Lirik Lagu “Walls” – Louis Tomlinson

Menjadi seorang musikus, pesepakbola, filantropis di usia sangat muda adalah sesuatu yang prestisius. Tak banyak yang bisa mencapainya. Salah satunya Louis Tomlinson. Maka, tak heran, bersama dengan klip-klip KPop lainnya, wajah dan lagunya menghiasi Instagram Story dari teman-temanku, yang kebanyakan adalah anak SMA.

Oke. Jadi, anak-anak SMA saja mengenal dan mengidolakan pentolan One Direction ini. Itu awal yang membuatku berniat mencari informasi tentang orang ini. Oh iya, sebagai generasi usia tiga puluhan, menurutku salah metode mencari minat siswa SMA yang kuajar adalah mengenali tokoh yang mereka idolakan. Kupikir, konsekuensi logis untuk membangun komunikasi tepat sasaran dengan orang lain tanpa terjebak dalam kecanggungan dan perbedaan informasi akibat kesenjangan generasi (generation gap) yakni dengan mencoba mengenali mereka. Siapa yang mereka dengarkan dan jadikan inspirasi.

Jadi, siapa sih si Louis ini?

Meniti karir di bidang entertainment sebagai seorang aktor, Louis William Tomlinson menjelma menjadi music influencer di negara asalnya Inggris, dan disini, di Indonesia. Penyanyi kelahiran 24 December 1991 dengan nama Louis Troy Austin ini, meski masih sangat muda, telah menorehkan inspirasi melalui pekerjaan dan pencapaiannya. Meski sudah mendapat peran di film If I Had You dan drama BBC Waterloo Road, pemuda dengan ambisi yang jelas bukan medioker ini, tidak puas. Ia hendak mencapai jenjang karir dan public coverage yang lebih luas.. Maka pada 2010, Louis mengikuti audisi British The X Factor. Dia tereliminasi dari daftar penyanyi solo, lalu digabungkan dengan empat kontestan lainnya. Jadilah One Direction.

Ia pun tak terhentikan sejak itu. Ia terus menelurkan album. Lagu-lagunya mendapat pengakuan bergengsi. Tak hanya itu, dia juga memiliki label rekaman sendiri, yakni Triple Strings. (Cek saja Wikipedia untuk info lengkapnya.)

Sepertinya Louis memang beneran punya “faktor X” seperti yang dicari audisi itu. Sesuatu yang unik, yang dimiliki secara berintegritas oleh seorang seniman. Pada platform kompetisi yang menjadi pintu gerbangnya masuk ke industri musik itu pun, Louis menjadi juri di The X Factor edisi XV sekaligus pelatih untuk peserta vokal pria. Dalam konteks sama-sama mantan kontestan, Louis menjadi pelatih juara pertama, karena bocah yang dilatihnya, Dalton Harris, memenangkan pertunjukan itu.

Album terbarunya yang dirilis awal tahun 2020 yang lalu, “Walls” memuat lagu dengan judul yang sama. Aku tak sempat mendengarkan lagunya yang lain dengan seksama. Tapi, kudengar lagu ini, dan aku suka. Pencapaiannya di dunia nyata yang menjadi inspirasi bagi para pendengarnya, tergambar pula dalam lirik lagu ini.

Satu lagi, untukku, di lirik lagu ini Louis jadi terdengar dan mirip dengan penyanyi favoritku Robbie Williams. Terutama Robbie saat menyanyi “Angels”.

Ini dia lirik lengkap “Walls”.

 


Nothing wakes you up like waking up alone
And all that’s left of us is a cupboard full of clothes
The day you walked away and took the higher ground
Was the day that I became the man that I am now

But these high walls, they came up short
Now I stand taller than them all
These high walls never broke my soul, and I
I watched them all come falling down
I watched them all come falling down for you
For you

Nothing makes you hurt like hurtin’ who you love (hurting who you love)
And no amount of words will ever be enough (never be enough)
I looked you in the eyes, saw that I was lost (saw that I was lost)
For every question “why”, you were my “because” (you were my “because”)

But these high walls, they came up short
Now I stand taller than them all
These high walls never broke my soul, and I
I watched them all come falling down
I watched them all come falling down for you
Falling down for you

So this one is a thank you for what you did to me
Why is it that ‘thank you’s’ are so often bittersweet
I just hope I see you one day and you’ll say to me, “Oh, oh”

But these high walls, they came up short
Now I stand taller than them all
These high walls never broke my soul, and I
I watched them all come falling down
I watched them all come falling down for you
Falling down for you

Nothing wakes you up like waking up alone


Sumber:

  1. Wikipedia
  2. Hype Auditor

 

Facebook Comments

Published by

Donald

Penyanyi dan para pemusik itu tampil memukau di hadapan raja dan tamu undangan. Suguhan lagu mereka melengkapi jamuan makan dan minuman, omong kosong serta sopan santun sebagaimana layaknya perjamuan manusia. Raja puas. Ia tidak jadi memenggal kepala para seniman itu. Malah, ia menepati janjinya dan membayar mereka dengan upah yang lebih dari sekedar ongkos pulang dan dengan sumringah menemui istri dan anak yang menunggu di rumah. Demikianlah seniman melengkapi gizi rohani bagi para penguasa dan pekerja, yang seharian lelah dengan pekerjaan manusia. Kerap, seniman memang lain dari manusia biasa.

Komentar