Kompilasi Pertanyaan – Seni Rupa Dua Dimensi

Modifikasi pada Seni Rupa 2D

  1. Apa yang membedakan modifikasi seni rupa 2 dimensi dengan seni rupa lainnya?
  2. Apa tujuan menggambar proyeksi dalam seni rupa 2 dimensi?
  3. Di zaman yang modern ini, kebanyakan anak muda mulai tidak memperdulikan karya seni rupa, lalu bagaimana caranya agar anak muda mau peduli lagi akan hal ini?
  4. Pada bagian pewarnaan batik, dijelaskan bahwa ada obat-obatan khusus yang dapat merusak proses pewarnaan batik. Apa obatan khusus tersebut? Mengapa bisa merusak?
  5. Kapan dan dimana membatik pertama kali dilakukan? Dan apa nama kain batiknya disebut?
  6. Dalam membuat Batik, disebut sebagai apakah seseorang yang membuat batik tersebut?
  7. Sebagai pelajar, apa konstribusi atau usaha yang dapat kita lakukan untuk mengenalkan atau menyebarluaskan batik (seni rupa dua dimensi dari Indonesia) di era modern sekarang? Terlepas dari negara jiran (Malaysia) yang mengklaim batik.
  8. Dalam menggambar ilustrasi, teknik apakah yang paling efektif dan mudah digunakan?
  9. Dalam pembuatan batik kita dapat menggunakan pewarna sintetis. Apakah pewarna sintetis tersebut merupakan pewarna yang paling tepat untuk membatik?
  10. Ada beberapa teknik membatik, seperti teknik printing, teknik celup dan lain lain. Teknik apakah yang paling efektif digunakan di jaman sekarang ini?
  11. Adakah jenis kain yang membutuhkan teknik tertentu dalam melakukan proses membatik?
  12. Jenis tumbuhan apa yang dapat diambil daun, buah, batang, atau akarnya untuk dijadikan pewarna batik?
  13. Bagaimana cara mengolah bahan-bahan dari alam agar dapat digunakan sebagai pewarna untuk batik?
  14. Apa sebenarnya alasan warga zaman dahulu menciptakan karya seni batik?
  15. “Arsir” dan “Dusel” adalah cara menggambar dengan garis untuk menentukan gelap terang objek gambar sehingga tampak seperti 3 dimensi. Jelaskan apa perbedaan menggambar menggunakan teknik “Arsir” dengan teknik “Dusel” dan berikan contoh gambarnya!
  16. Seperti yang kita tahu setiap Batik memiliki corak/Motif khasnya masing-masing (Misalnya Batik motif Pekalongan). Apakah tiap motif yang berbeda tersebut mempunyai arti tersendiri?
  17. Jelaskanlah perbedaan prinsip dalam menggambar proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika?
  18. Apa tujuan dari penjemuran kain batik setelah lapisan lilinnya telah lepas?
  19. Batik sudah terkenal di kancah internasional. Batik mana yang paling membanggakan Indonesia?
  20. Batik mempunyai bahan dan alat yang khas atau dapat dikatakan autentik dalam pembuatannya. Untuk konteks batik printing, yang tidak autentik lagi pengerjaannya, apa itu masih bisa disebut modifikasi atau digolongkan dengan penamaan yang berbeda?
  21. Mengapa manusia melakukan modifikasi terhadap seni rupa 2 dimensi?
  22. Sejak kapan Indonesia mengenal seni rupa dua dimensi? Di daerah mana pertama kali seni rupa dua dimensi berkembang dan apa karya seni tersebut sehingga akhirnya tersebar luas ke seluruh Indonesia?
  23. Gambar ilustrasi adalah sebuah gambar yang bertujuan untuk menjelaskan sebuah kejadian/ peristiwa. Jika demikian, apakah komik termasuk ke dalam gambar ilustrasi?
  24. Teknik menggambar ilustrasi apa yang paling sering digunakan pada saat ini? Dan mengapa teknik tersebut lebih sering digunakan dibandingkan dengan teknik lainnya?
  25. Apakah teknik arsir digunakan pada pembuatan film di zaman dulu dan apakah sajakah kegunaan dari teknik arsir selain menggambar sebuah benda dengan menggunakan teknik arsiran?
  26. Ketika kita mengubah sebuah karya menjadi karya yang baru namun bentuknya sudah sangat berbeda dengan aslinya apakah masih disebut dengan modifikasi?
  27. Charcoal sudah banyak digunakan saat ini. Penggunaan charcoal itu sudah lama atau baru saja karena sedang trend saja sehingga menjadi bahan berkarya seni?
  28. Persiapan dalam proses membatik meliputi menyiapkan gambar pola batik. Pola dalam kain batik ada banyak sesuai dengan yang dikehendaki. Jika kita menggambar pola yang berkenaan dengan budaya yang ada, apakah nanti jika kita memodifikasinya dapat mengurangi nilai budaya yang ada? Dan kekhasan apa yang akan kita dapatkan jika kita memodifikasi sebuah seni?
  29. Sejak kapan seni rupa batik berkembang di Indonesia?
  30. Apakah seni rupa dua dimensi bisa menjadi peluang bisnis?
  31. Bagaimana cara pemerintah untuk membudayakan batik agar tidak hilang dari jaman modern?
  32. Berapa kalikah proses pewarnaan batik harus dilakukan agar warna yang dihasilkan sempurna/menarik?
  33. Apakah masih relevan mengajarkan generasi penerus bangsa membatik? Apa manfaat bagi kehidupan generasi penerus dengan diajarkan batik?
  34. Untuk menghasilkan modifikasi seni rupa dua dimensi yang memiliki nilai keindahan, kita harus terlebih dahulu memahami media yang digunakan untuk memodifikasi. Seberapa pentingkah media dalam memodifikasi sebuah seni rupa dua dimensi?
  35. Dalam teknik menggambar ilustrasi, manakah teknik yang paling mudah untuk seorang pemula?
  36. Teknik dan jenis kain apa yang cocok digunakan untuk membuat corak batik Semar yang berasal dari Solo? Apa alasannya?
  37. Apa yang mempengaruhi kurangnya minat remaja terhadap pemakaian batik serta pelestariannya?
  38. Apa hal-hal penting yang dibutuhkan dalam memodifikasi gambar proyeksi? Seberapa sulitkah memodifikasinya dan menghasilkan gambar yg baik?
  39. Sebutkan beberapa hal yang menarik dari batik yang menyebabkan batik digemari sampai ke luar negeri?
  40. Apa sebenarnya peran visual Seni Rupa 2 dimensi terhadap kehidupan sosial budaya manusia?
  41. Apa perbedaan kualitas antara batik cap, batik sablon/printing dan batik stempel?
  42. Gambar proyeksi dapat diklasifikasikan menjadi proyeksi piktorial dan proyeksi ortogonal. Mengapa gambar ilustrasi dapat digolongkan dalam proyeksi piktorial walaupun tidak semua gambar ilustrasi termasuk proyeksi piktorial? (Contohnya gambar perspektif yang merupakan ilustrasi sebuah objek.)
  43. Dari corak gambar ilustrasi karikatur. Bagaimana cara Menemukan humor yang menyidir pada gambar? Sedangkan sekarang semua orang menganggap ilustrasi Humor merupakan kartun.
  44. Apakah memodifikasi objek yang memiliki hak cipta yang lulus dengan referensi?
  45. Dijelaskan pewarna untuk membuat batik ada dari alam dan buatan, bagaimana cara mengolah pewarna batik dari bahan alam, apakah ada campuran bahan lain agar dapat digunakan untuk membatik?
  46. Presiden Soeharto adalah sosok yang mengenalkan batik pertama kali kepada dunia. Saat itu Beliau memakai batik ketika menghadiri Konferensi PBB. Darimanakah Soeharto mendapatkan batik tersebut? Siapa pula yang membuatnya?
  47. Beberapa hari yang lalu, Indonesia mengadakan ajang bergengsi yaitu IMAA (Indonesia Movie Actor Awards) 2020. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa artis nasional yang ternama dan artis pendatang baru. Hal yang unik pada acara tersebut ialah artis-artis menggunakan pakaian nasional, seperti Batik, Kebaya, dan kain-kain songket lainnya. Dan yang mereka gunakan juga telah dimodifikasi baik itu dalam hal bentuk pakaian, warna dan lainnya. Apakah modifikasi tersebut dapat dikatakan mengurangi nilai seni pakaian yang dikenakan?
  48. Ilmu berkembang dari zaman dahulu sampai zaman sekarang, pastinya ilmu yang dahulu ditemukan itu dikembangkan oleh manusia pada zaman berikutnya untuk dapat mencapai sesuatu yang baru misalkan teknologi, manusia selalu meningkatkan ruang lingkup teknologi dari yang hanya bisa untuk mengetik sampai sekarang kita sudah tinggal menggunakan suara kita untuk mengetik kata-kata entah itu di handphone maupun media lainnya. Untuk konteks seni budaya, seni merupakan ilmu yang mengembangkan estetika sesuatu hal ataupun benda, yang juga berkembang di era globalisasi saat ini. Apakah ada media baru untuk menuangkan sebuah seni (terkhusus batik) selain kertas maupun kain? Apakah ada alat-alat baru untuk membuat sebuah batik selain canting dan kuas? Apakah ada metode baru untuk mempercepat pembuatan batik di zaman sekarang tanpa harus menggunakan lilin yang kita gunakan untuk membuat sebuah karya batik tangan, misalnya sebuah alat untuk membuat batik dengan hanya menggunakan komputer yang dilukis di dalam sebuah aplikasi untuk membuat suatu batik yang tidak kalah bermutu dengan batik dengan cara pembuatan manual?
  49. Seni rupa modifikasi adalah karya yang sudah mengalami perubahan menjadi karya yang berbeda tanpa menghilangkan karakteristik asli dari karya tersebut. Namun apakah memodifikasi suatu karya merupakan suatu kewajiban? Dan manakah yang lebih memiliki nilai estetika lebih tinggi, karya sebelum dimodifikasi atau setelah dimodifikasi? Apakah hanya seni rupa dua dimensi yang dapat dimodifikasi?
  50. Apa saja syarat dan aturan dalam menggambar ilustrasi?
  51. Biasanya, pada kain batik yang kita kenakan, kita sering menemukan motif berupa bunga/tumbuhan. Apakah dalam membatik harus selalu mengandung motif bunga/tumbuhan? Motif-motif apa saja yang umum digunakan dalam membatik?
  52. Kapan dan di mana teknik (metode) menggambar proyeksi ditemukan dan berkembang?
  53. Seperti yang kita tahu, bahwa batik tulis mempunyai proses yang lebih panjang dan lebih sulit dibandingkan dengan batik cap. Apakah dalam hal ini kualitas yang dihasilkan oleh batik tulis dan batik cap berbeda? Jelaskan letak perbedaan kualitas dari kedua cara membatik tersebut!
  54. Apakah batik itu hanya bisa digunakan untuk membuat pakaian?
  55. Dari 5 teknik menggambar ilustrasi, teknik apa yang paling tua/paling awal digunakan(ditemukan)?
  56. Apa yang menjadi pembeda dalam menggambar proyeksi Amerika dan Eropa?
  57. Di era globalisasi ini pemasaran kain batik terkadang melonjak turun karena dianggap masih sangat kuno dan terkadang menggunakan kain batik dianggap ketinggalan zaman atau masih sangat tradisional. Bagaimana cara kita untuk menaikkan pemasaran kain batik pada masa ini?
  58. Warna pada Batik cap cenderung lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan batik yang lain, bagaimana dengan pewarna yang digunakan untuk membatik seperti napthol, indigosol, atau remosol, apakah pewarna dalam batik tersebut juga lebih awet dan tahan lama juga?
  59. Setiap daerah memiIiki ciri khas objek Kebudayaannya masing-masing, Apakah Batik dapat menjadi objek penerapan pembuatan pola dari masing masing Kebudayaan di Indonesia?
  60. Sebutkan syarat syarat zat warna batik sintesis!
  61. Sejak terjadinya revolusi Perancis, karya seni bersifat rasional, objektif, klasik dan dimanfaatkan untuk mendidik yang merupakan aliran …
