab = Tuhan Xhosa
  542. Geb = Tuhan bumi Mesir
  543. Gebeleizis = Tuhan Dacian
  544. Gendenwatha = Tuhan Iroquois
  545. Geshtinanna = Tuhan anggur Sumeria
  546. Ghede = Tuhan kematian Haiti
  547. Ghekre = Tuhan monyet Baule
  548. Gibil = Tuhan api Babilonia
  549. Gilgamesh = Tuhan Mesopotamia
  550. Gleti = Tuhan Dahomey
  551. Glaucus = Tuhan nelayan Yunani
  552. Glispa = Tuhan Navaho
  553. Gloudu = Tuhan Dahomey
  554. Gluskop = Tuhan penjaga Abenaki
  555. Gnowee = Tuhan pembawa matahari Aborigin
  556. Goanna = Tuhan Aborigin
  557. Gohone = Tuhan Iroquois
  558. Goibhniu = Tuhan Celtic
  559. Gong Dietan = Tuhan keberuntungan Cina
  560. Graces = Tuhan kharisma Yunani
  561. Gran met = Tuhan pencipta Karibia
  562. Grannus = Tuhan penyembuh Gaul
  563. Gu = Tuhan peralatan Dahomey
  564. Guan Di = Tuhan perang dan seni beladiri Dao
  565. Guan Yin = Tuhan kasih sayang Cina
  566. Gucamatz = Tuhan pencipta Maya
  567. Gula = Tuhan kesehatan Sumeria
  568. Gulses = Tuhan takdir Hittite
  569. Gun = Tuhan bumi Cina
  570. Gunapipi = Tuhan Aborigin
  571. Guo Ziyi = Tuhan kegembiraan dan kekayaan Cina
  572. Gyhldeptis = Tuhan Haida (150 pulau di BC Kanada
  573. Ha = Tuhan Barat Mesir
  574. Hades =Tuhan bawah tanah Yunani
  575. Huh = Tuhan langit dan ketakhinggaan Mesir
  576. Hadad = Tuhan cuaca Mesopotamia
  577. Hadau = Tuhan pencipta Orok dari Sakhalin
  578. Hades = Tuhan Yunani
  579. Hagones = Tuhan Seneca
  580. Hahgweh daet gan = Tuhan iroquois
  581. Hahgweh diyu = Tuhan iroquois
  582. Hahhimas = Tuhan penghancur Hittite
  583. Haitse Aibeb = Tuhan alam dan hewan Xhosa
  584. Haiuri = Tuhan Xhosa
  585. Haltia = Tuhan Finlandia
  586. Hannahanna = Tuhan bumi Hittite
  587. Hanuman = Tuhan Hindu
  588. Han Xiangzhi = Tuhan Cina, satu dari 8 yang abadi, filsuf terbang
  589. Hap = Tuhan Mesir
  590. Hapi = Tuhan Nil dan kesuburan Mesir
  591. Hare = Tuhan Yoruba
  592. Harmakhis = Tuhan matahari Mesir
  593. Harmonia = Tuhan keseimbangan Yunani
  594. Har Nedj Hef = Tuhan Mesir
  595. Haroeris = Tuhan cahaya Mesir
  596. Har Pha Khere = Tuhan Mesir
  597. Harpies = Tuhan Yunani
  598. Harpocrates = Tuhan Yunani
  599. Hastcoltoi = Tuhan Navaho
  600. Hasthegeon = Tuhan Navaho
  601. Hathor = Tuhan cinta dan musik Mesir
  602. Hatmehit = Tuhan ikan Mesir
  603. Hauhet = Tuhan ketakhinggaan Mesir
  604. Haukah = Tuhan Lakota
  605. Haumia-tikitiki = Tuhan Rurutu
  606. Hawenniyo = Tuhan Seneca
  607. Hebe = Tuhan keremajaan Yunani
  608. He Bo = Tuhan sungai kuning Cina
  609. Hecate = Tuhan kebijaksanaan Yunani
  610. Hachakyum = Tuhan kejujuran Maya
  611. Hedetet = Tuhan kalajengking Mesir
  612. Heget = Tuhan kelahiran Mesir
  613. Heimdall = Tuhan Norse
  614. Heitsi eibib = Tuhan Khoikhoi
  615. Heket = Tuhan Mesir
  616. Helios = Tuhan matahari Yunani
  617. Hemen = Tuhan elang Mesir
  618. Hemera = Tuhan siang Yunani
  619. Hemsut = Tuhan takdir Mesir
  620. Henet = Tuhan pelikan Mesir
  621. Hephaestus = Tuhan besi Yunani
  622. Heptet = Tuhan kebangkitan Mesir
  623. Hera = Tuhan Yunani
  624. Herishep = Tuhan pemakan semut Mesir
  625. Hermaphroditus = Tuhan kelamin ganda Yunani
  626. Hermes = Tuhan utusan Yunani
  627. Heru Behudti = Tuhan matahari terik Mesir
  628. Hesa = Tuhan susu Mesir
  629. Hesperus = Tuhan bintang fajar Yunani
  630. Hestia = Tuhan jantung Yunani
  631. He Xiangu = Tuhan Cina, satu dari 8 yang abadi, penguasa bunga
  632. Hez Ur = Tuhan baboon Mesir
  633. Hi-asa = Tuhan Angkatan Laut
  634. Hike = Tuhan obat-obatan Meir
  635. Hina = Tuhan Tahiti
  636. Hine-nui-a-te-po = Tuhan Tahiti
  637. Hiruko = Tuhan matahari Jepang
  638. Hisagita imisi = Tuhan Indian Creek
  639. Hodur = Tuhan Norse
  640. Ho – Masubi = Tuhan api Jepang
  641. Horae = Tuhan musim Yunani
  642. Horos = Tuhan Slavic
  643. Horus = Tuhan kepala elang Mesir
  644. Hotei / Milofo = Buddha Maitreya modifikasi Cina
  645. Hou Ji = Tuhan pertanian dan padi Cina
  646. Huai Nanzu = Tuhan Cina
  647. Huanca = Tuhan batu Inca
  648. Huang Di = Tuhan Cina
  649. Huang Gun = Tuhan aroma Cina
  650. Huehuecoyotl = Tuhan pesta Aztek
  651. Huehueteotl = Tuhan api kehidupan Aztek
  652. Huichaana = Tuhan pencipta manusia Maya
  653. Huitzilopolochtli = Tuhan perang dan kesenangan Aztec
  654. Huixtocihuatl = Tuhan garam Aztek
  655. Hu Jingde = Tuhan pintu Cina
  656. Hunab Ku = Tuhan pencipta Maya
  657. Hunahpu = Tuhan pencipta Maya
  658. Hun Batz = Tuhan Maya
  659. Hun Came = Tuhan bawah tanah Maya
  660. Hun Choen = Tuhan kesenian Maya
  661. Hun Dun = Tuhan Chaos dan penciptaan Cina
  662. Hun Hunahpu = Tuhan kesuburan Maya
  663. Hun Nal = Tuhan jagung Maya
  664. Hun Pic Tok = Tuhan perang Maya
  665. Huracan = Tuhan angin Maya
  666. Huveane = Tuhan pencipta Basuto
  667. Hyacinthus = Tuhan bunga Yunani
  668. Hyel = Tuhan Pabir dan Bura Nigeria
  669. Hygeia = Tuhan kebersihan Yunani
  670. Hymenaeus = Tuhan pernikahan Yunani
  671. Hyperion = Tuhan Yunani
  672. Hypnos = Tuhan tidur Yunani
  673. Hyposaouranios = Tuhan bangunan Phoenician
  674. Iacchus = Tuhan Yunani
  675. Iahamu = Tuhan Mesopotamia
  676. Iambe = Tuhan humor Yunani
  677. Iapetus = Tuhan Yunani
  678. Iat = Tuhan susu Mesir
  679. Icovellauna = Tuhan penyembuh Gaul
  680. Ida Sang Hyang Widhi Wasa = Tuhan Hindu bali
  681. Idun = Tuhan Norse
  682. Igaluk = Tuhan Eskimo Inuit
  683. Ihoiho = Tuhan pencipta Society
  684. Ihu = Tuhan ternak Mesir
  685. Ihy = Tuhan tarian dan nyanyian Mesir
  686. Ilamatecuhtli = Tuhan Aztek
  687. Ilma = Tuhan udara Finlandia
  688. Ilmarinen = Tuhan besi Finlandia
  689. Ilmatar = Tuhan udara dan pencipta Finlandia
  690. Ilithiya = Tuhan kelahiran Yunani
  691. Ilyapa = Tuhan keramik Inca
  692. Imana = Tuhan pencipta Banyarwanda
  693. Imentet = Tuhan Barat Mesir
  694. Imhotep = Tuhan kebijaksanaan, pengobatan dan sihir Mesir
  695. Imuit = Tuhan perlindungan bawah tanah Mesir
  696. Ina = Tuhan polinesia
  697. Inachus = Tuhan sungai Yunani
  698. Inani = Tuhan beras Jepang
  699. Inanna = Tuhan lisan Sumeria
  700. Inara = Tuhan pelindung hewan liar Hittite
