Ende Mandideng dari India

Disarankan untuk mendengarkan dalam volume rendah. Kalau volume terlalu besar, nanti bukannya tidur, si bayi malah jingkrak-jingkrak atau malah ngakak guling-guling. Tentu, kita tidak menginginkan itu. 

 

Ende mandideng adalah musik vokal yang berfungsi untuk menidurkan anak, dalam bahasa lain kita kenal sebagai lullaby, lagu nina bobo atau pembawa tidur.

Lagu dalam audio ini adalah mantra kuno yang dinyanyikan pada saat kelahiran bayi atau proses persalinan. Bagi para praktisi Hindu, mantra ini adalah bagian dari Jaathakarma, sebuah ritual yang diyakini membawa keberuntungan bagi si bayi dan mendatangkan berkat sebelum tali pusarnya dipotong. Ini liriknya dalam bahasa Sanskerta (bisa kamu lihat juga pada gambar poster audio ini)

Ohm …

Angaadangaat sambhavasi
hridayaadadhijiyase
Atma vai putranamaasi
sa jiva sharadaam shatam

Ohm …

Buat my new born baby Pedro Sahala Haromunthe, ini lagu untukmu.

Tak perlu malu aku pamer disini, sebab isinya tak lain adalah doa.

 

Asa,

“Anakkhonhu hasian, nunga ro be ho tu hangoluan on, ro sian mudar nang pamatanghu. Mariaia rohakku, gok pasupasu alani haroromi, O tondikki. Hupio ma ho anakki. Sai mangolu ma ho di portibi on saratus taon nai.”

 

Facebook Comments

Published by

Donald

Penyanyi dan para pemusik itu tampil memukau di hadapan raja dan tamu undangan. Suguhan lagu mereka melengkapi jamuan makan dan minuman, omong kosong serta sopan santun sebagaimana layaknya perjamuan manusia. Raja puas. Ia tidak jadi memenggal kepala para seniman itu. Malah, ia menepati janjinya dan membayar mereka dengan upah yang lebih dari sekedar ongkos pulang dan dengan sumringah menemui istri dan anak yang menunggu di rumah. Demikianlah seniman melengkapi gizi rohani bagi para penguasa dan pekerja, yang seharian lelah dengan pekerjaan manusia. Kerap, seniman memang lain dari manusia biasa.

One thought on “Ende Mandideng dari India”

Komentar