  62. Teknik blok/silhouette itu merupakan teknik menggambar ilustrasi dengan cara menghasilkan dimensi, yaitu dengan cara ditutup penuh tanpa gradasi. Dikatakan juga bahwa gambar yang dihasilkan hanya sebuah bayangan hitam, tetapi tetap membentuk sebuah karakter benda. Bagaimana cara membentuk karakter benda yang berbeda pada teknik tersebut yang hanya menghasilkan dimensi yang dibentuk tanpa gradiasi sehingga hanya berupa sebuah bayangan hitam saja?
  63. Dalam perlengkapan yang digunakan untuk membatik, terdapat salah satu alat yaitu gawangan. Jika media yang digunakan untuk membatik tidak besar, gawangan dapat diganti dengan pembidang yang biasanya digunakan. Bagaimana yang dimaksud dengan pembidang tersebut?
  64. Salah satu bahan yang digunakan untuk membatik adalah lilin. Kualitas lilin yang baik menentukan hasil membatik. Bagaimana cara kita memilih kualitas lilin yang baik untuk membatik?
  65. Salah satu pola geometris dalam batik adalah pola kawung. Batik motif kawung pada awalnya tidak diperbolehkan untuk masyarakat umum, mengapa dahulu batik motif kawung ini hanya diperbolehkan untuk orang yang berasal dari lingkaran keluarga kerajaan?
  66. Dikatakan kalau pewarna yang digunakan untuk membuat batik dapat diperoleh dari alam atau buatan pabrik. Apakah ada perbedaan di antara keduanya? Atau hasilnya akan sama saja?
  67. Apakah upaya yg kita lakukan sebagai warga negara indonesia untuk menjaga dan melestarikan batik?
  68. Kita tahu bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki corak, motif, atau ciri khas batiknya tersendiri. Apa yang menyebabkan corak, motif, atau ciri khas kain batik di setiap daerah berbeda?
  69. Batik terbuat dengan melukiskan lilin menggunakan canting ke media seperti kain. Dapatkah batik diaplikasikan ke media lain selain kain?
  70. Mengapa lilin yang digunakan untuk pembuatan batik, dapat menempel rapi dan bagus pada kain batik tersebut
  71. Apakah dengan memodifikasi sebuah objek pada sebuah karya seni dapat menghilangkan sebuah konsep dasar dari identitas seni (seperti makna, ataupun nilai) itu sendiri
  72. Apa itu kain mori? Dan Mengapa kain tersebut dijadikan sebagai media pembatikan?
  73. Ada 2 jenis proyeksi yaitu proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika. Lantas apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari pemakaian Proyeksi Amerika dan Proyeksi Eropa? Dari kedua jenis proyeksi tersebut manakah yang sering digunakan orang atau lebih mudah untuk diterapkan?
  74. Apakah perbedaan dari komik dan ilustrasi?
  75. Negara Indonesia terkenal dengan batik. Apakah setiap daerah di Indonesia memiliki motif yang sama pada batiknya?
  76. Dalam menggambar ilustrasi tentunya kita ingin memiliki ciri khas sendiri atas karya kita, namun sering kali dituduh meniru ‘style’ milik orang lain. Bagaimana cara agar kita bisa menemukan ‘style’ kita sendiri selain melakukan ATM(Amati, Tiru, Modifikasi)? Karena kebanyakan orang sulit untuk melakukan modifikasi.
  77. Apakah menggambar di dinding gua merupakan suatu modifikasi seni? Konteksnya, pada persepsi awam, modifikasi seni adalah merubah suatu karya menjadi karya yang lebih baik, sedangkan gua bukan merupakan objek karya seni.
  78. Jenis kain apakah yang berkualitas dan biasa atau paling di andalkan untuk membuat batik? Apakah jenis kain dapat memengaruhi buruk atau tidaknya batik? Jika iya, apakah contoh dari jenis kain yang dapat berpengaruh buruk dalam membatik.
  79. Apa beda modifikasi karya seni rupa 2 dimensi dengan karya seni lainnya?
  80. Di buku ada 2 macam media gambar ilustrasi, yaitu ilustrasi hitam putih dan ilustrasi berwarna apa saja keunggulan dari masing masing media gambar ilustrasi tersebut?
  81. Apa yang terjadi jika penggambaran proyeksi dilakukan pada seni rupa tiga dimensi?
  82. Sejak kapankah masyarakat yang berada di Indonesia mulai mengenal ataupun memakai batik? Sejak kapan batik mulai menyebar di Indonesia?
  83. Terdapat lima teknik yang dapat digunakan dalam membuat gambar ilustrasi. Teknik menggambar ilustrasi manakah yang palin efektif, mudah dan cepat dilakukan? Dan teknik menggambar ilustrasi manakah yang umumnya dipakai bagi seorang pemula dalam membuat batik?
  84. Jenis-jenis batik menurut cara pembuatannya ada 3. Dari ketiga jenis tersebut apa saja alat, bahan dan cara untuk membuat ketiga jenis batik tersebut?
  85. Biasanya dalam membatik alat paling utama adalah lilin dan canting. Di dalam canting terkadang lubang untuk keluar lilinnya tersumbat oleh lilin yang sudah mengeras dalam cantingnya. Bagaimana cara mengatasi dan menghindari agar lubang canting tersebut tidak tersumbat oleh lilin yang mengeras?
  86. Dalam membuat batik, kain yang digunakan adalah kain yang berbahan dasar katun, seperti kain mori, kain katun primisma, dan kain sutra. Mengapa kain yang digunakan harus berbahan dasar katun dan tidak menggunakan kain berbahan dasar lain dalam pembuatan batik, seperti kain spandeks, kain linel dan lainnya?
  87. Apakah yang membuat ilustrasi masih banyak diminati oleh banyak orang di zaman ini?
  88. Apa kegunaan menggambar proyeksi dalam kehidupan sehari-hari?
  89. Menggambar proyeksi dapat dikatakan sebagai menggambar bayangan, sedangkan menggambar ilustrasi berarti menggambarkan keadaan suatu peristiwa. Dapatkah kita menggabungkan kedua pengertian itu untuk membuat modifikasi seni dua dimensi yang baru, jika bisa bagaimana prakteknya?
  90. Jelaskan bagaimana seni budaya menjadi kebutuhan mendasar manusia dan masyarakat.
  91. Di era globalisasi sekarang ini banyak bermunculan pakaian yang bernuansa lebih modern yang diminati banyak orang dan pemasarannya cepat serta luas dibandingkan dengan batik. Apakah hal tersebut berdampak bagi pemasaran batik? Serta apakah produksi batik di jaman sekarang ini masih sama dengan produksi batik jaman dulu?
  92. Bagaimana cara/tahapan-tahapan menggambar proyeksi oleh seorang pemula?
  93. Apa saja jenis kain mori?
  94. Bahan pewarna apa yang lebih bagus dalam membatik, pewarna buatan atau pewarna yang diperoleh dari alam? Apakah kekurangan dan kelebihan dari pewarna buatan dan pewarna alam?
  95. Teknik dan jenis kain apa yang cocok digunakan untuk membuat corak batik Semar yang berasal dari daerah Solo? Dan apa alasannya?
  96. Dalam menggambar proyeksi pasti diperlukan bahan. Apa saja bahan-bahan yang digunakan dalam membuat gambar proyeksi?
  97. Apa perbedaan kualitas batik modern dan batik tradisional?
  98. Salah satu alat yang dipakai membuat gambar proyeksi adalah rapido. Untuk mendapatkan kualitas gambar proyeksi yang bagus, disarankan ukuran rapido apakah yang digunakan?
  99. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur seni rupa dua dimensi.
  100. Apakah fungsi dari kertas roti dalam membatik?
  101. Apakah yang dimaksud dengan perkawinan warna?
  102. Apa perbedaan dari batik tradisional dan batik modern dari segi pembuatan, harga dipasaran, atau dalam hal lainnya?
  103. Apakah yang menginspirasi pendahulu saat ia menemukan atau membuat karya seni yang kita kenal sebagai Batik sekarang?
  104. Jelaskan secara singkat sejarah batik di Indonesia!
  105. Apa sajakah struktur canting?
  106. Bagaimanakah perkembangan seni ilustrasi di indonesia hingga saat ini dan apa manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia?
  107. Sebagai siswa/i dari negara Indonesia, apa usaha yang dapat kita lakukan untuk menyebarluaskan dan menjaga kelestarian batik ( seni rupa dua dimensi dari Indonesia ) dengan adanya bantuan gadget / internet yang sekarang melekat pada kehidupan kita?
  108. Wujud kain Batik yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada gambar yang menjadi identitas.
  109. Apakah penggambaran pola batik ke dalam aplikasi seni digital atau seni multimedia termasuk ke dalam kegiatan membatik?
  110. Dalam seni rupa 2 dimensi aspek apa saja yang kita perlukan untuk menentukan corak ekspresi yang termuat dalam seni tersebut?
  111. Lilin berfungsi untuk menutup permukaan kain, selain itu adakah pengaruh dari lilin dalam pembuatan kain batik?
  112. Adakah jenis kain yang membutuhkan teknik tertentu atau langkah khusus dalam proses membatik? Jika ada, apakah kualitas yang dihasilkan akan berbeda atau justru sama dengan teknik yang digunakan pada kain umumnya?
  113. Dalam membatik terdapat beberapa jenis ragam hias yang digunakan untuk pola batik, yaitu pola geometris, naturalis dan benda mati. Bisakah dalam satu batik terdapat 2 atau lebih jenis ragam hias yang digunakan (Contoh : menggunakan pola naturalis dan benda mati)? Jika bisa sebutkan contoh batiknya!
  114. Pada materi menggambar proyeksi terdapat garis proyeksi yang memiliki arah yang sejajar dan arah yang memusat.Berdasarkan cara menggambarnya apakah perbedaan dari kedua arah tersebut?
  115. Apakah perbedaan antara lilin klowong dan lilin tembok? Apakah salah satu lilin kualitasnya lebih bagus atau apakah dengan memakai lilin yang berbeda akan mempegaruhi hasil akhir dari membatik?
  116. Bagaimana tahapan tahapan untuk menggambar ilustrasi oleh seorang pemula yang ingin membuat gambar ilustrasi? Bagaimana kita mengidentifikasi jenis objek gambar ilustrasi itu!
  117. Apa fungsi dari menggambar proyeksi dan bagaimana langkah-langkahnya?
  118. Jelaskan apa saja teknik tutup-celup dalam membatik!
  119. Sebagai pemula dalam ingin membuat batik, motif apa yang seharusnya di buat dan sebagai pemula apa hal yang perlu kita perhatikan sebelum mulai membatik?
  120. Mengenai Gambar Karikatur dan Gambar Kartun dalam gambar ilustrasi, keduanya mempunyai suatu nilai yang sama, yaitu bersifat Humor. Sehingga si penikmat karya seni tidak salah tafsir, gambar ilustrasi mana yang dimaksudkan untuk menghibur (Kartun) dan gambar mana yang dimaksudkan untuk menyampaikan nilai kritis (Karikatur).
  121. Dalam pembuatan ilustrasi apa saja syarat dan kententuan dalam menggambar ilustrasi?
  122. Apa perbedaan antara canting dan cap dan mana yang lebih sering digunakan dalam membatik?
  123. Pada awalnya batik digunakan kaum apa? Digunakan pada saat apa?
  124. Dikatakan bahwa kain mori memiliki tingkatan kehalusan, jenis nya pun bermacam macam. Kualitas kain mori menentukan baik buruknya kain mori yang dihasilkan. Bagaimanakah ciri-ciri kain mori yang berkualitas bagus dan layak? Tingkat kehalusan dan jenis yang bagaimana yang dapat menghasilkan kain batik yang bagus?
  125. Bagaimana dan kapan menggambar proyeksi dan menggambar ilustrasi pertama kali ditemukan oleh umat manusia?
  126. Dari segi bentuknya, apa yang membedakan antara canting reng-rengan dan canting isen?