  701. Indra = Tuhan India
  702. Inktomi = Tuhan pencipta Lakota
  703. Inmutef = Tuhan pemegang langit Mesir
  704. Inti = Tuhan Inca
  705. Io = Tuhan Yunani
  706. Io = Tuhan Oceania
  707. Ion = Tuhan Yunani
  708. Iosheka = Tuhan huron (Ontario tengah kanada)
  709. Ipilya = Tuhan petir Aborigin
  710. Iptet = Tuhan kelahiran Mesir
  711. I-Qong = Tuhan Banks
  712. Iris = Tuhan pelangi Yunani
  713. Isaf = Tuhan Inca
  714. Ishkur = Tuhan badai Sumeria
  715. Ishtar = Tuhan cinta Mesopotamia
  716. Isis = Tuhan sihir Mesir
  717. Iskur = Tuhan Sumeria
  718. Itherther = Tuhan sapi Kalyl
  719. Itzamna = Tuhan pencipta reptil Maya
  720. Itzli = Tuhan pengorbanan Aztek
  721. Itzpapalotl = Tuhan pertanian Aztek
  722. Itztlacoliuhqui = Tuhan bintang pagi Aztek
  723. ix = Tuhan Maya
  724. Ix chel = Tuhan bulan Maya
  725. Ix Chup = Tuhan bulan muda Maya
  726. Ixpiyacoc = Tuhan pencipta Maya
  727. Ixtab = Tuhan bulan bunuh diri Maya
  728. Ixtlilton = Tuhan kesembuhan, pesta dan permainan Aztek
  729. Ix Tub Tun = Tuhan batu mulia Maya
  730. Izanagi = Tuhan pencipta Jepang
  731. Izanami = Tuhan pencipta Jepang
  732. Jah = Tuhan Rastafari
  733. Jakuta = Tuhan petir Yoruba
  734. Jana = Tuhan-Tuhan kematian sardinia
  735. Janus = Tuhan Romawi
  736. Jaro = Tuhan Slavik
  737. Jata = Tuhan Dayak
  738. Jehovah = Tuhan kristen three in one
  739. Joh = Tuhan bulan Mesir
  740. Jok = Tuhan hujan Alur (Uganda)
  741. JoMulJu = Tuhan pencipta Korea
  742. Jubata = Tuhan Dayak
  743. Juksakka = Tuhan dukun beranak dan melahirkan Finlandia
  744. Julana = Tuhan juma (Aborigin)
  745. Julunggul = Tuhan Aborigin
  746. Jumala = Tuhan langit Finlandia
  747. Jun Di = Tuhan cahaya Dao
  748. Junkgowa = Tuhan laut dan segala isinya Aborigin
  749. Juno = Tuhan Romawi
  750. Juok = Tuhan Dinka
  751. Jupiter = Tuhan Romawi
  752. Jurupari = Tuhan Guarani
  753. Kaakwha = Tuhan seneca
  754. Kaang = Tuhan pencipta bushmen
  755. Ka ata killa = Tuhan bulan Inca
  756. Kabundungulu = Tuhan Mbunda angola
  757. Kaccha dan Devyani = Tuhan Hindu
  758. Kagu Tsuchi = Tuhan api Jepang
  759. Kaisar Giok = Tuhan langit Cina
  760. Kaka guie = Tuhan roda baule
  761. Kali = Tuhan Hindu
  762. Kalma = Tuhan kematian Finlandia
  763. Kalumba = Tuhan pencipta lumba (Zaire)
  764. Kam = Tuhan huruf A’ Maya
  765. Kami kaze = Tuhan angin Jepang
  766. Kan = Tuhan merah Maya
  767. Kane milohai = Tuhan polinesia
  768. Kannon = Tuhan belas kasih Jepang
  769. Kanu = Tuhan pencipta Baga (Guinea)
  770. Karora = Tuhan pencipta Aranda (Australia)
  771. Kashiwa no kami = Tuhan pohon oak Jepang
  772. Katonda = Tuhan pencipta uganda
  773. Kauket = Tuhan kegelapan dan kekacauan Mesir
  774. Kawano kami = Tuhan sungai Jepang
  775. Kebechet = Tuhan ular Mesir
  776. Kebechsenef = Tuhan Mesir
  777. Ked =Tuhan kematian Zapotec
  778. Kedo = Tuhan hari keenam Zapotec
  779. Kee Zos En = Tuhan matahari Abenai
  780. Kemwer = Tuhan sapi hitam Mesir
  781. Ken = Tuhan venus Mesir
  782. Kewkwaxa’we = Tuhan Kwakiutl (pantai Barat laut Amerika Utara)
  783. Khem = Tuhan kesuburan Mesir
  784. Khepri = Tuhan pembaharuan Mesir
  785. Khnum = Tuhan pencipta tembikar Mesir
  786. Khonsu = Tuhan bulan dan waktu Mesir
  787. Khonvoum = Tuhan Pygmi
  788. Khrisna = Tuhan Hindu
  789. Khuno = Tuhan cuaca Inca
  790. Khuzwane = Tuhan pencipta Lovedu dan VhaVenda Afrika Selatan
  791. Kidili = Tuhan bulan Aborigin
  792. Kied Kie Jubmel = Tuhan rusa Finlandia
  793. Kinich Ahau = Tuhan matahari Maya
  794. Kingu = Tuhan naga Asiria
  795. Kipu Tytto = Tuhan kematian Finlandia
  796. Kishar = Tuhan bumi Babilonia
  797. Kishijoten = Tuhan kecantikan Jepang
  798. Kivutar = Tuhan sakit dan penderitaan Finlandia
  799. Kloskurbeh = Tuhan pencipta Penobscot
  800. Kneph = Tuhan nil Mesir
  801. Kokopelli = Tuhan Indian Winnebago
  802. Koledo = Tuhan Slavic
  803. Kojin = Tuhan dapur Jepang
  804. Kon = Tuhan hujan Inca
  805. Kosensei = Tuhan Jepang
  806. Kothar = Tuhan kecerdasan Kanaan
  807. Koyangwuti = Tuhan Indian Hopi
  808. Koya no myoin = Tuhan gunung koya Jepang
  809. Ku = Tuhan Hawaii
  810. Kuber = Tuhan Hindu
  811. Kui Xing = Tuhan dokumen dan kertas Cina
  812. Kuk = Tuhan kekacauan purba Mesir
  813. Kukulcan = Tuhan ular berbulu Maya
  814. Kuku no chi = Tuhan batang pohon Jepang
  815. Kulitta = Tuhan musik Hittite
  816. Kulla = Tuhan renovasi Babilonia
  817. Kultana = Tuhan kematian Aborigin
  818. Kumarbi = Tuhan Mesopotamia
  819. Kunitokotatchi = Tuhan gunung Fuji Jepang\
  820. Kura o kami = Tuhan hujan Jepang
  821. Kurunta = Tuhan perburuan Hittite
  822. Kusor = Tuhan jendela Kanaan
  823. Kuu = Tuhan bulan Finlandia
  824. Kwaku ananse = Tuhan Akan
  825. Kwan im = Tuhan Cina
  826. Kwannon = Tuhan pengampun Jepang
  827. Kwoth = Tuhan misteri Nuer
  828. Lachesis = Tuhan Yunani
  829. Lada = Tuhan Slavic
  830. Lagua = Tuhan Haida
  831. Lahmu = Tuhan Mesopotamia
  832. Lakshmi = Tuhan Hindu
  833. Lamia = Tuhan Yunani
  834. Lampetia = Tuhan cahaya Yunani
  835. Lan Caihe = Tuhan Cina , satu dari 8 yang abadi, pemabuk dan bingung
  836. Lao jun = Tuhan Dao
  837. La sirene = Tuhan lautan KaribiaLatoeroe = Tuhan Nias
  838. Latta = Tuhan Inca
  839. Learta = Tuhan Latvia
  840. Leda = Tuhan Yunani
  841. Le eyo = Tuhan Masai
  842. Legba = Tuhan bahasa dan takdir Fon (Benin)
  843. Leib Olami = Tuhan keberuntungan Finlandia
  844. Lei Gong = Tuhan naga petir Cina
  845. Leishelemukong = Tuhan latvia
  846. Lei Zu = Tuhan sutera dan ulat sutera Cina
  847. Lela = Tuhan Cuaca Kaonde, Baila dan Tonga Afrika Selatan
  848. Lelwani = Tuhan kehancuran Hittite
  849. Lemminkainen = Tuhan madu Finlandia
  850. Lempo = Tuhan kejahatan Finlandia
  851. Lethe = Tuhan kelupaan Yunani
  852. Leto = Tuhan Yunani
  853. Li Babai = Tuhan Dao
  854. Libanza = Tuhan pencipta upoto (Kongo)
  855. Li Jing = Tuhan penjaga surga
  856. Lim Tho Fap Si = Tuhan Tionghoa
  857. Li Nezha = Tuhan Cina
  858. Ling Bao Tian Song = Tuhan Dao
  859. Lir = Tuhan Celtic
  860. Lisa = Tuhan matahari Dahomey
  861. Li Tieguai = Tuhan Cina, Satu dari yang abadi,
