Lirik “Modom Ma Damang Unsok” Ciptaan Nahum Situmorang

Jauh-jauh mencari lagu pengantar tidur alias nina bobo (lullaby) dari India, ternyata ada juga ende mandideng yang syahdu. Dalam bahasa aslinya pula, bahasa Batak Toba. Karya Nahum Situmorang.

Inilah dia.


Modom Ma Damang Unsok

Modom ma damang ussok
Modom ma damang
Modom ma damang ussok hasian ni ina mu
Dison do au da ussok manjaga ho
Da modom ma damang ussok modom maho

Simbur magodang maho
Simbur magodang
Asa adong muse ho pangaluaaluakku
Ai anggo amangmu tung so diingot be ho
Da modom ma damang ussok modom maho

Reff.
Tappuk ni pusu pusukku do damang da ussok
Urat ni ateatekku do damang da ussok
Da modom ma damang ussok hasian ku
Da modom ma damang ussok o tondikku


Ada banyak pengunggah lagu ini di Youtube. Salah satu versi yang Saya suka yakni yang dibawakan oleh Reinhard Nainggolan (anggota grup musik Amigos) dan kawan-kawan.

Sayang sekali, si pengunggah tidak mencantumkan nama Nahum Situmorang sebagai pencipta. Melihat namanya, sepertinya akun tersebut adalah milik sang vokalis sendiri: Reinhard Nainggolan Official.

Ini tangkapan layar pertanggal 13 Januari 2021. Tertulis “Cipt. S.Dis”. Siapa S Dis ini? Sepertinya bukan nama panggung atau insial Nahum Situmorang.

Sekali lagi, Saya bisa meresakan kekesalan Suhunan, seorang ponakan Nahum, ketika menuliskan tentang sang maestro (sudah saya tuliskan ulang juga di blog ini).

Suhunan menulis:

Apa boleh buat, selain catatan atas diri Nahum sendiri yang memang minim, ia terlahir dan berada di tengah sebuah bangsa yang amat rendah tingkat pengapresiasian atas suatu karya cipta; yang hanya suka menikmati karya orang lain tanpa mau tahu siapa penciptanya, selain enggan memberi penghargaan pada orang-orang kreatif yang telah memperkaya khazanah karsa dan rasa.

Padahal, tinggal mengikuti jejak beretiket dari publisher lama seperti yang dituliskan SGP Nainggolan pada gambar luar piringan hitam (pada tangkapan layar di bawah) ini, mestinya kita bisa menikmati lagu indah Nahum itu serta meningat namanya.

Give credit to those who had done a masterpiece.

Hargailah. Setidaknya dengan sedikit pengakuan saja. Cantumkan namanya. Apa susahnya?


Habang binsakbinsak,
tu pandegean ni horbo
Unang hamu manginsak,
ai i dope na huboto

 

Ende Mandideng dari India

Disarankan untuk mendengarkan dalam volume rendah. Kalau volume terlalu besar, nanti bukannya tidur, si bayi malah jingkrak-jingkrak atau malah ngakak guling-guling. Tentu, kita tidak menginginkan itu. 

 

Ende mandideng adalah musik vokal yang berfungsi untuk menidurkan anak, dalam bahasa lain kita kenal sebagai lullaby, lagu nina bobo atau pembawa tidur.

Lagu dalam audio ini adalah mantra kuno yang dinyanyikan pada saat kelahiran bayi atau proses persalinan. Bagi para praktisi Hindu, mantra ini adalah bagian dari Jaathakarma, sebuah ritual yang diyakini membawa keberuntungan bagi si bayi dan mendatangkan berkat sebelum tali pusarnya dipotong. Ini liriknya dalam bahasa Sanskerta (bisa kamu lihat juga pada gambar poster audio ini)

Ohm …

Angaadangaat sambhavasi
hridayaadadhijiyase
Atma vai putranamaasi
sa jiva sharadaam shatam

Ohm …

Buat my new born baby Pedro Sahala Haromunthe, ini lagu untukmu.

Tak perlu malu aku pamer disini, sebab isinya tak lain adalah doa.

 

Asa,

“Anakkhonhu hasian, nunga ro be ho tu hangoluan on, ro sian mudar nang pamatanghu. Mariaia rohakku, gok pasupasu alani haroromi, O tondikki. Hupio ma ho anakki. Sai mangolu ma ho di portibi on saratus taon nai.”