  127. Ada 4 corak dalam gambar ilustrasi, yakni realis, karikatur, kartun dan dekoratif. Karikatur dan kartun sama-sama mengandung humor yang menghibur. Jadi apa yg membedakan keduanya?
  128. Pewarna yang digunakan untuk membatik dapat diperoleh dari alam maupun buatan pabrik. Apa jenis pewarna yang paling bagus dan efektif yang digunakan untuk membatik
  129. Setiap pola dalam batik pastilah memiliki makna, apa makna batik dengan pola kawung? Serta dari daerah manakah pola kawung ini biasanya berasal?
  130. Mengapa batik menjadi warisan budaya Indonesia?
  131. Garis proyeksi memiliki arah yang paralel dan sentral. Apakah maksud dari pernyataan tersebut?
  132. Bahan batik yang digunakan adalah lilin klowong dan lilin tembok. Dari mana asal kedua lilin tersebut? Apa yang terkandung dalam lilin tersebut sehingga berbeda dengan lilin lainnya?
  133. Seperti apakah proyeksi yang digunakan dalam menggambar batik di daerah-daerah yang ada di Indonesia?
  134. Bagaimana gambar batik pola geometris meander?
  135. Perlengkapan ataupun peralatan yang biasa digunakan untuk membatik yaitu canting, cap, kuas, dan lainnya. Fungsi cap dengan canting sama, yaitu sebagai pembentuk pola batik dengan cairan lilin. Apakah alat cap juga terbuat dari tembaga seperti canting?
  136. Di setiap daerah memiliki corak batik yang berbeda-beda. Apa saja corak batik yang ada di Indonesia?
  137. Apa yang membuat batik bisa populer?
  138. Dalam proses pewarnaan, ada obat obatan khusus yang dapat merusak proses pewarnaan batik. Apa obat obatan khusus tersebut? Mengapa bisa merusak?
  139. Sejak abad keberapa kesenian Batik ada di Indonesia?
  140. Bagaimana cara mengelolah bahan dari alam untuk digunakan sebagai pewarna batik?
  141. Dikarenakan sumber daya dan ketelitian yang besar, batik cap, canting dan tulis dijual dengan harga yang cukup mahal, sehingga masyarakat beralih ke batik printing yang harganya lebih terjangkau dan membuat pembatik rugi. Apa yang harus pembatik lakukan untuk mengatasi masalah ini?
  142. Canting-canting yang digunakan dalam membuat batik memiliki jenis yang berbeda sesuai caranya. Apakah guna dari perbedaan carat tersebut?
  143. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perkawinan warna!
  144. Dalam menggambar ilustrasi terdapat 4 corak yaitu realis, karikatur, kartun, dan dekoratif. Corak apa yang paling tua dan paling bersejarah dalam menggambar ilustrasi dan bagaimana perkembangannya sekarang ini?
  145. Apakah warna dasar dari sebuah karya seni dapat diubah melalui proses modifikasi? Dan bagaimana cara mengubah warna dasar dari suatu karya seni tanpa mengubah makna yang terkandung di dalamnya?
  146. Jika memodifikasi artinya merubah, apakah merubah teknik dari pembuatan suatu karya seni 2 dimensi juga termasuk modifikasi seni rupa tersebut?
  147. Apakah dengan memodifikasi objek, karya seni rupa kita akan selalu memiliki nilai keindahan? Dan bagaimana jika kita memodifikasi objek tersebut dan menghilangkan karakteristik asli dari objek tersebut?
  148. Apakah modifikasi terhadap karya seni rupa mempunyai peluang untuk menurunkan nilai estetika karya tersebut?
  149. Mana lebih efisien membuat batik hanya dengan menggunakan canting tanpa dibantu oleh kuas untuk menutup bidang gambar yang luas dibandingankan dengan mencanting dengan bantuan kuas? Apakah hasil menggunakan canting saja lebih menarik? atau sebaliknya?
  150. Mengapa unsur utama gambar ilustrasi hanya manusia, hewan, dan tumbuhan saja?
  151. Apakah memodifikasi objek yg memiliki hak cipta/ lulus dengan referensi merupakan hal yang buruk (ilegal)?
  152. Apa saja jenis gambar proyeksi berdasarkan arah garis pemroyeksi nya selain gambar proyeksi orthogonal?
  153. Mengapa kita harus memulai dari warna yang paling muda sampai warna yang paling tua pada saat proses membatik? Untuk apa kain yang telah diwarnai tersebut dipanaskan dengan air mendidih dalam dandang?
  154. Apa saja syarat syarat dan aturan dalam menggambar ilustrasi?
  155. Apakah menggambar proyeksi memiliki peran dan kegunaan dalam kehidupan sehari hari kita?
  156. Apa yang dimaksud dengan distilasi?
  157. Apakah cover pada buku sangat penting? Mengapa?
  158. Bagaimana cara kita dalam mengetahui bahwa lilin yang kita pakai untuk membatik itu dalam kualitas baik?
  159. Kata menjiplak lebih condong ke menggambar proyeksi atau menggambar illustrasi?
  160. Motif apa saja yang dapat dibuat dalam pembuatan batik?
  161. Bagaimana tanggapan masyarakat Internasional pertama kali saat batik dikenalkan kepada seluruh dunia?
  162. Batik terdapat di berbagai daerah seperti Solo, Pekalongan, dan lain-lain. Apa perbedaan dari batik-batik di berbagai daerah tersebut?
  163. Corak pada batik biasanya menunjukkan makna apa?
  164. Apakah masih relavan mengajarkan generasi penerus bangsa membatik? Apakah masih manfaat bagi kehidupan generasi penerus untuk membatik sedangkan zaman sekarang orang orang selalu mengikuti tren dan tidak ingin direpotkan?
  165. Apakah ide dasar bentuk desain yang digunakan dalam membatik?
  166. Apa fungsi menggambar proyeksi? Untuk apa dilakukan modifikasi menggambar proyeksi? Siapa yang memperkenalkan menggambar proyeksi untuk pertama kali?
  167. Bagaimana hasil batik apabila menggunakan bahan kain lycra? Apakah Ada akan menghasilkan kain batik yang sempurna?
  168. Apakah aturan yang perlu diperhatikan dalam memodifikasi karya seni sehingga nilai nilai seni yang terkandung dalam karya seni tersebut tidak hilang?
  169. UNESCO telah menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Adakah warisan budaya Indonesia lainnya yang ditetapkan oleh UNESCO selain Batik? Dan adakah syarat-syarat tertentu untuk penetapannya?
  170. Apakah batik masih sering digunakan untuk zaman modern ini padahal, sudah banyak baju modern yang lebih mudah digunakan oleh masyarakat saat ini. Jadi apakah batik masih perlu digunakan? Bagaimana cara/langkah-langkah yang baik dan benar dalam memodifikasi seni rupa 2 dimensi agar karya dari modifikasi tersebut bertambah nilai estetikanya? Pola gambar pada kain batik dapat diperoleh dari ragam hias yang dikembangkan melalui benda alam yang distilasi. Apa maksud dari benda alam yang distilasi tersebut? Apakah semua objek yang ada bisa dimodifikasi menjadi karya seni yang indah atau hanya objek tertentu saja yang dapat dimodifikasi? Bagaimana teknik mewarnai kain batik jika ingin dibuat lebih dari dua warna?
  171. Jenis kain apa yang cocok digunakan untuk membatik?
  172. Apa manfaat dari menggambar proyeksi? Apakah ada Juga manfaatnya selain di bidang seni misalnya ke bidang teknik?
  173. Proses memodifikasi berpedoman pada media yang digunakan dan dikembangkan berdasarkan tema dan makna yang disampaikan sebagai acuan keindahan. Apakah ada syarat atau kriteria tertentu yang dapat digunakan sebagai penggambaran acuan keindahan yang disebutkan? atau hanya mengacu pada keindahan menurut perspektif pribadi masing- masing yang sedang menilai keindahan karya tersebut?
  174. Bagaimana sejarah awal perkembangan kesenian batik di Indonesia hingga akhirnya diakui oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan?
  175. Apa tujuan dalam memodifikasi sebuah objek (2 dimensi) dan apa yang di modifikasi dalam objek tersebut? Berikan contohnya.
  176. Hal yang menarik dari batik cap adalah pada proses perkawinan warna. Sebutkan apa yang dimaksud dengan proses perkawinan warna?
  177. Bagaimana cara agar proses pembuatan batik tulis yang panjang dan lama menjadi singkat dan efisien?
  178. Seni tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, sejak dahulu kala hingga sekarang manusia telah menggunakan seni dalam bidang bidang tertentu, mulai dari kepentingan religius, adat dan budaya, hingga kepentingan komersial. Setiap manusia dilahirkan mempunyai darah seni. Tanpa disadari kita beraktivitas apapun dan dimanapun kita telah melakukan aktivitas seni. Sebagian manusia mengatakan dunia tanpa seni itu membosankan, dunia hanya akan seperti itu-itu saja, monoton karena tidak ada sesuatu yang baru yang dilahirkan. Ya mungkin tidak akan ada modernisasi yang ada hanya zaman prasejarah saat teori Darwin dipercaya. Pada era modernisasi ini, seni mulai di-upgrade ke jenjang yang lebih tinggi (itu jika kita melihat dari sudut pandang seni modern). Disisi lain Seni saat ini juga sudah banyak yang berkurang peminatnya. Akankah suatu saat nanti ada kala dimana manusia akan tidak lagi menggunakan seni? atau akankah seni selalu ada tapi selalu berevolusi sesuai zaman, seperti terciptanya seni 4 dan 5 dimensi yang saat ini masih terdengar aneh? Atau lebih dalam lagi bagaimana kondisi manusia apabila manusia tidak pernah mengenal seni? Seberapa pentingkah seni bagi kehidupan manusia, sehingga dikatakan manusia tidak bisa lepas dari seni?
  179. Teknik yang digunakan untuk menggambar ilustrasi dengan cara menggoreskan garis secara berulang-ulang yang akan menghasilkan gelap-terang serta dimensi atau atau objek dengan kedalaman tertentu disebut dengan teknik?
  180. Mengapa gambar proyeksi dapat dikatakan sebagai gambar bayangan suatu benda?
  181. Apakah ada persamaan antara menggambar proyeksi dengan menggambar ilustrasi?
  182. Bagaimana cara atau kreasi yang dapat dilakukan oleh anak bangsa dalam mempertahankan batik agar tetap menjadi salah satu budaya Indonesia yang mendunia?
  183. Corak gambar ilustrasi bagian dekoratif biasanya dibuat dari benda alam, contohnya?
  184. Bagaimana jika beberapa orang tidak mengerti dan tidak mengetahui arti dari gambar proyeksi?
  185. Pose gerak manusia disebut …
  186. Mengapa menggambar proyeksi termasuk dalam memodifikasi objek dan apa contoh sederhana yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari?
  187. Apakah batik yang dibuat dengan manual (tangan sendiri) memiliki perbedaan dengan batik yang dicetak dengan mesin?
  188. Bagaimana cara membuat pewarna pada batik?
  189. Karikatur merupakan penggambaran ilustrasi secara berlebihan dengan cara mengubah atau mendeformasi bentuk. Apa makna dari adanya ilustrasi yang berlebihan tersebut?
  190. Jelaskan bagaimana cara melakukan teknik menggambar transparan beserta contohnya!
  191. Teknik menggambar ilustrasi dengan cara menghasilkan dimensi, yaitu dengan cara ditutup penuh tanpa gradasi disebut teknik?
  192. Gambar ilustrasi mengilustrasikan sesuatu, berarti harus dari pemikiran si penulis. Apakah pernyataan ini benar?
  193. Apakah pemerintah memiliki peran dalam menjaga kelestarian batik? Jika ada, sebutkan!
  194. Batik diketahui memiliki banyak macam pola di setiap daerah. Adakah pola tertentu yang dianggap keramat atau istimewa sehingga tidak diperbolehkan digunakan oleh masyarakat bebas?
  195.  