  862. Liu Bei = Tuhan sepatu dan kepahlawanan Cina
  863. Liu Hai = Tuhan kekayaan dan kemakmuran Dao
  864. LLeu = Tuhan Celtic
  865. Loco = Tuhan tanaman dan herba Karibia
  866. Loki = Tuhan Norse
  867. Lono = Tuhan Hawaii
  868. Louhi = Tuhan alam kelam Finlandia
  869. Loviatar = Tuhan Finlandia
  870. Lowalangi = Tuhan tertinggi Nias
  871. Lu Ban = Tuhan tukang kayu Cina
  872. Lucifer = Tuhan satanis
  873. Lu Dongbin = Tuhan Cina, satu dari yang abadi
  874. Lugh = Tuhan Celtic
  875. Lugus = Tuhan matahari Welsh
  876. Luka = Tuhan Dahomey
  877. Lukelong = Tuhan Oceania
  878. Lumaluma = Tuhan perut Aborigin
  879. Lumawig = Tuhan Igorot
  880. Lu Xing = Tuhan Kekayaan dan status Cina
  881. Lyr = Tuhan CelticMaanes = Tuhan Mesir
  882. Maasaw = Tuhan pencipta Hopi
  883. Ma’at = Tuhan kebenaran, keseimbangan dan keteraturan Mesir
  884. Mabon = Tuhan cinta Welsh
  885. Mac ceht = Tuhan Celtic
  886. Macha = Tuhan Celtic
  887. Macuitonaleque = Lima Tuhan kesenangan Aztek
  888. Macuilcozcacuahtli = Tuhan elang Aztek
  889. Macuilcuetzpalin = Tuhan kadal Aztek
  890. Macuilmalinalli = Tuhan kesenangan Aztek
  891. Macuiltochtli = Tuhan alkohol Aztek
  892. Macuilxohitl = Tuhan musik dan tarian Aztek
  893. Madderaka = Tuhan kelahiran Finlandia
  894. Madderatcha = Tuhan roh kecil Finlandia
  895. Mafdet = Tuhan perlindungan Mesir
  896. Maga = Tuhan cinta Celtic
  897. Magyar = Tuhan matahari Hongaria
  898. Mahadewi = Tuhan Hindu
  899. Mahatara = Tuhan Dayak
  900. Mahes = Tuhan musim panas Mesir
  901. Maia = Tuhan Romawi
  902. Maiandros = Tuhan sungai Yunani
  903. Mait Carrefour = Tuhan jalan simpang Karibia
  904. Malinalxochi = Tuhan hewan berbisa Aztek
  905. Mama allpa = Tuhan kesuburan Inca
  906. Mamacocha = Tuhan lautan Inca
  907. Maman Brigitte = Tuhan cinta dan kematian Haiti
  908. Mama oullo = Tuhan perpUtaran Inca
  909. Mama pacha = Tuhan bumi Inca
  910. Mamaquilla = Tuhan bulan Inca
  911. Mamaragan = Tuhan petir Aborigin
  912. Mamitu = Tuhan perjanjian Akkadia
  913. Mamlambo = Tuhan Zulu
  914. Manannan maclir = Tuhan laut Celtic
  915. Manat = Tuhan Inca
  916. Manawydan = Tuhan laut Celtic
  917. Manco capac = Tuhan pencipta Inca
  918. Mangar-kunjer-kunja = Tuhan Aborigin
  919. Manuai = Tuhan Admiralty
  920. Maori = Tuhan pencipta Makeni (Zimbabwe)
  921. Marduk = Tuhan Babilonia
  922. Marisha ten = Tuhan perang dan kemenangan Jepang
  923. Mars = Tuhan Romawi
  924. Massim Biambe = Tuhan reinkarnasi Mundang (Kongo)
  925. Math = Tuhan Celtic
  926. Matlalcueitl = Tuhan nyanyian hujan Aztek
  927. Matsumis = Tuhan setan abenaki
  928. Matunus = Tuhan beruang Celtic
  929. Maui = Tuhan polinesia
  930. Mawaya no kami = Tuhan-Tuhan pengatur Jepang
  931. Mawu = Tuhan bulan Dahomey
  932. Mawu lisa = Tuhan bulan Dahomey
  933. Maya = Tuhan hujan Karibia
  934. Mayahuel = Tuhan alkohol Aztek
  935. Maymon = Tuhan Hades Sardinia
  936. Mbaba Mwana waresa = Tuhan bir Zulu
  937. Mbaz = Tuhan bumi Zapotec
  938. Mbere = Tuhan pencipta Bantu
  939. Mbokomu = Tuhan leluhur Ngombe (Kongo)
  940. Mbombo = Tuhan Bakuba
  941. Mboya = Tuhan bantu
  942. Mdi = Tuhan air Maya
  943. Mebeghe = Tuhan Mitsogo — Gabon, dan Fang
  944. Mebere = Tuhan bantu
  945. Medb = Tuhan Celtic
  946. Mehen = Tuhan ular Mesir
  947. Mehturt = Tuhan langit Mesir
  948. Melletele = Tuhan Baltik
  949. Melpomene = Tuhan Yunani
  950. Melqart = Tuhan Tyre
  951. Melu = Tuhan pencipta Bilan (Mindanao)
  952. Mendes = Tuhan alam Mesir
  953. Meng Po = Tuhan kelupaan dan amnesia Cina
  954. Menhit = Tuhan perang Mesir
  955. Menoetius = Tuhan Yunani
  956. Menrua = Tuhan Etruscan
  957. Men Shen = Tuhan Cina
  958. Menthu = Tuhan perang Mesir
  959. Mercury = Tuhan Romawi
  960. Meret = Tuhan nyanyian dan tarian Mesir
  961. Meretseger = Tuhan kobra Mesir
  962. Merlin = Tuhan sihir Celtic
  963. Meskhent = Tuhan kelahiran Mesir
  964. Metus = Tuhan kebijaksanaan Yunani
  965. Metztli = Tuhan bulan Aztec
  966. Mextli = Tuhan perang dan pengorbanan Aztek
  967. Mictecacihuatl = Tuhan kematian Aztek
  968. Mictlantecuhtli = Tuhan kematian Aztek
  969. Midir = Tuhan Celtic
  970. Mielliki = Tuhan hutan Finlandia
  971. Mihr = Tuhan matahari Armenia
  972. Min = Tuhan kubis dan seks Mesir
  973. Minawara = Tuhan pencipta kangguru Nambutji (Australia)
  974. Minerva = Tuhan Romawi
  975. Minga Bengale = Tuhan pemburu shongon
  976. Minona = Tuhan hutan Fon
  977. Miralalou = Tuhan matahari Wallamba
  978. Miroka = Tuhan Jepang
  979. Miroku = Tuhan Jepang
  980. Misubi no kami = Tuhan cinta Jepang
  981. Mithra = Tuhan Matahari Persia
  982. Mixcoatl = Tuhan perburuan dan perang Aztek
  983. Mm = Tuhan Celtic
  984. Mnala = Tuhan Mandinka
  985. Mnemosyne = Tuhan ingatan Yunani
  986. Mnewer = Tuhan sapi Mesir
  987. Modesty = Tuhan Yunani
  988. Modimo = Tuhan Tswana
  989. Moloch = Tuhan Kanaan
  990. Momotaro = Tuhan Jepa
  991. Momus = Tuhan penyalahan Yunani
  992. Mongan = Tuhan Celtic
  993. Monju = Tuhan buddha Jepang
  994. Mont = Tuhan perang Mesi
  995. Morimi = Tuhan ladang Yoruba
  996. Morpheus = Tuhan mimpi Yunani
  997. Morrigan = Tuhan Celtic
  998. Moshanyana = Tuhan basuto
  999. Mot = Tuhan kematian Kanaan
  1000. Mse = Tuhan kejahatan Zapotec
  1001. Muan = Tuhan utusan Maya
  1002. Mudungkala = Tuhan Aborigin
  1003. Mu Gong = Tuhan keabadian Dao
  1004. Mulac = Tuhan putih Maya
  1005. Mula Djadi Nabolon = Tuhan Batak Toba
  1006. Multultu = Tuhan pencipta kangguru Nambutji
  1007. Muluku = Tuhan pencipta Zambesi
  1008. Mulungu = Tuhan pencipta Bena tanganyika
  1009. Muminu = Tuhan kabut Mesopotamia
  1010. Mummu = Tuhan Mesopotamia
  1011. Mushdama = Tuhan arsitektur Sumeria
  1012. Musso Koroni = Tuhan bambara (Mali)
  1013. Mut = Tuhan ibu Mesir
  1014. Muyingwa = Tuhan Hopi
  1015. Myiagros = Tuhan lalat Yunani
  1016. Mylitta = Tuhan bulan Sumeria
  1017. Mwari = Tuhan pencipta Shona dan Ndebele (Zimbabwe)
  1018. Na Arean = Tuhan Mariana
  1019. Nabu = Tuhan seni tulis Babilonia
  1020. Na’ilah = Tuhan Inca
  1021. Naino Kami = Tuhan gempa Jepang
