Syurga Sepi

Di penjara.

“Lo masuk kesini kenapa?”

“Ngebunuh orang.”

“Gue juga”


Di neraka.

“Lo masuk sini gegara ngebunuh orang?”

“Bukan, gue salah pilih agama.”

“Gue juga.”


Di syurga.

Sepi.

Seperti dimuat di Kompasiana. Ini contoh #fiksimini (maksimal 140 karakter, mirip dengan Twitter dulu, yang mirip SMS jumlah karakternya).
Facebook Comments

Published by

Donald

Penyanyi dan para pemusik itu tampil memukau di hadapan raja dan tamu undangan. Suguhan lagu mereka melengkapi jamuan makan dan minuman, omong kosong serta sopan santun sebagaimana layaknya perjamuan manusia. Raja puas. Ia tidak jadi memenggal kepala para seniman itu. Malah, ia menepati janjinya dan membayar mereka dengan upah yang lebih dari sekedar ongkos pulang dan dengan sumringah menemui istri dan anak yang menunggu di rumah. Demikianlah seniman melengkapi gizi rohani bagi para penguasa dan pekerja, yang seharian lelah dengan pekerjaan manusia. Kerap, seniman memang lain dari manusia biasa.

Komentar