    Bagaimana cara mengolah hal-hal dari alam seperti daun-daunan, buah-buahan, batang-batangan kayu, dan akar-akaran tumbuhan menjadi suatu pewarna yang digunakan untuk membatik suatu kain?

  196. Apakah industri batik berkembang hanya di dalam negeri saja?
  197. Pada bahan berkarya seni rupa 2 dimensi, disebutkan bahwa tekstur ditentukan oleh warna. Mengapa dan bagaimana bisa warna dapat menentukan tekstur?
  198. Dijelaskan bahwa pada proses pembuatan batik, batik cap lebih bertahan lama dibandingkan dengan batik yang lain. Mengapa batik cap dapat lebih awet dan bertahan lama? Padahal kalau dilihat-lihat proses pembuatan batik cap hanya menggunakan alat cap yang cara kerjanya seperti di stempel saja. Apakah alasan yang membuat hal itu dapat terjadi?
  199. Apakah kelebihan dari membuat ilustrasi dengan teknik digital dan manual?
  200. Garis pemroyeksi yang sejajar tegak lurus terhadap bidang gambar menghasilkan gambar proyeksi ortogonal, yang dimaksud dengan proyeksi ortogonal adalah?
  201. Canting loron digunakan untuk membuat garis rangkap. Yang dimaksud garis rangkap yang bagaimana?
  202. Terdapat 5 teknik menggambar ilustrasi salah satunya adalah teknik aquarel. Apakah yang dimaksud teknik aquarel?
  203. Salah satu tantangan batik Indonesia adalah warga Indonesia sendiri yang lebih suka menggunakan batik palsu dari Cina hal ini karena Cina juga punya kebudayaan batik namun berbeda dari indonesia. Bagaimana cara untuk bisa mengurangi pembelian batik palsu tersebut agar batik asli Indonesia dapat tetap laris terjual?
  204. Kita sudah mengetahui bagian-bagian penting dari proyeksi yang merupakan gambar bayangan yang berasal dari benda imajiner. Bagaimana kita bisa membuat sebuah bayangan yang imajiner dari titik-titik dan garis sederhana? Apa aturan yang perlu dilaksanakan untuk menghasilkan sebuah gambar proyeksi?
  205. Fungsi dandang adalah sebagai kuali besar tempat melorod kain batik. Apa yang dimaksud dengan melorod, bagimana tahapannya, dan apakah tujuannya dilakukan?

     


Memperlakukan COVID sebagai Sparing Partner Pendidikan

COVID-19 membawa derita sekaligus menyertakan hikmah, terutama terkait cara kerja dan cara belajar. Ada cara kerja baru.

Jika biasanya harus datang ke kantor dan sekolah, kini di era new normal harus WFH, work from home. Semuanya dikerjakan di rumah.

Sekolah dan kuliah juga demikian. Bagi yang belum terbiasa, tentu ini merupakan hari-hari yang ‘menegangkan’. Bukan karena Korona, melainkan lebih karena gaptek.

Siswa mengeluh. Guru mengeluh. Orangtua juga mengeluh. Umumnya keluhan itu bermuara pada kenyataan bahwa mereka tidak segera mampu beradaptasi dengan situasi serbadaring. Masuk akal. Karena beradaptasi itu memang tidak nyaman.

Untuk sepenuhnya menyesuaikan dengan situasi baru (New Normal/Tatanan Baru/Habitus Baru) akibat Korona ini, seorang insan pendidik harus berupaya ikhlas, cerdas, keras, mawas dan tuntas (meminjam jargon yang digunakan Hyronimus Ghodang pada sebuah seminar di Pematangsiantar, 12 Agustus 2020)

Satu hal menarik, situasi #BelajarJarakJauh menjadi momen yang tepat untuk mengeksekusi pendekatan heutatogis, sebuah pendekatan baru yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajari di kelas dan bagaimana mereka akan mempelajarinya.