  1022. Naiteru Kop = Tuhan pencipta Masai
  1023. Naka Yama Tsui Mi = Tuhan lereng gunung Jepang
  1024. Nammu = Tuhan Sumeria
  1025. Namtar = Tuhan ketenangan Sumeria
  1026. Nana = Tuhan anak-anak Sumeria
  1027. Nanabozho = Tuhan Indian Chippewa
  1028. Nana Buluku = Tuhan Fon
  1029. Nankil’slas = Tuhan Haida
  1030. Nana = Tuhan keberanian Aztek
  1031. Nanna = Tuhan Sumeria
  1032. Nanook = Tuhan Inuit
  1033. Nanshe = Tuhan Sumeria
  1034. Nantosueta = Tuhan Celtic
  1035. Nareua = Tuhan pencipta Gilbert
  1036. Nars = Tuhan Inca
  1037. Nasilele = Tuhan Lozi
  1038. Naunet = Tuhan dasar samudera Mesir
  1039. Ndan =Tuhan samudera Maya
  1040. Ndoyet = Tuhan kematian Zapotec
  1041. Ndozin = Tuhan keadilan Zapotec
  1042. Ndriananahary = Tuhan pencipta Nigeria (suku Nigeria di Madagaskar)
  1043. Nechtan = Tuhan Celtic
  1044. Nef = Tuhan ular Mesir
  1045. Nefertem = Tuhan teratai Mesir
  1046. Nehebkau = Tuhan kalajengking Mesir
  1047. Neith = Tuhan alat tenun Mesir
  1048. Nekhabed = Tuhan pelindung kerajaan Mesir
  1049. Nemain = Tuhan Celtic
  1050. Nemersis = Tuhan balas dendam Yunani
  1051. Nemglan = Tuhan burung Celtic
  1052. Neper = Tuhan roti dan bir Mesir
  1053. Nephele = Tuhan Yunani
  1054. Nepit = Tuhan jagung Mesir
  1055. Nepthys = Tuhan penguburan Mesir
  1056. Neptune = Tuhan Romawi
  1057. Nereus = Tuhan basah Yunani
  1058. Nergal = Tuhan bawah tanah Sumeria
  1059. Nerrivik = Tuhan Inuit
  1060. Neteraantmwmw = Tuhan air Mesir
  1061. Nethus = Tuhan Etruscan
  1062. N’gai = Tuhan pencipta Masai
  1063. Ngalyod = Tuhan pengolahan tanah Aborigin
  1064. Ngewo wa = Tuhan pencipta Mende
  1065. Ngurunderi = Tuhan ikan dan nelayan Aborigin
  1066. Niamh = Tuhan Celtic
  1067. Nichiren = Tuhan penulis Jepang
  1068. Nijuhachi Bushu = Tuhan Jepang
  1069. Nike = Tuhan kemenangan Yunani
  1070. Nimba = Tuhan kesuburan baga
  1071. Ninagirsu = Tuhan Akkadia
  1072. Ninazu = Tuhan sihir Akkadia
  1073. Ninepone = Tuhan kesuburan Mitsogo — Gabon, dan Fang
  1074. Ningishsida = Tuhan penjaga gerbang Mesopotamia
  1075. Ningizzida = Tuhan Akkadia
  1076. Ninhursaga = Tuhan Sumeria
  1077. Ninigi = Tuhan beras dan keluarga kaisar Jepang
  1078. Ninkasi = Tuhan bir Sumeria
  1079. Ninlil = Tuhan Akkadia
  1080. Ninsun = Tuhan kebijaksanaan Mesopotamia
  1081. Ninsurta = Tuhan sapi Mesopotamia
  1082. Ninsusinak = Tuhan janji Elamite
  1083. Ninta = Tuhan segala Tuhan Mesopotamia
  1084. Ninurta = Tuhan Akkadia
  1085. Niord = Tuhan Norse
  1086. Niu Lang = Tuhan Cinta Cina
  1087. Nix = Tuhan malam Yunani
  1088. Njambi = Tuhan pencipta Herero
  1089. Njirana = Tuhan Juma (Australia)
  1090. Nkwa = Tuhan Bantu
  1091. Nohock Ek = Tuhan venus Maya
  1092. Nommo = Tuhan Dogon
  1093. None = Tuhan besi dan seni Mitsogo — Gabon, dan Fang
  1094. Notus = Tuhan angin Selatan Yunani
  1095. Nous = Tuhan Hermetisisme
  1096. Nuadha = Tuhan Celtic
  1097. Nu Gua = Tuhan pencipta manusia, pernikahan dan lumpur Cina
  1098. Numakulla = Tuhan Aborigin
  1099. Nun = Tuhan air suci Mesir
  1100. Nusku = Tuhan api Babilonia
  1101. Nut = Tuhan langit dan surga Mesir
  1102. Nuwa = Tuhan Cina
  1103. Nyaliep = Tuhan sungai Nuer
  1104. Nyalitch = Tuhan langit dan hujan Dinka
  1105. Nyambe = Tuhan pencipta Kavango
  1106. Nyambe = Tuhan pencipta koko (Nigeria)
  1107. Nyame = Tuhan Ashanti
  1108. Nyaminyami = Tuhan sungai Batonka (Zambesi)
  1109. Nyankopon = Tuhan langit Ashanti
  1110. Nyiko = Tuhan laba-laba Kamerun
  1111. Nyi roro kidul = Tuhan Jawa
  1112. Nyokonan = Tuhan Kamerun
  1113. Nyonye Ngana = Tuhan pencipta Bushongo
  1114. Nyyrikki = Tuhan perburuan dan ternak Finlandia
  1115. Nzame = Tuhan Bantu
  1116. Oannes = Tuhan laut Yunani
  1117. Oanomochi = Tuhan fuji Jepang
  1118. Oba = Tuhan Yoruba
  1119. Obagat = Tuhan pencipta Pelew
  1120. Obassi Nsi = Tuhan pencipta Ekoi
  1121. Obassi osau = Tuhan pencipta Hausa dan Ekoi
  1122. Obatala = Tuhan pencipta Yoruba
  1123. Occupirn = Tuhan Baltik
  1124. Ochosi = Tuhan perburuan dan keadilan Yoruba
  1125. Odin = Tuhan Norse
  1126. Odoman = Tuhan pencipta Ashanti
  1127. Odudua = Tuhan pencipta Yoruba
  1128. Oeagrus = Tuhan Yunani
  1129. Oenomaus = Tuhan Yunani
  1130. Ogdoad = Tuhan pencipta Mesir
  1131. Ogma = Tuhan Rune Celtic
  1132. Ogo = Tuhan Dogon
  1133. Ogoun = Tuhan logam Yoruba
  1134. Ogoun Badagris = Tuhan phallik Karibia
  1135. Ogoun Fer = Tuhan beragam hal Karibia
  1136. Ogoun Shango = Tuhan api dan petir Karibia
  1137. Oho yama = Tuhan gunung Jepang
  1138. Oisin = Tuhan amnesia dan waktu luang Celtic
  1139. Okina = Tuhan Jepang
  1140. Okuni nushi = Tuhan sihir dan obat-obatan Jepang
  1141. Ollodumate = Tuhan Yoruba
  1142. Olofat = Tuhan pencipta Caroline
  1143. Olokun = Tuhan laut Yoruba
  1144. Olorun = Tuhan langit Yoruba
  1145. Omecihuatl = Tuhan penciptaan Aztek
  1146. Ometechutl = Tuhan kembar Aztec
  1147. Ometotchtli = Tuhan kelinci Aztek
  1148. Onatha = Tuhan Iroquois
  1149. Opochtli = Tuhan perlengkapan berburu dan memancing Aztek
  1150. Oreithya = Tuhan Yunani
  1151. Orso = Tuhan hutan Finlandia
  1152. Orpheus = Tuhan musik sedih Yunani
  1153. Orunmilla = Tuhan kesucian dan kebijaksanaan Yoruba
  1154. Osanyin = Tuhan tanaman obat Yoruba
  1155. Oschun = Tuhan Yoruba
  1156. Oseanus = Tuhan Yunani
  1157. Oshe = Tuhan petir Yoruba
  1158. Oshun = Tuhan cintakreativitas dan sensualitas Yoruba
  1159. Osiris = Tuhan Mesir
  1160. Ossa = Tuhan humor Yunani
  1161. Otus = Tuhan Yunani
  1162. Ouende = Tuhan Mandingo
  1163. Ougou Feray = Tuhan lumpur dan air Karibia
  1164. Ousoos = Tuhan api Phoenician
  1165. Owata tsumi = Tuhan laut Jepang
  1166. Oxlahuntiku =Tuhan bawah tanah Maya
  1167. Oxomoco = Tuhan astrologi Aztek
  1168. Oya = Tuhan Yoruba
  1169. Pachacamac = Tuhan pencipta bumi Inca
  1170. Pah = Tuhan Indian Pawnee
  1171. Paivatar = Tuhan musim panas Finlandia
  1172. Palenque triad = Tuhan Maya
  1173. Pallas = Tuhan Yunani, salah satu Titan, kakek Evander
  1174. Pallas = Tuhan Yunani
  1175. Pan = Tuhan Yunani
  1176. Pana = Tuhan-Tuhan kelahiran Sardinia
