Peace of Mind in ICT

Dewasa ini perusahaan-perusahaan IT tanpa ragu menyatakan janji dan komitmen bahwa mereka akan memberikan peace of mind kepada para customer dan partner mereka. Janji dan komitmen itu di-deliver dengan berbagai cara dan media. Disampaikan dengan berbagai cara dan tone. Tak jarang pula menimbulkan pengertian yang berbeda bagi audience.

Karena itu, sebelum menjadi judgemental tenang benar tidaknya hal tersebut terjadi di lapangan, ada baiknya kita terlebih dahulu menyamakan perspektif tentang makna kata Peace of Mind in IT.

Peace of mind adalah keadaan tenteram secara mental dan emosional. Tidak ada kekhawatiran, ketakutan ataupun tekanan batin (no worries, fears nor stress). Maka, Peace of Mind dalam dunia Teknologi Informasi (IT) berarti ketenteraman bagi para stakeholder, yakni siapapun yang menggunakan IT atau mengalami dampak dari penggunaannya.

Mengingat perkembangan teknologi informasi yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap aktifitas dunia usaha, cakupan dari terminogi ini menjadi sangat luas. Bahkan menyentuh hampir setiap sendi kehidupan manusia.

Momen peace of mind menjadi semakin jarang ditemui ketika orang tidak lagi punya waktu untuk diri sendiri dan orang-orang serta hal-hal yang dia cintai karena harus melakukan pekerjaan lain.

Menonton acara TV yang menghibur menjadi mahal karena harus mengecek e-mail dari para karyawan.

Menemani sang isteri minum teh berdua semakin jarang karena harus memeriksa persediaan stok barang di inventory.

Novel terbaru yang baru dibeli tidak sempat dibaca karena mesti menemani staf HRD menghitung gaji karyawan.

Bahkan berbaring santai di pantai sambil menikmati liburan pun harus terganggu jika Anda adalah satu-satunya engineer yang menguasai kinerja mesin di perusahaan.

Belum lagi jika waktu tidur pun harus terganggu karena manajer hotel menelfon Anda setelah seorang tamu hotel kecewa karena check-in yang lama sekali.

Daftar “kekecewaan-kekecewaan” ini masih bisa ditambah lagi. Yang pasti, hal-hal ini menghalangi terciptanya Peace of Mind. Adakah perusahaan IT yang mampu mengatasi kekecewaan tersebut? Jika ada, pemahaman apa yang mesti dimiliki untuk bisa melakukannya?

Semesta aktifitas dunia IT adalah pertukaran informasi. Fokusnya ada pada informasi, yakni informasi apa yang disampaikan serta bagaimana informasi itu dipertukarkan. Berangkat dari pemahaman ini, sebuah perusahaan IT yang sudah berpengalaman selama 32 tahun di Indonesia menyatakan bahwa memberikan peace of mind in ICT berarti menyampaikan informasi yang tepat, kepada orang yang tepat pada saat yang tepat.

Informasi yang tepat berarti akurat (acurate) dan mudah dimengerti (easy to understand).

Disampaikan kepada orang yang tepat berarti disampaikan dengan sistem yang utuh menyatu (integrated) dan aman (secured) sehingga informasi ini tidak diterima oleh orang yang salah.

Pada saat yang tepat berarti informasi yang disampaikan itu relevan (relevant) dan menuntun pada tindakan (actionable).

Banyak orang akan menterjemahkan hal ini dengan mengatakan “Ya sudah, tinggal adopsi saja the the latest technology, masalah selesai”. Sayangnya, solusi yang benar-benar memberikan peace of mind tidak selalu the latest technology, tetapi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks di lapangan.

Misalnya, banyak pelaku industri merasa bahwa sebuah software haruslah dibangun secara web-based dengan alasan mobilitas dan kemudahan lainnya dibandingkan dengan menggunakan sebuah terminal server. Tapi untuk wilayah dengan jaringan internet yang lambat, alih-alih membantu ini malah bisa memperlambat kinerja perusahaan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap perusahaan IT untuk selalu menggali kebutuhan dari customer atau prospeknya: “Apa yang anda cari?”

Dalam situasi seperti ini, batin tenang dan hati nyaman menghantar seseorang pada pengalaman bahagia dan bebas. Untuk mengalami momen seperti ini, seorang pemilik usaha akan membayar perusahaan IT manapun at any cost.

Protected by Copyscape

Facebook Comments