Heutagogi

Heutagogi ialah studi tentang pembelajaran mandiri, yang menerapkan pendekatan holistik untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, dengan menempatkan peserta didik sebagai ‘agen utama dalam pembelajaran mereka sendiri, yang terjadi, sebagai akibat dari pengalaman pribadi’

Dalam ulasannya, Khoiruddin Bashori (Direktur Advokasi dan Pemberdayaan Masyakarat Yayasan Sukma Jakarta) menjelaskan bahwa pendekatan ini diperkenalkan Stewart Hase dan Chris Kenyon pada era 2000-an. Dalam publikasi pertamanya, mereka menggambarkan heutagogi sebagai ekstensi dari andragogi, model pembelajaran orang dewasa yang diperkenalkan Knowles sekitar 1968. Pada heutagogi pembelajar bertanggung jawab tidak hanya soal apa yang dipelajari, akan tetapi juga cara belajar dan bagaimana mengevaluasinya.

Pelajar dapat memutuskan apa yang harus disertakan dalam kurikulum yang fleksibel. Heutagogi berbeda dari andragogi karena pendekatan ini lebih mendasarkan diri pada penelitian-penelitian neuroscience. Bukti-bukti neuroscience memperkuat gagasan bahwa manusia ternyata memiliki kecenderungan belajar dengan mengunakan eksplorasi, pengujian hipotesis, semua indra, pengalaman, mimikri, refleksi, konteks, dan memori.

Pada heutagogi, pelajar didefinisikan sebagai pusat proses belajar mengajar dan menjadi agen aktif dari keseluruhan pengalaman belajar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pada penilaian. Oleh karena itu, heutagogi menjadikan peserta didik sebagai pusat belajar, berbeda dengan pedagogi yang pembelajarannya lebih terpusat pada guru/dosen.

Dalam pendekatan ini, tugas pendidik sudah tidak lagi sebagai pengajar, akan tetapi sebagai pendamping atau sahabat belajar. Siemens (2013) mengatakan, “Di masa lalu untuk mendapatkan pengalaman belajar mengajar, orang harus membayar sejumlah uang, mereka harus berada di pusat pengalaman. Kita membutuhkan sekolah-universitas untuk melakukan banyak mediasi pengetahuan… [Sekarang] siswa-mahasiswa dapat langsung pergi ke sumbernya, dan mereka tidak perlu sekolah universitas untuk memainkan peran mediasi.” Kemandirian belajar yang didengungkan kementerian pendidikan sudah sesuai dengan semangat zaman.

Namun, heutagogi memerlukan kesiapan, kematangan, dan kemandirian belajar yang lebih tinggi. Dan oleh karena hampir sepenuhnya terpusat pada pelajar, keberhasilan penggunaan heutagogi sangat ditentukan seberapa jauh kesiapan, kematangan atau kemandirian pelajar.

Meskipun demikian, suka atau tidak suka, di era digital yang serbadaring ini siapa pun tidak dapat menghindari penggunaan e-learning jika tidak ingin tertinggal di sudut peradaban. Berkaitan dengan kesiapan pelajar, Canning (2010)  menggambarkannya dalam sebuah segitiga dengan tiga lapis.

Lapis pertama paling bawah ialah pedagogi dengan kematangan dan kemandirian siswa paling kecil.

Kedua, andragogi dengan level kemadirian lebih besar.

Adapun heutagogi memerlukan kematangan dan kemandirian paling tinggi.

Dengan kata lain kendali dan arahan desain dari pengajar paling kecil.  Di antara keuntungan penggunaan heutagogi ialah:

  • Meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis dan reflektif.
  • Memacu keterlibatan dan motivasi mereka.
  • Mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan pribadi.
  • Meningkatkan kemampuan untuk menyelidiki dan mempertanyakan ide-ide serta menerapkan pengetahuan dalam situasi praktis.
  • Mendukung pengembangan ide-ide segar dan percaya diri.
  • Membuat lebih cakap dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
  • Membantu mereka mengembangkan keterampilan kerja tim dan manajemen proyek.

Tahapan implementasi 

Merancang kontrak belajar merupakan langkah pertama dalam menerapkan pendekatan heutagogis. Pada fase ini, siswa dan guru bekerja sama untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar dan hasil yang diharapkan. Di antara pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab adalah; apa yang ingin dipelajari siswa? Hasil apa yang diharapkan dari pengalaman belajar? Apa tujuan kurikulum spesifik yang dibutuhkan?

Kontrak belajar membantu siswa memutuskan apa yang ingin mereka pelajari dan menentukan jalur pembelajaran individual mereka sendiri. Pendekatan heutagogis hanya mungkin jika kurikulumnya fleksibel dan mempertimbangkan pertanyaan, motivasi, dan pergeseran pemikiran peserta didik sebagai akibat dari apa yang telah mereka pelajari.

Siswa harus mampu membuat kurikulum sendiri, yang dapat beradaptasi dengan kebutuhan masing-masing.   Siswa mungkin saja diminta untuk membuat perencanaan berdasarkan seperangkat tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, akan tetapi mereka memiliki kebebasan untuk mengidentifikasi apa dan bagaimana mereka belajar.  Penilaian merupakan bagian penting dari semua pendekatan instruksional, termasuk heutagogi.

Namun, dalam pendekatan ini, siswa merancang sendiri penilaian belajarnya. Bukan menjalani tes standar. Hal demikan justru menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, tidak menakutkan, dan dapat mendorong pembelajaran yang lebih mendalam. Desain penilaian siswa, termasuk cara untuk mengukur pemahaman konten dan keterampilan yang telah diperoleh, ditentukan sendiri oleh siswa. Pada akhir proses siswa akan ditanya apakah hasil yang telah disepakati tercapai.

Karena sifatnya yang independen, belajar secara heutagogis dapat menyebabkan konflik batin pada siswa, terutama jika belum terbiasa mengambil tanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri. Namun, setelah siswa memiliki rasa percaya diri untuk belajar mandiri, hanya sedikit yang ingin kembali ke kurikulum lama dengan struktur kaku. Heutagogi memfasilitasi siswa untuk dapat bekerja sama dan berbagi pengetahuan, merefleksikan kemajuan. Siswa belajar satu sama lain, dan berpikir bagaimana dapat menerapkan keterampilan barunya itu dalam praktik.

Heutagogi sebagai strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang menekankan pengembangan otonomi, kapasitas, dan kapabilitas, mendorong implementasi belajar sepanjang hayat. Dengan heutagogi, peserta didik yang benar-benar siap memasuki kompleksitas dunia kerja diharapkan dapat dihasilkan. Masa depan yang semakin rumit dan komplek memerlukan pribadi-pribadi tangguh yang siap menghadapi dinamika perubahan secara mandiri.


Seorang pendidik yang mempraktekkan prinsip heutagogis bisa memandang COVID-19 sebagai sparing partner untuk belajar. Belajar apa?

Belajar caranya belajar. PJJ memberi peluang dan menaruh tantangan bagi setiap pendidik untuk membuka diri dan terus memperkaya wawasan dan kecakapan akan hal-hal baru.

Setidaknya ada 4 kecakapan selama pandemi yang pantas dilatih.

  1. Mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan dan menambah keterampilan baru
  2. Melipatgandakan kuantitas dan kualitas dari sesuatu yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya
  3. Memulai hobi baru dan profesi baru
  4. Terus belajar dari diri sendiri, anggota keluarga, lingkungan dan alam sekitar, Google dan Youtube (dunia maya)

Pertanyaan penting berikutnya:

Bagaimana mengeksekusi pendidikan secara heutatogis lewat Pembelajaran Jarak Jauh untuk membantu siswa menjadi cerdas?

 

Coronialis BOEMI Bertanya

Awal Bertemu

Mereka tampak antusias. Terbaca dari respon mereka di layar perangkatku.  Iya, mereka anak-anak didikku yang ganteng dan cantik itu. Kami bertemu lagi di GC (Google Classroom).

Kusebut mereka Coronialis Boemi.

  • “Coronialis” sebagai istilah keren dari “angkatan Corona”, sebuah julukan (sebagian menganggapnya ejekan, sebagian lagi pujian) yang menandakan bahwa di zaman ini, ketika generasi lain baru lahir dan generasi lainnya sudah mendekati uzur, angkatan mereka adalah calon generasi produktif berikutnya (“kelas pekerja” jika kamu lebih akrab dengan yang berbau kiri alias Marxis) yang saat ini sedang digodok secara unik karena pandemi akibat virus Corona. Unik karena berbeda dengan generasi lainnya yang dididik dengan tatap muka seperti biasa di sekolah, mereka dan kami para guru mereka harus mengalami proses didik dan ajar “dalam jaringan: (daring) internet. Entah sampai kapan pandemi ini berakhir, semoga para ilmuwan peneliti dan industri farmasi segera berhasil mencarikan solusi.
  • Boemi adalah akronim populer untuk Budi Mulia, sekolah dimana kami terdaftar sebagai pendidik dan murid.

Memangnya mereka seantusias apa?

Jadi gini, awalnya aku menganimasi mereka dengan sebuah postingan penugasan di forum. Animasi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Isinya kurang lebih seperti ini:

Tak butuh waktu lama, dokumen tersebut penuh dengan berbagai pertanyaan. Lho, kok aneh, bukankah guru yang seharusnya memberi pertanyaan dan meminta Siswa menjawab?

Benar. Memang lebih sering demikian. Tapi tak ada salahnya, berguru kepada Si Guru Besar kita, “Oppu i” Socrates.

Memangnya, apa kata beliau?