  1177. Panacea = Tuhan penyembuh Yunani
  1178. Panathi = Tuhan Hindu
  1179. Pan gu = Tuhan pencipta Cina
  1180. Panjarnya = Tuhan Hindu
  1181. Papa = Tuhan Polinesia
  1182. Paricia = Tuhan banjir Inca
  1183. Pasiphae = Tuhan Yunani
  1184. Pasithea = Tuhan Yunani
  1185. Patecatl = Tuhan obat-obatan Aztec
  1186. Pauahtun = Tuhan huruf N Maya
  1187. Paynal = Tuhan utusan Aztek
  1188. Pekko = Tuhan ladang Finlandia
  1189. Pele = Tuhan Polinesia
  1190. Pemba = Tuhan Bambara
  1191. Penia = Tuhan kemiskinan Yunani
  1192. Perkele = Tuhan setan Lituania
  1193. Perkons = Tuhan Latvia
  1194. Perkunatete = Tuhan Baltik
  1195. Perun = Tuhan Slavik
  1196. Perkunos = Tuhan Baltik
  1197. Persephone = Tuhan bawah tanah Yunani
  1198. Persis = Tuhan Yunani
  1199. Petbe = Tuhan kerjasama Mesir
  1200. Petesuchos = Tuhan buaya Yunani
  1201. Phaetusa = Tuhan Yunani
  1202. Phantasos = Tuhan mimpi Yunani
  1203. Pheme = Tuhan gosip Yunani
  1204. Philammon = Tuhan pemusik Yunani
  1205. Philomenus = Tuhan Yunani
  1206. Phobetor = Tuhan mimpi buruk Yunani
  1207. Phobos = Tuhan teror Yunani
  1208. Phoebe = Tuhan inspirasi Yunani
  1209. Phorcys = Tuhan Yunani
  1210. Phosperos = Tuhan bintang fajar Yunani
  1211. Phylira = Tuhan kertas Yunani
  1212. Pichana Gobeche = Tuhan penyembuhan Maya
  1213. Pichanto = Tuhan gadis Maya
  1214. Piguerao = Tuhan Inca
  1215. Pikullos = Tuhan Baltik
  1216. Pilirin = Tuhan api Murinbata (Australia)
  1217. Pinga = Tuhan Inuit
  1218. Ping Deng Wang = Tuhan neraka Cina
  1219. Piquete Zina = Tuhan kelelawar Zapotec
  1220. Pluto = Tuhan Romawi
  1221. Plutus = Tuhan kekayaan Yunani
  1222. Po = Tuhan Oceania
  1223. Pollux = Tuhan Yunani
  1224. Polyhymnia = Tuhan Yunani
  1225. Pontus = Tuhan laut Yunani
  1226. Porus = Tuhan penjelajahan Yunani
  1227. Poseidon = Tuhan Yunani
  1228. Potrimpos = Tuhan Baltik
  1229. Priapus = Tuhan kesuburan Yunani
  1230. Prometheus = Tuhan Yunani
  1231. Proserpine = Tuhan Romawi
  1232. Proteus = Tuhan laut Yunani
  1233. Psyche = Tuhan kecantikan Yunani
  1234. Punchau = Tuhan matahari Inca
  1235. Pundiel = Tuhan Aborigin
  1236. Pritihivimata = Tuhan Hindu
  1237. Ptah = Tuhan pencipta Mesir
  1238. Ptahil = Tuhan Mandaenisme
  1239. Pyrrha = Tuhan Yunani
  1240. Qadesh = Tuhan cinta dan seks Mesir
  1241. Qamata = Tuhan Xhosa
  1242. Qat = Tuhan Banks
  1243. Qetesh = Tuhan Mesir
  1244. Qi gu = Tuhan pelindung Cina
  1245. Qin Guang Wang = Tuhan neraka Cina
  1246. Qin Shubao = Tuhan pintu Cina
  1247. Qi Yu = Tuhan hujan Cina
  1248. Quaxolotl = Tuhan kembar Aztek
  1249. Quetzalcoatl = Tuhan ular berbisa Aztec
  1250. Quiabelagayo = Tuhan kesenangan dan penderitaan Maya
  1251. Quinuama = Tuhan pertanian Inca
  1252. Qu jiang wang = Tuhan penjaga neraka Cina
  1253. Ra = Tuhan matahari Mesir
  1254. Rabit = Tuhan Mesir
  1255. Rada = Tuhan seni Fon
  1256. Radagast = Tuhan slavic
  1257. Rahman = Tuhan Inca
  1258. Raiden = Tuhan petir Jepang
  1259. Raka = Tuhan Marquesan
  1260. Raluvumbha = Tuhan Baventa (Afsel)
  1261. Ramac = Tuhan Inca
  1262. Rangi = Tuhan polinesia
  1263. Rashnu = Tuhan keadilan Persia
  1264. Rauni = Tuhan kesuburan Finlandia
  1265. Rekko = Tuhan pertanian dan ladang Finlandia
  1266. Renpet = Tuhan keremajaan dan musim semi Mesir
  1267. Renenet = Tuhan keberuntungan dan kesejahteraan Mesir
  1268. Reret = Tuhan kuda nil Mesir
  1269. Reshef = Tuhan wabah Phoenicia
  1270. Reshep = Tuhan perang dan operasi militer Mesir
  1271. Rhadamanthus = Tuhan bawah tanah Yunani
  1272. Rhea = Tuhan Yunani
  1273. Rhea = Tuhan Polinesia
  1274. Rhiannon = Tuhan Celtic
  1275. Rokomautu = Tuhan pencipta Fiji
  1276. Rongo matane = Tuhan Polinesia
  1277. Rosmerta = Tuhan keberhasilan bisnis Celtic
  1278. Roustem = Tuhan sutera Cina
  1279. Ruadan = Tuhan mata-mata dan spionase Celtic
  1280. Rua-haku = Tuhan laut Raitea
  1281. Rudra = Tuhan Hindu
  1282. Rugaba = Tuhan Ankore (Uganda)
  1283. Ruhanga = Tuhan keabadian Banyoro (Uganda)
  1284. Rurusha = Tuhan Hindu
  1285. Ruu = Tuhan Society
  1286. Ruwa = Tuhan Djaga (Kilimanjaro)
  1287. Sabazius = Tuhan Yunani
  1288. Sachmet = Tuhan padang pasir Mesir
  1289. Sadb = Tuhan Celtic
  1290. Sag = Tuhan takdir Mesir
  1291. Sahu = Tuhan orion versi Mesir
  1292. SakIncaru = Tuhan obat-obatan, keadilan dan amal Agni (Guinea)
  1293. Sakpata = Tuhan Dahomey
  1294. Sambo kojin = Tuhan dapur Jepang
  1295. Sampsa = Tuhan biji dan persemaian Finlandia
  1296. Sanbai samo = Tuhan beras Jepang
  1297. Sangen samo = Tuhan fuji Jepang
  1298. Sarakka = Tuhan kelahiran Finlandia
  1299. Saraswati = Tuhan Hindu
  1300. Sarpedon = Tuhan Yunani
  1301. Sarutahiko ohkami = Tuhan jalan simpang Jepang
  1302. Satet = Tuhan banjir Mesir
  1303. Sati = Tuhan Hindu
  1304. Saturn = Tuhan Romawi
  1305. Saulo = Tuhan Latvia
  1306. Scamander = Tuhan Yunani
  1307. Seb = Tuhan Mesir
  1308. Sebek = Tuhan kekuatan Mesir
  1309. Sedna = Tuhan Inuit
  1310. Seker = Tuhan ritual kematian Mesir
  1311. Sekhmet = Tuhan perang dan pertarungan Mesir
  1312. Selene = Tuhan bulan Yunani
  1313. Sengen sama = Tuhan fuji Jepang
  1314. Sepa = Tuhan kesuburan Mesir
  1315. Septu = Tuhan perlindungan dan pertahanan Mesir
  1316. Serapis = Tuhan kebudayaan Yunani
  1317. Serquet = Tuhan perban Mesir
  1318. Seshat = Tuhan perpustakaan Mesir
  1319. Sesmu = Tuhan minyak dan anggur Mesir
  1320. Set = Tuhan badai Mesir
  1321. Shadipinyi = Tuhan suara dan pemabuk Kavango
  1322. Shai = Tuhan nasib baik Mesir
  1323. Shakpana = Tuhan Yoruba
  1324. Shakuru = Tuhan Pawnee
  1325. Shamash = Tuhan matahati dan keadilan Mesopotamia
  1326. Shango = Tuhan Yoruba
  1327. She = Tuhan petir dan perang Yoruba
  1328. Shed = Tuhan pelindung remaja Mesir
  1329. Sheela na gig = Tuhan kesuburan british isles
  1330. Shen nong = Tuhan tanaman, pertanian dan obat herbal Cina
  1331. Shenty = Tuhan sapi Mesir
  1332. Shikwembu = Tuhan pencipta thonga mozambik
  1333. Shina to be = Tuhan angin Jepang
  1334. Shina tsu hiko = Tuhan angin Jepang
  1335. Shojo = Tuhan lautan Jepang
