Jati tertua


Karya: Mim Yudiarto

Sungguhpun hasilku menangkap kalimat malam ini
Dihalangi oleh barisan kata tidak
Aku tetap maju dengan tegak
Aku bukan pecundang yang bisa diusir pulang dengan gampang
Aku adalah bagian dari kawanan yang sedang berburu
Bukan pilu bukan rindu namun tumpahan kata dari udara beku

Perburuan yang melelahkan di lereng Ungaran
Nafas sedikit tersedak karena dingin cukup menyentak
Kalimat yang menyeruak adalah namamu yang akhirnya terkuak
Aku eja terbata-bata karena lidahku selalu tersangkut kata cinta
Aku berterimakasih meski gelap mulai meraba-raba

Ketika senyap mulai tersundut serabut kabut
Pencarianku tak akan lagi luput
Aku yakini itu dengan menulis namamu dengan paku
Di meja panjang yang terbuat dari jati berusia sepuluh windu

Ungaran, 7 Nopember 2017