Socrates

Memahami pertanyaan itu sama dengan mengetahui setengah jawabannya. Masuk akal juga sih. (Ya pastilah, wong si Filsuf Besar yang ngomong begitu, si Essential Thinker itu loh) Banyak orang yang keblinger menanggapi sesuatu, karena tidak memahami esensi dari permasalahan yang dibahas. Orang yang mengerti umumnya bisa memberi pertanyaan yang tepat. Dan orang hanya bisa memberi pertanyaan yang tepat jika ia memahami apa yang dia tanyakan.

Hitung-hitung, latihan membuat pertanyaan adalah latihan berfikir kritis. Bukankah berfikir kritis adalah paduan dari pola HOTS (High Order Thinking Skill), jargon yang sedang populer sekaligus dicintai dan dibenci oleh anak sekolahan?(Disukai karena baik untuk mengasah pola pikir siswa untuk menghadapi test-test penting berikutnya, entah di sekolah atau ketika nanti hendak melanjut ke universitas. Dibenci karena, ya, sesuai namanya memang membutuhkan penalaran tingkat tinggi.)

Ciaelaaah... Okeh,, sekarang kita serius.

Ketika anak didik diberi materi berupa file presentasi, entah Word, PDF, PPT atau penugasan langusng dari buku paket atau bentuk lain, umumnya sebagai pemateri kita kan hanya berasumsi saja bahwa mereka akan membaca dan akan memahami materi yang diberikan. Bagaimana kita memastikan bahwa mereka membaca? Jika mereka sudah membaca, bagaimana memastikan mereka memahami apa yang mereka baca? Untukku, membuat pertanyaan berdasarkan bahan yang baru dibaca adalah salah satu cara terbaik.

Itulah hal-ikhwal munculnya tulisan kompilasi pertanyaan tentang modifikasi Seni Rupa 2 Dimensi ini. Oh iya, bagi para murid SMA, para rekan guru Seni Budaya, dan siapapun yang hendak membaca tulisan ini sampai habis dan menemukan setitik manfaat darinya, sebagai early warning, sesuai namanya “kompilasi”, tulisan ini akan cukup panjang. Baiknya ada kopi di sampingmu jika kamu suka ngopi, atau ngemil yang tidak membuat gendut (ada ya?). Pokoknya, usahakan membaca dalam situasi “pewe” (PW alias posisi uwenak” a.k.a situasi nyaman tanpa terjebak di zona nyaman).

Maka, tanpa berpanjang-panjang lagi, sebab pengantar ini pun sudah cukup panjang, pembaca sekalian, inilah kompilasi pertanyaan siswa Saya terhadap topik Modifikasi dan Imajinasi Seni Rupa Dua Dimensi (klik tautan ini). Continue reading Coronialis BOEMI Bertanya

Lirik Unang Jaishon

Konon, bakti kepada orangtua dimulai dari mengelap kakinya.  Tindakan kecil dan sederhana, tapi rasanya valid menjadi tolok ukur apakah seorang anak tetap menghargai orangtuanya. Baik sebagai orangtua maupun sebagai manusia yang membutuhkan pertolongan ketika mereka tak mampu lagi bahkan sekedar membersihkan diri sendiri. Artinya, hal itu bahkan wajar dilakukan seorang anak sekalipun yang mau dibasuh adalah orang lain, artinya bukan orangtuanya sendiri. Nah, apalagi kalau orangtua sendiri bukan?

Dalam konteks lain, membasuh kaki menjadi bukti konkret bagi pengikut Yeshua, mereka yang menyebut diri sebagai orang Kristen, bahwa melebihi standar ritual kaum sebangsanya pada zamannya, “Si Pembaharu” itu konsisten berbuat sesuai perkataannya, yakni melayani. Ketika seorang melayani, kerendahan hati itu diletakkan pada level yang paling bawah sekali. Begitu seharusnya.

Ribuan tahun sesudahnya, di wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari peristiwa pembasuhan kaki si Guru atas kaki murid-muridnya di Israel, Tigor Gypsy Marpaung menuangkan nilai falsafah yang kaya itu lewat lagu ciptaannya, “Unang Jaishon”.

Lepas dari segala pencapaian seorang anak yang tentu membanggakan orangtua, bukti konkret penghargaan anak tetap membutuhkan suatu event kontak fisik, demikian sehingga penghargaan dan bakti itu tidak cukup lewat sapa dan haha-hihi di layar perangkat. Tidak cukup sekedar mention nama orangtuanya pada foto wisuda atau ketika ia membuka kantor baru, lalu ambil foto selfie dengan caption, “All of this is possible just because of you, Mom and Dad”. 

Bagus. Tapi tak cukup.

Kalau mau konkret, basuh kakinya.

Antar dia ke kamar mandi ketika untuk buang air sekalipun dia butuh dipapah supaya tidak jatuh dan terjerembab.

 

Entah Tigor menyadari ini ketika menulis lirik lagu ini, atau entah Willy Hutasoit dan kawan-kawan Style Voice menyadari kedalaman pesan lagu ini ketika mereka menyanyikannya, beberapa orang sungguh tersentuh. Saat ini, termasuk Saya.

Seperti apa lirik dan musiknya?

Ini.


Sabar maho da amang
na lao pature-turehon au
nungga turpuk sijaloon i
taononku na hassit

unang mandele amang
sai unang jaishon amangmon
da naung bukkuk matuaon
na diparsahiton i

nungga sisulangan mangan
anggo amangmon hasian
sipainum-inumon au
siparidi-ridion i
uju ngolukkon ma nian
tupa ma baen na denggan

marisuang do i
molo dung mate au
marembas-embas ho
mambaen boan horbo ho
hape jais dingolukon

pajong-jong tambak pe
lao pasangappon au
lao patimbohon au
marisuang doi
molo jais dingolukkon

Album Pop Batak Sagak Gabe Boni Style Voice
 Artist: Style Voice
 Title: Unang Jaishon
 Songwriter: Tigor Gipsy Marpaung

 

Ricardo Semler: Mengelola tanpa Mengatur-atur

Ricardo – Belajar Berhenti

Setiap Senin dan Kamis, Ricardo belajar cara untuk mati. Dia menyebutnya hari perhentian. Sang istri, Fernanda, tidak suka dengan istilah itu, tapi banyak garis keluarganya yang meninggal karena kanker melanoma, termasuk orangtua dan kakeknya juga.

Ricardo mulai berfikir, suatu hari dia akan duduk di hadapan seorang dokter yang melihat hasil pemeriksaan atas dirinya dan berkata: “Ricardo, situasinya mulai buruk. Kemungkinan kamu hanya akan bertahan enam bulan, paling lama satu tahun lagi”

Kalau kamu berada dalam situasi serupa, apa yang akan kamu lakukan? Mungkin kamu akan berkata, “Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak. Aku akan bepergian ke beberapa tempat, mendaki gunung. Pokoknya aku mau melakukan hal yang dulu ingin kulakukan tapi tak pernah kesampaian karena tak punya waktu”

Apapun itu, ini akan menjadi kenangan suka-duka. Sulit melakukannya. Barangkali kamu akan menghabiskan banyak waktu dengan menangis.

Ricardo memutuskan melakukan sesuatu yang lain.

Jadi, setiap Senin dan Kamis tadi, Ricardo benar-benar menggunakan hari perhentian tadi. Apa yang dilakukannya? Dia akan melakukan apapun seakan-akan dia telah mendapat kabar buruk tadi.

Idleness

Kebanyakan kita menganggap bahwa lawan kata dari “bekerja” adalah “waktu luang”. Sering kita berkata: “aku terlalu lelah bekerja sekian lama ini, aku butuh waktu luang”. Masalahnya, waktu luang pun ternyata adalah hari yang sangat sibuk. Kita berolahraga, bertemu dengan teman, nongkrong, pergi makan atau nonton bioskop. Waktu luang menjadi hari yang penuh dengan orang, orang dan orang lagi.

Lawan kata dari bekerja adalah tak berbuat apa-apa (idleness). Tapi, masalah muncul lagi. Kebanyakan kita tidak tahu mau ngapain dengan idleness.

Jika kita lakukan kilas balik atas perjalanan hidup selama ini secara umum, kita akan menyadari bahwa ketika kita punya banyak uang, waktu sedikit. Ketika akhirnya punya waktu, kita tak punya uang lagi atau kesehatan tidak memungkinkan lagi.

Manajemen di SEMCO Partners

Hal inilah yang menjadi pertimbangan Ricardo dan rekan kerjanya sebagai sebuah perusahaan selama tiga puluh tahun terakhir ini. Sebagai gambaran, perusahaan yang dikelolanya cukup kompleks dengan ribuan karyawan, aset ratusan juta dolar untuk merancang berbagai sistem bahan bakar roket, 4000-an ATM di seluruh Brazil dan melakukan pendampingan pajak untuk ribuan perusahaan.

Apa yang mereka lakukan?

Pelan-pelan mereka membebaskan para karyawannya dari berbagai aturan yang mirip asrama. Aturan seperti dimana harus menandai diri ketika hadir, begini cara berpakaian, ini etiket yang harus dilakukan dalam rapat, ini yang boleh dan tidak boleh dikatakan. Lalu melihat seperti apa hasilnya.

Mereka sudah mulai melakukan hal ini 30 tahun yang lalu. Termasuk ketika berurusan dengan sebuah isu pensiun. Merujuk ke soal grafik hidup tadi, daripada menunggu akhirnya baru kesampaian mendaki gunung pada usia 82 tahun, bagaimana kalau si karyawan melakukannya minggu depan? Bagaimana mereka melakukannya.

Program pun dibuat. Mereka akan memberikan si karyawan libur setiap hari Rabu dengan potongan 10% dari gajinya. Hal yang sama berlaku untuk karyawan yang selama ini hendak mengasah kemampuan bermain biola tapi tak sempat karena harus bekerja sepanjang minggu. Mereka pun jadinya bisa melakukannya  setiap hari Rabu.

Menarik menyimak apa yang Ricardo dan rekan-rekannya temukan selanjutnya.

Para karyawan yang tertarik dengan program ini berusia rata-rata 29 tahun.

Mereka mulai mengevaluasi kembali beberapa hal, termasuk menanyakan ulang alasan awal mengapa pihak manajemen ingin mengetahui jam berapa karyawan hadir di kantor, jam berapa pulang dan lain-lain.

Apa tidak ada cara lain untuk mengganti rutinitas ini dengan semacam kontrak untuk membeli sesuatu dari para karyawan, barangkali berupa kerjaan? Untuk apa sebenarnya gedung kantor pusat yang megah dibangun? Apakah hanya supaya terlihat solid, besar, gagah? Dan begitupun, para karyawan harus melewati dua jam macet setiap harinya?

Satu persatu pertanyaan diajukan.

Pertama, bagaimana caranya mendapat karyawan?

Caranya ialah dengan menjelaskan kepada pelamar– ketika merekrut: “Jadi gini, ketika kamu melamar ke perusahaan ini, dua atau tiga kali interview tidak akan cukup untuk membuatmu mengikatkan diri ke kami seperti layaknya kamu memilih pengantin untuk menikah dan mengikatkan diri padanya. Bukan begitu caranya. Jadi, datanglah untuk interview dan mari kita lihat seperti apa intuisi yang muncul pada dirimu setelahnya. Bukan malah mengandalkan item pada formulir lamaran bahwa kamu orang yang tepat untuk posisi yang kamu lamar. Lalu, datanglah lagi. Habiskanlah setengah hari, atau satu hari untuk berbicara dengan siapapun yang kamu ingin ajak berbicara. Pastikan bahwa kami benar-benar pengantin yang kamu lamar, bukan omong-kosong yang kamu lihat di papan reklame.”

Perlahan manajemen memasuki proses dimana mereka tidak ingin seorangpun menjadi leader di perusahaan jika mereka belum diwawancarai dan disetujui oleh calon bawahannya. Setiap enam bulan, setiap karyawan dievaluasi secara anonim, sebagai leader.  Jadi, kalau mereka misalnya tidak mencapai nilai 70 atau 80, posisi mereka akan berganti.

Selanjutnya, mengapa karyawan tidak bisa menentukan sendiri gaji yang akan mereka terima? Untuk itu, mereka harus tahu 3 (tiga) hal pokok tentang penggajian:

  • Berapa pemasukan yang karyawan hasilkan bagi perusahaan
  • Berapa pemasukan yang disumbangkan karyawan di perusahaan lain di bisnis sejenis
  • Berapa total pemasukan yang dihasilkan perusahaan

Jadi, manajemen membagikan ketiga informasi ini. Di kantin, ada komputer yang bisa digunakan setiap karyawan untuk mengetahui informasi perihal pengeluaran, pemasukan, keuntungan yang dihasilkan, keuntungan yang perusahan hasilkan, margin, dan lain-lain. Hal ini sudah berlangsung selama 25 tahun.

Nah, begitu informasi ini sampai ke karyawan, pihak manajemen tidak perlu melihat laporan pengeluaran karyawan, berapa hari libur yang diambil, atau di unit mana yang bersangkutan bekerja. Begitulah situasinya. Dengan 14 unit kantor, 5000 (lima ribu) karyawan, perusahaan hanya punya 2 orang di bagian HRD. Bahkan, tetap cukup meski salah satunya sudah pensiun. Jadi, tinggal satu orang.

Era Kebijaksanaan

Maka, pertanyaan yang pantas diajukan adalah: bagaimana caranya perduli terhadap manusia? Inti dari perusahaan adalah orang, tenaga kerjanya. Tak ada departemen yang bisa terus mengurusi dan menjaga para karyawan. Sebenarnya, inilah yang dipikirkan Ricardo selama Hari Perhentian-nya: bagaimana caranya membuat kebijaksanaan (wisdom), bukan sekedar kebijakan (policy).

Kita telah melalui zaman revolusi, revolusi industri, era informasi, era pengetahuan, tetapi belum sampai ke era kebijaksanaan. Contoh sederhana: sebuah keputusan cerdas yang tidak salah:

Tugasmu sebagai karyawan adalah menjual item X sebanyak 57 unit per minggu. Jadi, kalau kau sudah menjualnya pada hari Rabu, sesudahnya pergilah berlibur ke pantai. Jangan bikin masalah buat perusahaan, buat bagian manufaktur, buat unit developer aplikasi, karena kemudian manajemen harus membeli perusahaan baru, membeli perusahaan kompetitor, dan lain-lain karena kamu menjual terlalu banyak, lebih banyak dari yang ditargetkan. Jadi, pergilah mandi di pantai. Hari Senin, kembali lagi untuk bekerja.

Proses yang dilalui ialah pencarian kebijaksanaan. Selama proses berlangsung, manajemen memberitahukan apapun yang pantas diketahui karyawan.


Kira-kira itu yang bisa Saya tangkap dari penjelasan Ricardo Semler, CEO SEMCO Partners di TED Talk.

Rangrang ni Namarsiamianaminan

Jotjot do tabege didok akka natua-tua, sai marsiamin-aminan ma hamu songon lappak ni gaol i. Ndada holan i, diboanhon do tong i di bagasan piga-piga andung manang logu. Ra alani jotjotna gabe olo do tar hira moru pangantusionta disi. Hape, apala “marsiamin-aminan” on ma sada habisuhon jala hasomalan na ingkon sitiopon jala torushononta nian, unang mago sian hita bangso Batak.

Jempek do rangrang na sinurat ni amanta Palambok Pusu-pusu on, alai mangarongkom lapatanni hata “marsiamin-aminan”. Ninna boti:

Ina Na Hinohosan

Ponjot rohana jala tung marsigorgor rimas ni Ompu Maruli boru, pola songon na sosak marhosa dihilala ala ni hata na sangkababa i.

“Ai laos boha pe jago ni jolma, manang beha pe mora na jalan tung songon dia pe saringar ni goar na, tung so tataponna do saur matua molo ndang marurat jolma. Jolma siteanon do i molo di halak batak…!” talmis soara ni Ama ni Benni, huhut songon na di padirgak uluna jala di ombushon timus ni sigaretna.

Nang pe ndang apala digoari manang na tu ise hasahatan ni hata na i, alai sude do natorop i boi mandodo, tu Ompu Maruli do hata i. Ianggo Ompu Maruli doli, nungga tung mahap be di angka hata sisongoni. Alai anggo tu roha ni Ompu Maruli boru, tung mansai maniak. Ai saleleng ngoluna, tung soadong dope halak na barani manghatahon hata sisongoni di jolona.

Ala ni hata sangkababa i, naeng do nian pintor mangintas Ompu Maruli boru mulak sian jabu ni parboruon nasida on, alai sai diotapi ma langka na, unang pola diboto angka dongan sapunguan i na tarholi panghilalaanna. Nian, antar dilangkahon ibana do ruar sian jabu laho tu alaman laho marhosa ganjang, alai tong do sai ponjot dihilala.

Dung i, disuba ibana do dohot marnonang rap dohot angka ina na ro tu arisan saompu i, jala dohot do ibana mamarengkeli siparengkelon, alai tong do ndang lumbang panghilalaanna. Sahat ro di na mulak nasida sian jabu ni parboruon nasida i dung sidung ulaon arisan, sai solot dope na hansit di roha na.

“Songon na asing pardompahanmu Inang, na asing dope dibagasan roham?” manat Ompu Maruli doli manungkun parsonduk na i, dung di mobil nasida.

Dang maralus sungkun sungkun na alai tompu ma manetek ilu ni Ompu Maruli boru.

Tungki simajujungna. Marnida i, gabe hansit tong roha ni Ompu Maruli doli, ai tung so tarberengsa ilu ni nialap na i. Dipadorong ibana mamboan mobil i asa tumibu sahat di jabu, asa pintor dihaol jala dipamenak ibana roha ni soripada na i. Dung sahat nasida di alaman ni bagas nasida, pintor mangintas Ompu Maruli boru ruar sian mobil, dung i masuk ibana tu bilut podoman nasida jala dipapuas ma tangis na, dianggukhon angguk na.

Lambok, diapus Ompu Maruli doli abara ni parsonduk na i, dung i di haol momos. Ndang manjua Ompu Maruli boru, baliksa lam dipapuas tangis na di abingan ni simarubun na i.

“Nga sae be i inang, unang be sai lungun roham. Ai ise Ama ni Benni i, umbahen na pola bonsa roham ala ni hata ni i? Ai nda tung dao ho lobi martua marnimbangkon ibana? Ndang singkop didok roham silas ni roha di hita, alai nda tung gumodang na hurang di ibana? Na so diboto i do magona, jala late rohana mida hita!”

“Tung so hapingkiran ahu do, boasa ingkon marasing asing derajat ni jolma di adat batak!” runtus alus ni Ompu Maruli boru.

“Eeee…eeh… Ai adat Batak pe jolma do mambaen, ndang sai sude pita! Godang dope sipatureon di angka adat Batak, ndang gabe i patohan ni parngoluon di portibi on. Tung singkop pe parngoluon ni jolma hombar tu adat Batak, belum tentu gabe jolma na martua. Angka nauli nadenggan naung tajalo i ma ta bilangi, unang patangi tangi angka hata ni si eat roha. Ndang piga dabah borua manang ina na songon ho, boru na taruli asi nang pe ndang haru singkop diadopan ni jolma, tarlobi di adat Batak. Pola pajojoronhu angka pasupasu naung tajalo…?” mansai lambok hata ni Ompu Maruli doli, manorus tu ate ate ni Ompu Maruli boru.

Songon na sip satongkin Ompun Maruli boru, huhut marhosa ganjang. Dung i, dialusi songon soara na marhusip. “Angka aha ma i…?”

“Ba… hupajojor pe, alai unang be tangis ho, Inang. Molo tangis ho, gabe maniak ate-atengku, lobi sian maniak ni ate-atem!”

Dipahusor Ompu Maruli boru parpeakna jala dibereng dompak bohi ni sinonduk na, pardompahahan na tung mansai lambok. Mengkel suping ibana. “Bege hupajojor da…!”

Tung ise ma na songon ho inang,
Boru hasian, boru na hinohosan
Habunbunan ni holong dohot asi asi na lambok
Sian natoras batara jonggi dohot iboto na togap

Nda tung na martua ho tahe, Inang
Hariara na bolon do pangunsandeanmu
Angka boru na lambok do urat ni ate atem
Jala tano na napu do pansalonganmu

Ue, da Inang
Ida ma hatuaon naung niampum
Tiur songon mataniari binsar simalolong ni pahompum baoa
Lambok songon bulan tula pamereng ni pahompun boru
Jala si doli na jogi do gabe helam

O Inang, Inang na lagu
Tung adong dope hatuaon lumobi sian i?


Songon na nienet sian gurat-gurat ni ito Rose Lumbantoruan

Tokka ni Amani Togu

Dung adong saminggu mamboan bus Intra Medan – Jakarta, mulak ma bapak ni si Togu sian pardalananna. Tongon marsahit mata do ibana. Ra pagodanghu marisap dohot hona timus saleleng di dalan i. Gabe dang adong boan-boanna tu si Togu anakna i. Alani i, songon na murhing ma bohi ni si Togu.

Ditedekhon ma tanganna tu amongna i: “Among, dia ma jo hepengmu molo boti”, inna.  “Paima jo kedan da. Mambuat ubat dope inongmu. Asa diubati inongmu jo matakkon”, ninna among ni si Togu i.  Dung didok si Togu ma : “Na hansit do matam bapa?”  Dipinsang inongna ma tutu: “Togu! Tokka. Ndang dohonon ‘matam’ tu among.”

Naeng tangis ma si Togu ala dipinsang inongna. Marheneng ma iluna. Asing do memang si Togu on, nunga laho dolidoli alai iboan dope hingalanna i.  Marnida i, asi ma roha ni amongna. Gabe dilehon ma hepeng jajan tu si Togu i. Mekkel, ittor hatop ma antong lao si Togu tu lapo.

Alai sai simpan dope di pikkiranna hata “tokka” i.  “Lao au da among, lao au inong da”, ninna parmisi.  “Hatop ho mulak da. Ai na laho ro do ra tondongta, ai ro lampulampu tu jabunta on”, ninna inongna tu si Togu tu i.

“Olo inong!”, ninna huhut marlojong lao.

Di jolo ni lapo i dope, diida si Togu ma ro tulangna dohot nattulangna sian hutanasida.  “Lao tu dia ho bere ?”, ninna tulangna i manise. “Manuhor tu kode an, tulang”, ninna si Togu.   “Bah, molo boti beta ma rap. Hudongani hami pe ho”, inna tulangna i songon na palashon roha ni bere hasianna i.

Gabe didongani tulangna dohot nattulangna ima si Togu tu lapo i. Dibayar ma jajanan ni berena si Togu i. Las ma tutu roha ni si Togu.  “Mauliate tulang, mauliate nantulang, baenonku ma hepenghon tu celengan”, ninna. “Bagus bere, malo do ho hape”, ninna tulangna i.  Dung i disukkun nattulangna ima si Baluhap : “Di jabu do inongmu”?  “Di jabu nattulang, nunga ro amonghu”, ninna si Togu.  “Marhua eda inongmu di jabu ?”, ninna nattulangna i.

“Mangubati ‘Tokka’ ni bapakku”, ninna si Togu sian bulus ni rohana.

“Hahhhaaaahhhhhaaaahhhhhhhhhhh”, gabe margak ma mekkel parlapo dohot akka jolma na di lapo i.

Masiberengan ma tulang dohot nattulang ni si Togu huhut mekkel suping ala ni geokna dihilala.  “Ai so pola nian piga leleng amani Togu on marhuta sada, pittor posa do huroha sahit ni ‘Tokka’na i”, ninna Amani Polgut, na tarsar goarna di kode i ala holanna tenggen karejona tiap ari on.

Dung sahat di jabu, ditogihon nattulang ni si Togu ima edana umak ni si Togu tu dapur.  Dipaboa nattulang ni si Togu ma na masa na di lapo i.  “Akhhh, eda, geok hian eda, (huhut margak mekkel) nakkin, husukkun bere i, ‘Marhua eda inongmu di jabu’, nikku. Tung burju do dialusi si Togu bere i au. “Mangubati ‘Tokka’ ni amonghu do inong”, ninna bere i.”

“Hahhhaaahhhhaaaaahhhhhhhhhhhh”, margakargak ma mekkel na mareda i.

“Oeeee tahe, mangubati simalolong ni baom do au, nahupinsang do berem i pamatamatahon amang baom: Tokka, ndang dohonon mata tu bapa, simalolong do, nikku. Ba pittor lao ma beremi tu lapo.  “Eeee tahe, bulus ni roha ni berem i”, inna Nai Togu huhut padenggan parhundulna.

Dungi, marnonang ma nasida sahat tu botari, alai molo si Togu sai tong dope dang dapotsa boasa mekkel halak umbege ‘Tokka’ ni amongna i.


Tinambaan sian guratgurat ni Amanta Pandita Erwin Hutauruk

Boasa Maol Pasohon Na Marisap On

Molo laho hita mardalani rupani sian Medan manang sian Kualanamu tu huta na humaliang Tao Toba, lam takkas ma tarida mansai maol situtu do akka ianakkon ni bangso i malua sian hasomalon na hurang denggan, i ma marisap (mangisap sigaret). Tarlumobi ma i marisap di loloan.

Taparrohahon ma godang ni akka iklan ni sigaret, adong do di ganup huta, jala dang pola godang na situtu mamparrohaon boha do mandongani akka ianakkon ni parhuta i, tarlumbi ma dakdanak asa manat nasida mamaillit dia do na ikkon sibaheonon, jala dia do na ikkon sipadaoon.

Inna iklan ni GG Mild mandok “Break the limit” (Lapatanna: Baen ma sahat tu parsudana)

Didok A Mild pareme-ramehon: “Go ahead” (Lapatanna: Baen, torushon!!!)

Boi dohonon, songon na nienet sian Mumbrella, molo tabandinghon godang ni iklan sigaret on dohot na asing, ndada palobi-lobihon molo didok marbanding 50:1. Ra adong do deba iklan ni bir Bintang manang gombar ni partai politik manambai.

Leakna panghirimon na patut sitioponta dohot gomos asa unang dohot angka dakdanakta on marisap i ma molo tapadao akka iklan sisongon on.
Bereng hamu ma muse didok Surya: “Rise and shine” (Lapatanna: Nangkok ma ho jala marsinondang)

Ia na tinodo ni iklan on i ma sude akka parisap di bangsonta Indonesia, hurang lobi adong ma i 57 juta halak. Lapatanna, dua partolu sian akka baoa ni Indonesia, marisap do sude.

Mura dope hita mangihuthon slogan ni Nike i “Just Do It” (Lapatanna: Baen ma, toe!).

On muse do na unjebu. Inna Dunhill: “Taste the power” (Lapatanna: Daionmu do hagogoon i)

Rumang ni Na Marpolitik

Molo tabege hata “politik”, “parpolitik”, manang “politisi”, jumotjot do ra pittor tubu di rohatta be akka pakkataion suang songoni akka rumang ni hajolmaon na ganup ari mamakke taktik holan asa lam martamba nian na adong di sasahalak parpolitik i lam tu godangna. Jempek hata dohonon, godangan ma i na so denggan. Hape nian sasintongna ikkon mamboan tu hadengganon do politik on, ai hagiotna pe mamboan tu hadengganon tu ganup natorop do (salus publicum).

Alai, alani godang ni barita manang na masa binereng, olo do sipata niundukkon roha ma na situtu do politik on holan patuduhon hajagoon ni sasahalak mamakke hamaloon, hasangaon ni goar, suang songoni haadongonna, dang parduli mamboan hadengganon tu ganup natorop do manang na holan tu dirina sambing manang holan tu akka familina (on ma na mamboan akka parsoalan, songon na jotjot tabege, i ma korupsi, kolusi, nepotisme) be. Songon na boi rimangrimangatta marhite torsa na jempek on.

Au sahalak pangula-ula do di hita an. Markopi, sipata marpege, sipata marlasiak. I ma ulaonhu martaon-taon jala na hutorushon do i sian natuatuaku, jala nasida sian ompung sahat ma songon i tu na marsundut-sundut, sahat tu sahala nang sumangot ni akka ompu sinahinan. Alai sahali on, ikkon ma luluon dalan asa unang holan na margulu tano tutu gellenghu si Poltak, anakhu, si jujung baringinhon.

Alani i, hudok ma tu si Poltak.
“Ingkon boru na pinillit nami do alaponmu da”.
Alai, “Daong”, inna ibana.
Huuduti muse: “Ai boru ni tokke sawit an do na tinodo ni rohanami da. Sotung leas roham”.
“Molo boti, olo ma au disi”, inna si Poltak.
Dungi ro ma au martandang tu jabu ni amanta tokke sawit i.
“Martahi nian au asa pangolionnami ma si Poltak tu borum siakkangan i”.
Alai didok tokke sawit i, “Daong”.
Huuduti muse: “Ai si Poltak nuaeng nunga gabe Direktur di Kementerian”.
“Molo boti, nunga denggan i, taparade ma tutu pesta i”.
Dungi laho ma au tu jabu ni Menteri.
“Baen ma si Poltak gabe Direktur di Kementerian na niuluhonmu nuaeng, bo”.
Alai didok menteri i, “Daong”.
Huuduti muse: “Ai si Poltak nuaeng nunga gabe hela ni tokke sawit nampuna marribu-ribu hektar i”.
“Molo boti, nunga denggan i, annon tahatai ma muse akka parbagianan na boi sibuaton ta sian laemuna na mora i ate”.

Godangan, songon i ma na masa di na marpolitik on.