  1336. Shoki = Tuhan setan Jepang
  1337. Shoko o = Tuhan neraka Jepang
  1338. Shoten = Tuhan ganesha versi Jepang
  1339. Shou Xing = Tuhan umur panjang dan usia tua Cina
  1340. Shu = Tuhan udara Mesir
  1341. Shutu = Tuhan angin dan sungai Sumeria
  1342. Si = Tuhan bulan Monche
  1343. Sien Tsang = Tuhan Cina
  1344. Sif = Tuhan norse
  1345. Silenus = Tuhan bir Yunani
  1346. Simage = Tuhan Slavic
  1347. Simatalu = Tuhan pencipta Siberut
  1348. Sin = Tuhan Haida
  1349. Sin = Tuhan bulan Mesopotamia
  1350. Sint holo = Tuhan chippewa
  1351. Sirona = Tuhan penyembuh dan air panas Gaul
  1352. Siwa = Tuhan Hindu
  1353. Skanda = Tuhan Hindu
  1354. Sobek = Tuhan buaya Mesir
  1355. Sogbo = Tuhan Dahomey
  1356. Soko = Tuhan Nupe (Nigeria)
  1357. Soma = Tuhan Hindu
  1358. Song Di Wang = Tuhan neraka Cina
  1359. Song jiang = Tuhan pencuri dan peniup peluit Cina
  1360. Sopona = Tuhan cacar Yoruba
  1361. Sothis = Tuhan Sirius Mesir
  1362. Spercheus = Tuhan sungai Yunani
  1363. Stribog = Tuhan Slavic
  1364. Styx = Tuhan sungai bawah tanah Yunani
  1365. Sucellos = Tuhan keberuntungan Celtic
  1366. Sudika mbambi = Tuhan Mbunda
  1367. Sui Ren = Tuhan ahli masak Cina
  1368. Sukuna biko = Tuhan serangga Jepang
  1369. Sun Bin = Tuhan Cina
  1370. Sun Go kong = Tuhan Kera Cina
  1371. Suonetar = Tuhan pembuluh darah Finlandia
  1372. Supay = Tuhan kematian
  1373. Surya = Tuhan Hindu
  1374. Susan nowo = Tuhan badai, ular dan pertanian Jepang
  1375. Susanoo = Tuhan samudera Jepang
  1376. Suwa’ = Tuhan Inca
  1377. Suzano = Tuhan Jepang
  1378. Svarog = Tuhan Slavic
  1379. Svetoid = Tuhan Slavic
  1380. Swaigstigr = Tuhan Baltik
  1381. Taaroa = Tuhan Tahiti
  1382. Ta’axet = Tuhan Haida
  1383. Tabalduk = Tuhan pencipta Abenaki
  1384. Tailtu = Tuhan bumi Celtic
  1385. Taiowa = Tuhan Indian Hopi
  1386. Tai Suixing = Tuhan waktu Cina
  1387. Tai yi = Tuhan langit Cina
  1388. Tai Shan Wang = Tuhan neraka Cina
  1389. Takami Musubi = Tuhan matahari Jepang
  1390. Taka o Kami = Tuhan hujan Jepang
  1391. Takaro = Tuhan pencipta New Hebrides
  1392. Take Mikazuchi = Tuhan petir Jepang
  1393. Takushkanshkan = Tuhan matahari lakota
  1394. Taliesin = Tuhan penyihir Celtic
  1395. Tamayon Hine = Tuhan Jepang
  1396. Tammuz = Tuhan pertanian Akkadia
  1397. Tanao = Tuhan Oceania
  1398. Tane-mahuta = Tuhan Rurutu
  1399. Tangaroa = Tuhan Oceania
  1400. Tangiia = Tuhan Marquesan
  1401. Tango = Tuhan Marquesan
  1402. Tapio = Tuhan hewan liar dan hutan Finlandia
  1403. Taranis = Tuhan badai Celtic
  1404. Taria-nui = Tuhan nelayan Rarotonga
  1405. Tartarus = Tuhan neraka Yunani
  1406. Taru = Tuhan Hittite
  1407. Tatenen = Tuhan tanaman Mesir
  1408. Taweret = Tuhan ibu dan kelahiran Mesir
  1409. Tecuciztecatl = Tuhan bulan Aztek
  1410. Tefen = Tuhan kejelasan Mesir
  1411. Tefnut = Tuhan keadilan, keteraturan waktu, langit, neraka, dunia akhirat Mesir
  1412. Teisheba = Tuhan perang Urartia
  1413. Telepinu = Tuhan pertanian Syria
  1414. Tellervo = Tuhan susu hutan Finlandia
  1415. Tem = Tuhan Mesir
  1416. Temazcalteci = Tuhan kebersihan Aztek
  1417. Teotihuacan = Tuhan laba-laba Aztek
  1418. Teoyaomiqui = Tuhan ksatria mati Aztek
  1419. Tepeu = Tuhan pencipta Maya
  1420. Tepeyollotl = Tuhan goa dan gempa Aztek
  1421. Tepoztecatl = Tuhan alam roh dan kelinci Aztek
  1422. Terpsichore = Tuhan tarian Yunani
  1423. Teshub = Tuhan badai Syria
  1424. Tethys = Tuhan Yunani
  1425. Teutatis = Tuhan perang Gallic
  1426. Tezcatlipoca = Tuhan malam, kematian dan nafsu Aztek
  1427. Tezcatzontecatl = Tuhan bir Aztek
  1428. Thalassa = Tuhan lautan Yunani
  1429. Thalia = Tuhan Yunani
  1430. Thamrys = Tuhan konser Yunani
  1431. Thanatos = Tuhan kematian Yunani
  1432. Thanit = Tuhan bumi dan kesuburan sardinia
  1433. Thaumas = Tuhan laut Yunani
  1434. Thea = Tuhan Yunani
  1435. Thebe = Tuhan Yunani
  1436. Thelxinoe = Tuhan kesenangan Yunani
  1437. Themis = Tuhan keadilan Yunani
  1438. Thermes = Tuhan petir Finlandia
  1439. Thetis = Tuhan Yunani
  1440. Thixo = Tuhan Xhosa
  1441. Thoeris = Tuhan perlindungan Mesir
  1442. Thonapa = Tuhan matahari Inca
  1443. Thor = Tuhan Morse
  1444. Thoth = Tuhan bulan, penulis, penggambar, geometri, kebijaksanaan,
  1445. pengobatan, musik, astronomi, dan sihir Mesir
  1446. Tia = Tuhan Haida
  1447. Tiamat = Tuhan naga Mesopotamia
  1448. Tian Mu = Tuhan petir Cina
  1449. Tiki = Tuhan pencipta Marquesan
  1450. Tilo = Tuhan Tonga (Malawi)
  1451. Tima-te-kore = Tuhan Marquesan
  1452. Timo-taata = Tuhan Society
  1453. Tinia = Tuhan Etruscan
  1454. Tinirau = Tuhan Marquesan
  1455. tirawa = Tuhan Pawnee
  1456. Tithonus = Tuhan fajar Yunani
  1457. Tjinimin = Tuhan kelelawar Murinbata
  1458. Tlahuizcalpantecuhtli = Tuhan fajar Aztek
  1459. Tlaloc = Tuhan badai, hujan dan kesuburan Aztec
  1460. Tlaoque Nahuaque = Tuhan Aztek monoteistik
  1461. Tlazolteotl = Tuhan pengakuan, pembersihan dan penyelamatan jiwa
  1462. Aztek
  1463. To Fu = Tuhan vegetarian Cina
  1464. Tohil = Tuhan api Maya
  1465. Toho = Tuhan Hopi
  1466. Tonacatecuhtli = Tuhan makanan Aztek
  1467. Tonaeatecuhtli = Tuhan pencipta dan pemberi makanan Aztek
  1468. Tonatiuh = Tuhan matahari, elang dan ksatria langit Aztek
  1469. Tonelli = Tuhan Navaho
  1470. Tonga-iti = Tuhan Marquesan
  1471. Tore = Tuhan pohon, hewan dan perburuan pygmy
  1472. Torngasook = Tuhan Inuit
  1473. Triglar = Tuhan Slavic
  1474. Tripitaka = Tuhan buddha modifikasi Cina
  1475. Triton = Tuhan Yunani
  1476. Tsohanoai = Tuhan Navaho
  1477. Tsui’ Goab = Tuhan khoikhoi
  1478. Tsuku yomi = Tuhan bulan Jepang
  1479. Tuatha de Danann = Tuhan sihir Irlandia
  1480. Tu-chai-pai = Tuhan pencipta Digueno
  1481. Tu Di = Tuhan tetangga Cina
  1482. Tuhan = Tuhan gak jelas, beda cuma huruf depan
  1483. Tuhan-Tuhan Olmec = Tuhan-Tuhan tanpa nama Olmec
  1484. Tujuh jenderal langit = Tuhan-Tuhan peperangan Jepang
  1485. u-matauenga = Tuhan Rurutu
  1486. Tu-metua = Tuhan Marquesan
  1487. Tu-mute-anaoa = Tuhan Marquesan
  1488. Tuonela = Tuhan bawah tanah Finlandia
  1489. Tuonetar = Tuhan kematian Finlandia
