Photo Source: ArtMarty99

 

Selamat Sore,

Bapak ibu wakil rakyat yang terhormat

Maaf bila mengganggu kenyamanan Anda

Tidak apa-apa, ya?

Biar sore dan mengantuk

Manusia selalu butuh bercerita

Iya, saya berdiri di sini

Memang bermaksud mau bercerita

Bukan demo, tenang saja

Cerita ini tentang Bulan

Seorang gadis remaja

Enam beas tahun usianya

Cantik

Baik hati

Tapi tidak beruntung

Suatu hari, Bulan pernah punya lelaki

“Pacar”, katanya

Tapi saya tidak percaya

Itu bukan pacaran

Itu eksploitasi

Kenapa? Karena lelaki itu umurnya tiga lima

Ada anak

Ada istri

Tapi tak ada otak atau hati

Kenapa tak ada otak?

Karena dia menghamili

Kenapa tak ada hati?

Karena dia lalu lari

Lagu lama? Iya.

Yang disalahkan siapa? Tentu perempuannya.

Yaitu Bulan

Yang tak tahu bahwa bercinta tanpa kondom bisa

bikin hamil

Yang tak sadar bahwa berhubungan satu kali saja

sudah bikin isi

Yang tak paham apa itu penyakit menular seksual

apalagi HIV

Yang tak punya akses pada pengetahuan

Apalagi kontrasepsi

Apalagi otoritas diri

Singkat cerita, Bulan berhenti sekolah

Orangtua marah-marah

Lalu saya tak tahu lagi bagaimana kabarnya

Bapak dan ibu

Saya dengar KUHP kita sedang direvisi

Katanya, besok nanti

Berhubungan kelamin tak menikah

Akan dipenjara

Berapa pun usia pelakunya

Katanya lagi

Mengajari orang tentang kontrasepsi

Akan diciduk polisi

Kalau kamu bukan dokter atau mantri

Saya jadi teringat Bulan

Saya tidak tahu

Apakah di rumah, Bapak Ibu punya putri seusia

Bulan

atau anak-anak lain senasibnya

Akan jadi kriminil!

Sudahlah ditipu lelaki bajingan

Sudahlah tak mendapat pendidikan yang baik

Sudahlah tak ada uang

Sudahlah hamil

Sudahlah berhenti sekolah

Sekarang terancam masuk bui

Katanya karena berzina

Seolah tak ada wakil rakyat yang juga hobi main

lendir di ibukota

Kalau saja Saya punya banyak uang

Saya mau bawa Bulan lari saja

Aborsi di Belanda

Sekolah di Norwegia

Belajar kesehatan reproduksi di Inggris

Di negeri mana saja yang aturannya tidak gila

Sayangnya, Saya bukan orang kaya

Pemerintah kita pun cuma satu

Dan Bulan-bulan yang lain

Mungkin ada lebih dari seribu

Sayangnya.

Seperti dikisahkan dengan penuh haru oleh Akun Twitter @siputriwidi (seorang perempuan, juga tenaga medis) di posting-annya #tolakRKHUPNgawur