  1490. Tuoni = Tuhan bawah tanah Finlandia
  1491. Turan = Tuhan Etruskan
  1492. Tutu = Tuhan Mesir
  1493. Tuulikki = Tuhan pohon Finlandia
  1494. Tyche = Tuhan kebetulan Yunani
  1495. Tyr = Tuhan Norse
  1496. Tzitzmitl = Tuhan Aztek
  1497. Uayeb = Tuhan huruf N Maya
  1498. Udan = Tuhan pencipta Mongol
  1499. Ueuecoyotl = Tuhan Coyote Aztek
  1500. Uhlanga = Tuhan rawa Zulu dan Xhosa
  1501. Ukemochi = Tuhan makanan Jepang
  1502. Ukko = Tuhan langit dan petir Finlandia
  1503. Uksakka = Tuhan kelahiran Finlandia
  1504. Ukqili = Tuhan Zulu
  1505. Ulanji = Tuhan Aborigin
  1506. Ular waktu mimpi (Dreamtime Snake) = Tuhan Aborigin
  1507. Ulgan = Tuhan langit Finlandia
  1508. Umvelinqangi = Tuhan pencipta zulu
  1509. Uneg = Tuhan tanaman Mesir
  1510. Uni = Tuhan Etruscan
  1511. Unkulunkulu = Tuhan Zulu
  1512. Un nefer = Tuhan peradilan Mesir
  1513. Unut = Tuhan kelinci Mesir
  1514. Upelluri = Tuhan angkat berat Hittite
  1515. Urania = Tuhan luar angkasa Yunani
  1516. Uranus = Tuhan Yunani dan Romawi
  1517. Urcaguary = Tuhan harta karun Inca
  1518. Urpihua Chac = Tuhan ikan dan nelayan Inca
  1519. Usha = Tuhan Hindu
  1520. Utu = Tuhan keadilan Sumeria
  1521. Uza = Tuhan Inca
  1522. Uzume = Tuhan tarian Jepang
  1523. Vahiguru = Tuhan Sikh
  1524. Vainamoinen = Tuhan pahlawan Finlandia
  1525. Vali = Tuhan Norse
  1526. Vammatar = Tuhan penderitaan Finlandia
  1527. Vari-ma-te-takere = Tuhan pencipta Marquesan
  1528. Varuna = Tuhan Hindu
  1529. Vasu = Tuhan Hindu
  1530. Vatea = Tuhan Marquesan
  1531. Vayu = Tuhan Hindu
  1532. Ved Ava = Tuhan air Finlandia
  1533. Veles = Tuhan Slavic
  1534. Vellamo = Tuhan air Finlandia
  1535. Venus = Tuhan Romawi
  1536. Vesta = Tuhan Romawi
  1537. Viracocha = Tuhan Inca
  1538. Vichama = Tuhan Inca
  1539. Vivadeva = Tuhan Hindu
  1540. Voltumne = Tuhan Etruscan
  1541. Votan = Tuhan perang Maya
  1542. Vucub Caquix = Tuhan kekayaan Maya
  1543. Vucub Hunahpu = Tuhan Maya
  1544. Vulcan = Tuhan Romawi
  1545. Waang = Tuhan gagak Wurundjeri
  1546. Waaqa = Tuhan oromo (Ethiopia)
  1547. Wadd = Tuhan Inca
  1548. Wadjet = Tuhan kobra Mesir
  1549. Wadj Wer = Tuhan kesuburan Mesir
  1550. Wakahiru me = Tuhan fajar Jepang
  1551. Walo = Tuhan Aborigin
  1552. wandjina = Tuhan pencipta Aborigin
  1553. Waramurungundju = Tuhan kesuburan Gunwinggu (Australia)
  1554. Wati kutjara = Tuhan abirigin
  1555. Wawalaq = Tuhan kesuburan Aborigin
  1556. Wecinus = Tuhan Chippewa
  1557. Wei Cheng = Tuhan pintu Cina
  1558. Wen Chang = Tuhan sastra, buku dan penulisan Dao
  1559. Wepawet = Tuhan anjing Mesir
  1560. Were = Tuhan pencipta Luo (Kenya)
  1561. Whope = Tuhan lakota
  1562. Wi = Tuhan lakota
  1563. Wisnu = Tuhan Hindu
  1564. Wosyet = Tuhan pelindung Mesir
  1565. Woyengi = Tuhan pencipta Ijaw (Nigeria)
  1566. Wu Di = Tuhan Cina
  1567. Wu Guan Wang = Tuhan neraka Cina
  1568. Wulbari = Tuhan Afrika Barat
  1569. Wullungunder = Tuhan Aborigin
  1570. Wuluwait = Tuhan hujan Aborigin
  1571. Wuni = Tuhan pencipta dagamba (Ghana)
  1572. Wuraka = Tuhan kesuburan Gunwinggu
  1573. Wuriupranili = Tuhan Aborigin
  1574. Xaman Ek = Tuhan arah Utara Maya
  1575. Xbalanque = Tuhan jaguar Maya
  1576. Xbaquiyalo = Tuhan monyet kembar Maya
  1577. Xenu = Tuhan Scientologi
  1578. Xeviosa = Tuhan Dahomey
  1579. Xiao Wu = Tuhan penjara Cina
  1580. Xi He = Tuhan cahaya dan ibu dari matahari Cina
  1581. Xilonen = Tuhan jagung muda Aztek
  1582. Xipetotec = Tuhan musim semai Aztek
  1583. Xi Shi = Tuhan krim, kosmetika dan parfum Cina
  1584. Xiuhcoatl = Tuhan kekeringan Aztek
  1585. Xiutecuhtli = Tuhan Aztek
  1586. Xi wang mu = Tuhan keabadian Dao
  1587. Xmucane = Tuhan jagung Maya
  1588. Xmulzencab = Tuhan lebah Aztek
  1589. Xochipili = Tuhan pesta dan jagung muda Aztek
  1590. Xochiquetzal = Tuhan bunga Aztek
  1591. Xolotl = Tuhan petir Aztek
  1592. Xpiyacoc = Tuhan jagung Maya
  1593. Xquic = Tuhan darah Maya
  1594. Xuanxuan Shangren = Tuhan pencipta Dao
  1595. Wuan Wenhua = Tuhan rambut dan sampo Cina
  1596. Xulsigiae = Tuhan kesuburan Celtic
  1597. Yacatecuhtli = Tuhan pedagang Aztek
  1598. Yagus = Tuhan Inca
  1599. Yahweh = Tuhan Yahudi
  1600. Yakushi = Tuhan Jepang
  1601. Yaluk = Tuhan petir Maya
  1602. Yalungur = Tuhan Aborigin
  1603. Yam = Tuhan laut Kanaan
  1604. Yama = Tuhan Hindu
  1605. Yambe Akka = Tuhan Finlandia
  1606. Yansan = Tuhan pencipta Yoruba
  1607. Yasigi = Tuhan tarian, bir dan topeng dogon
  1608. Ya’Uq = Tuhan Inca
  1609. Yeban = Tuhan bawah tanah dogon
  1610. Yen Lo Wang = Tuhan kematian Cina
  1611. Yesus = Tuhan kristen
  1612. Yhi = Tuhan Karraur (Australia)
  1613. Yi = Tuhan pemanah Cina
  1614. Yi Di = Tuhan anggur dan alkohol Cina
  1615. Yingarna = Tuhan pencipta Aborigin
  1616. Yo-ko-mat-is = Tuhan pencipta Digueno
  1617. Yrlunggur = Tuhan Murngin (Australia)
  1618. Yuan Shi Tian Zong = Tuhan pencipta Dao
  1619. Yu Dun = Tuhan cuaca Cina
  1620. Yum Kaax = Tuhan pertanian Maya
  1621. Yu Qiang = Tuhan samudera dan angin samudera Cina
  1622. Yurugu = Tuhan kekacauan Dogon
  1623. Yu Zu = Tuhan cuaca Cina
  1624. Zaka Mede = Tuhan pertanian Karibia
  1625. Zakar = Tuhan mimpi Mesopotamia
  1626. Zamolxis = Tuhan Dacian
  1627. Zanahari = Tuhan Madagaskar
  1628. Zao Gongen = Tuhan buddha Jepang
  1629. Zao Jun = Tuhan perapian Cina
  1630. Zaramama = Tuhan gandum Inca
  1631. Zenmyo = Tuhan Jepang
  1632. Zephyrus = Tuhan angin Barat Yunani
  1633. Zeus = Tuhan Yunani
  1634. Zhang Fei = Tuhan penjagal Cina
  1635. Zhang Guolau = Tuhan Cina, satu dari yang abadi
  1636. Zhang Xian = Tuhan kelahiran dan pelindung anak-anak Cina
  1637. Zhi Nu = Tuhan pemintal dan penenun Cina
  1638. Zhi Songzi = Tuhan hujan Cina
  1639. Zhong Liquan = Tuhan Cina, satu dari yang abadi
  1640. Zhou wang = Tuhan Cina
  1641. Zhuang Lun Wang = Tuhan neraka Cina
  1642. Zhu Rong = Tuhan api Cina
  1643. Zhu Yi = Tuhan sastra Cina
  1644. Zi Gu = Tuhan toilet Cina
  1645. Zinsi = Tuhan dahomey
  1646. Zinsu = Tuhan Dahomey
  1647. Zipacna = Tuhan gunung Maya
  1648. Zocho = Tuhan Selatan Jepang

 

 

 

Perkenalan Pertama

Lahir tanpa agama, lalu dibaptis.
Ikut tepuk tangan sambil nyanyi-nyanyi pada hari Minggu.

Menghabiskan masa pubertas di tengah ambiguitas dan kebingungan .

Lalu naik bus kecil berbekal oleh-oleh sederhana ini.

Rosario

Melewatkan beberapa tahun dan bergumul tentang sosok misterius yang paling menakjubkan sekaligus menggetarkan ini.
Yahwe

Kendati lebih banyak menghabiskan waktu dengan posisi begini.

Tidur

Mangadar Situmorang: Badan Otorita Danau Toba

Ada tiga kata kunci yang diusung keputusan pemerintah untuk membentuk Badan Otorita Danau Toba.

Pertama, koordinasi. Melalui badan ini seluruh dimensi dari sebuah industri pariwisata dapat disinergikan menjadi sebuah paket yang terintegrasi. Kedua, akselerasi. Melalui badan ini pola kerja yang selama ini lambat dan sangat birokratis dicoba dipercepat dengan otorisasi yang tidak saja koordinatif, tetapi juga instruktif. Ketiga, eksekusi. Dengan otoritas tunggal ini, upaya-upaya kompromi antarsektor dan antarinstansi yang kerap membelenggu keputusan hanya sekadar keputusan akan dapat diatasi. Singkatnya, BODT dimaksudkan untuk sesegera mungkin mengeksekusi amanat- amanat konstitusi, Nawacita, atau janji-janji politik presiden.

Namun, penting untuk mempertanyakan seberapa jauh legitimasi dan efektivitas BODT? Pertanyaan ini sangat pantas dijawab untuk kemudian bisa mengatakan bahwa keberadaan BODT adalah sebuah keniscayaan yang patut diapresiasi.

Otoritas pariwisata

Sejumlah kalangan antusias menanggapi keputusan pemerintah membentuk BODT yang mengemban amanah menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia. Walau tidak banyak yang tahu seperti apa itu Monaco atau di mana letak quasi-negara itu, asosiasi instinktif mereka menggambarkannya sebagai sebuah tempat atau situasi yang luar biasa hebatnya, gemerlap, hidup, dan penuh daya pikat.

Itu artinya kawasan Danau Toba, yang selama ini dikenal remote, tertinggal, dan bahkan terancam, akan segera berubah menjadi sangat dekat, mudah dijangkau, dan tempat yang amat menyenangkan dan menghibur. Bersamaan dengan itu, terbayangkan pula kedatangan puluhan ribu wisatawan dari berbagai penjuru mata angin dengan membawa banyak uang untuk dibelanjakan. Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial sekitar 600.000 penduduk yang tersebar di tujuh kabupaten sekelilingnya akan meningkat. Antusiasme berjangka pendek, tetapi lebih realistis ditunjukkan oleh mereka yang memiliki naluri bisnis sangat tajam.

Mengetahui pemerintah akan menggelontorkan sekitar Rp 21 triliun untuk mengubah Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional, mereka mulai menyusun strategi dan langkah-langkah taktis agar bisa mendapat bagian dari berbagai proyek pembangunan baik yang meliputi infrastruktur, seperti pembangunan Jalan Tol Kualanamu-Parapat, jembatan atau bahkan bandara, maupun yang terkait struktur utama dari sebuah industri pariwisata, seperti perhotelan, agen perjalanan, restoran, dan berbagai EO ragam pertunjukan yang akan disuguhkan. Tak tertutup kemungkinan, para pebisnis hitam boleh jadi sudah menyusun daftar usaha yang mungkin dilakukan, termasuk yang berkategori gelap dan ilegal.

Bagi pemerintah sendiri menyulap Danau Toba sebagai tujuan wisata dunia bukanlah sebuah imajinasi. Pemerintah membangun sebuah proyeksi yang berbasis kalkulasi ekonomis dan teknokratis sekaligus politis, sehingga realisasinya tampak sebagai sebuah keniscayaan.

Tidak perlu mempertanyakan legitimasi pembentukan BODT, karena itu adalah prerogatif presiden. Yang patut ditekankan adalah signifikansi pariwisata sehingga ia seakan memiliki kekuatan pemaksa, hingga seorang presiden dan para menteri pun tidak boleh mengabaikannya. Sebagaimana sering dikemukakan pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang menunjang pertumbuhan ekonomi global (3-4 persen) dan nasional (9-10 persen).

Menurut para ahli industri, pariwisata memiliki multiplier effect yang luas. Juga dikemukakan bahwa pariwisata merupakan sektor ekonomi yang tidak terlalu rentan terhadap krisis ekonomi global dan bisa sebagai sabuk pengaman perekonomian nasional apabila krisis terjadi. Eksplanasi makro ini juga berlaku untuk Provinsi Sumatera Utara dan tujuh kabupaten yang terdapat di sekitar Danau Toba.
Potensi wisata yang luar biasa yang dimiliki kawasan Danau Toba tampaknya telah mendorong presiden dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli segera mengonversikannya menjadi sumber penerimaan devisa. Sebagai international geopark warisan sejarah bumi dan turut membentuk peradaban umat manusia, puncak-puncak gunung yang melingkari danau yang luas dan tenang itu adalah komoditas bernilai jual tinggi dan menghasilkan devisa negara.

Proyek dan proyeksi

Hitung-hitungan ekonomis Rizal Ramli tentulah tidak berujung hanya dengan munculnya berbagai proyek-proyek yang bersifat sektoral dan sesaat. Pak Menteri ini pasti telah merangkai sebuah proyeksi tentang ekowisata Danau Toba yang multidimensi, komprehensif, dan berkelanjutan. Proyeksi semacam itu akan memperkuat legitimasi dan efektivitas BODT.

Pertama, BODT perlu sejak awal menyadari bahwa Danau Toba dan kawasan sekitar bukan semata-mata obyek alam, melainkan juga obyek kultural. Masyarakat di sekitar memiliki sejarah dan keterikatan dengan alam. Bangunan kultural ini tidak hanya menghadirkan keunikan, keagungan, atau keluhurannya, tetapi juga termasuk kelemahan dan kekurangannya. Bagi sebagian masyarakat, khususnya subetnik Toba, kaki gunung (pusuk) Buhit diyakini sebagai tempat lahirnya si Raja Batak dan asal-usul masyarakat Batak.
Dari daerah inilah keturunannya selanjutnya menyebar (diaspora) baik di sekitar Danau Toba dan Samosir maupun ke daerah lain di Sumatera, Indonesia, serta mancanegara. Belakangan ini, semakin banyak praktik di mana orang Batak yang meninggal di perantauan dibawa pulang dan dimakamkan di daerah asalnya. Dengan kata lain, Samosir dan daerah sekitar Danau Toba tidak hanya bermakna sebagai tempat (locus), tetapi habitus yang menyatupadukan aspek-aspek teritorial, kultural, dan spiritual. Karena itu, menjadi perlu untuk mengkhawatirkan apakah ritual-ritual semacam itu akan menjadi komoditas yang juga akan “dijual”.

Kedua, sangat penting pula menegaskan bahwa masyarakat setempat harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan budaya baru bernama industri pariwisata ini. Walaupun orang Batak biasa dikenal pintar, tegas, pekerja keras, toleran, dan memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, semua karakteristik itu tidak lantas sejalan dengan tuntutan usaha jasa pariwisata. Layanan berstandar internasional sebagaimana diinginkan boleh jadi merupakan kualifikasi yang justru akan memarjinalkan dan mengeliminasi. Sementara itu, kepintaran dan ketegasan pun tidak selalu berkorelasi positif dengan kesediaan berbagi atau menerima. Justru perlu diantisipasi bahwa sikap-sikap dasar semacam itu akan menjadi sumber konflik, entah horizontal atau vertikal, dan menjadi kontraproduktif terhadap akselerasi seperti yang diinginkan.

Karena itu, tampak cukup jelas bahwa bila BODT ingin menjalankan peran sebagai koordinator, akselerator, dan eksekutor dengan legitimasi dan efektivitas yang tinggi, diperlukan desain pembangunan ekowisata yang berbasis masyarakat (community-based ecotourism) dan sungguh-sungguh memerhatikan respek budaya dan konservasi lingkungan (cultural and environmental conservation). Peran koordinatif yang dijalankan BODT pun hendaknya lebih bersifat fasilitatif dan kolaboratif. Dengan demikian, tetap terbuka ruang bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah kabupaten untuk ambil bagian dalam seluruh proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan keberlanjutannya.

Tidak dapat dimungkiri bahwa semua prinsip di atas akan mewujudkan sustainable ecotourism yang berarti kawasan wisata Danau Toba akan menjadi destinasi yang akan berlangsung untuk selamanya. Ini bukan kumpulan proyek jangka pendek dan sektoral. Pengadaan dan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dermaga, atau fasilitas fisik lainnya dan penataan tata ruang, mungkin bisa dilakukan dalam waktu yang relatif lebih singkat (misalnya sampai 10 atau 15 tahun); tetapi konservasi alam dan nilai-nilai historis dan budaya masyarakat harus terus berlangsung karena sesungguhnya kegiatan dan manfaat ekonomi yang akan diperoleh semuanya bertitik tolak pada konservasi alam, sejarah, dan budaya masyarakat setempat.

Karena itu, keputusan pemerintah mendirikan BODT harus dibaca sebagai mengemban misi ganda yang tidak bisa dipisahkan: merawat (konservasi) dan memanfaatkan (utilisasi). BODT ditujukan untuk memuliakan seluruh kekayaan alam, budaya, tradisi, dan masyarakat, dan pada saat bersamaan memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.

MANGADAR SITUMORANG

(Rektor Universitas Katolik Parahyangan)


 

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Februari 2016, di halaman 7 dengan judul “Badan Otorita Danau Toba”.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén