Template Screenplay di Microsoft Word

Masuklah dengan akun sch.id SMA Budi Mulia Pematangsiantar yang kamu gunakan saat ini untuk melihat dokumen Template untuk Menulis Skenario di Microsoft Word yang sudah Saya susun ini.

Klik gambar ini untuk mendapatkan template gratis yang dimaksud.

Suasana kelas yang direkayasa saat persiapan Pentas Seni SMA Budi Mulia Pematangsiantar “TERBANG BERSAMA BOEMI”

Penulisan Skenario: Tujuan dan Halangan

Secara teoretis, karakter, tujuan dan halangan harus dirumuskan secara seimbang. Sama kuat dan sama berbobot. Meskipun demikian, pada prakteknya, kadang-kadang bobot antara ketiga hal ini tidak seimbang.

Ada film yang sangat ditentukan oleh karakter. Dalam drama percintaan semisal sinetron-sinetron yang saat ini tayang di televisi Indonesia, alur cerita sangat di-drive (digerakkan) oleh karakter. Tujuan dan halangan tidak begitu kelihatan.

Mungkin ini juga yang membuat sinetron Indonesia kurang diminati. Atau diminati tetapi dihargai rendah. Ditambah lagi sudah banyak film dan drama asing yang bisa diakses oleh penonton di Indonesia, yang dihargai tinggi karena bobot antara karakter, tujuan dan halangannya seimbang.

Itulah sebabnya, sebaiknya kaidah keseimbangan ini tetap dijunjung tinggi oleh setiap penulis skenario, yakni keseimbangan antara karakter, tujuan dan halangan.

TUJUAN

Ada 3 kriteria sebuah tujuan, yakni relatable, urgent dan risky. Kita bahas satu persatu.

Pertama, tujuan harus relatable. “Relatable” (padanan kata dalam bahasa Indonesia yang paling dekat ialah “kena” atau “mengena”). Ini sangat penting. Seorang penulis lakon yang merencanakan sebuah karakter, dan ia menganggapnya penting. Tetapi jika penonton tidak bisa memahami, maka percuma juga.

Sebagai contoh, si screenwriter membuat premis: Seorang karyawan yang ingin menjadi stand up comedian, tetapi tidak didukung oleh isterinya. Sebagai premis, pernyataan ini tidak salah. Ia memenuhi perumusan sebuah premis, yakni memuat karakter, tujuan dan halangan. Akan tetapi, profesi stand up comedian masih belum umum untuk penonton Indonesia. Maka, jika ia hendak mempertahankan premis ini, si penulis skenario harus menyelesaikan banyak PR untuk membahas dunia profesional seorang stand up comedian (mematangkan karakter).  Barulah kemudian, ia bisa mengulas mengapa kurangnya dukungan seorang isteri tidak terhadap keinginan si karakter utama (si suami) menjadi halangan yang kuat.

Itulah sebabnya, seorang penulis skenario harus banyak membaca dan mengamati. Ia harus memperkaya diri dengan realitas sosial-budaya penontonnya. Setelah ia paham, barulah ia bisa mengangkat sebuah premis yang mengena dengan mereka.

Kedua, tujuan itu harus urgen. Tujuan harus memiliki deadline yang jelas. Jika tidak ada urgensi, penonton akan bertanya: “mengapa tujuan itu harus dicapai sekarang?” Pada premis di atas, misalnya, kalau saat ini si suami tidak didukung isteri menjadi stand up comedian, ia kan masih bisa memulainya tahun depan atau tahun depannya lagi. Mengapa harus sekarang?

Pada Cek Toko Sebelah, urgensi dari tujuan menjadi jelas karena kesehatan Koh Afuk (karakter utama) terganggu. Ia harus segera mewariskan legacy yang dia inginkan. Jika tidak segera terjadi, maka si karakter utama keburu meninggal sebelum tujuan tercapai. Dalam Susah Sinyal, si ibu harus segera memperbaiki hubungannya dengan putrinya sepeninggal si nenek yang selama ini mengasuh putrinya. Jika tidak segera terjadi, maka hubungan si anak dan si ibu akan semakin parah dan susah untuk diperbaiki kembali.

Ketiga, tujuan itu harus risky (memiliki resiko). Artinya, tujuan itu harus memiliki resiko bagi banyak orang, bukan hanya untuk si karakter dan si penulis. Kalau tujuan tidak tercapai, apa resikonya? Dalam Avengers: Endgame (2019), misalnya, kalau Thanos tidak bisa dikalahkan maka populasi dunia akan hilang setengah.

HALANGAN

Halangan dapat dirumuskan dari salah satu atau lebih dari ketiga faktor ini.

Pertama, halangan yang berasal dari diri sendiri. Jika, kelemahan sebuah karakter sedemikian besar, bahkan tanpa ada penjahat (villain) pun bisa jadi kelemahan diri sendiri sudah menjadi halangan untuk mencapai tujuannya sendiri.

Kedua, halangan yang berasal dari karakter lain. Karakter lain ini bisa manusia, setan, bencana alam, dan lain-lain. Tergantung jenis film yang sedang dirancang skenarionya.

Ketiga, halangan yang berasal dari keadaan. Keadaan yang dimaksud bisa berasal dari situasi keluarga dimana karakter utama dibesarkan. Bisa juga situasi masyarakat, sistem perundangan yang berlaku, struktur sosial yang buruk, atau komunikasi yang buruk di antara para karakter-karakter.

 

Tutorial Penulisan Naskah Skenario Film oleh Ernest Prakasa

Sebagai sebuah karya seni peran, film – terutama yang bagus – selalu memukau para peminatnya. Lewat film, banyak cerita nyata orang lain serasa hadir kembali di layar kaca. Melalui film, cerita khayal hasil gagasan seorang penulis serasa hadir menjadi peristiwa nyata. Film, sama halnya dengan teater, menjadi instrumen yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan. Mulai dari yang sederhana hingga pesan yang kompleks, rumit dan berliuk-liuk.

Meski ada perbedaan antara film dan teater, namun secara substansi keduanya sama-sama bergelut dalam bidang seni drama atau seni peran (kerap kita kenal dengan istilah akting).


Sebagai penikmat film secara khusus atau seni teater secara umum, barangkali banyak dari kita yang penasaran:

Film ini bagus. Aktornya hebat. Sinematografinya keren. Ide ceritanya juga menarik. Tapi bagaimana ya caranya kok bisa ide dari sebuah novel atau cerpen menjadi film?

Jawabannya akan kita temukan pada seberapa hebat penulisan skenarionya.

Kabar gembiranya: Saat ini, menjadi penulis skenario adalah profesi yang menjanjikan.

Pada sebuah pertemuan dengan para wartawan beberapa tahun lalu, Manoj Punjabi, produser sekaligus bos MD Entertainment, mengungkapkan pengalamannya.

“Mencari penulis itu susah sekali, saya pernah dua bulan enggak dapat sinopsis film yang bagus. Berbeda dengan di Amerika karena di sana banyak sekali SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas. Tapi, di Indonesia hanya bisa dihitung dengan jari”


Kamu yang saat ini masih duduk di bangku SMA, coba deh kamu lihat lagi materi Seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya. Ulasan teoretisnya cukup lengkap. Tapi, tidak ada tutorial tentang penulisan skenario.

Nah, disini Saya teruskan tutorial Penulisan Skenario oleh Ernest Prakasa. Kalian tentu tak asing lagi dengan Ernest, bukan?

Just google it.

Kamu akan bertemu dengan seorang stand-up comedian hebat, produser yang berprestasi, sutradara bertangan dingin, sekaligus aktor berpenampilan ciamik.

Kamu tentu tidak akan bisa menjadi sehebat Ernest dalam satu malam. Apapun ceritanya, even the longest journey is begun with a first step.

Kalau kamu sampai pada bagian ini, mungkin kamu akan mulai membayangkan: “Bagaimana sih rasanya menjadi sebuah penulis skenario? Bisa nggak ya nanti aku berkarir sebagai penulis skenario untuk film-film yang akan muncul di bioskop beberapa tahun ke depan?”

Silahkan teruskan mimpi dan anganmu. Tapi tentu mesti tetap sadar dan waras: Hal besar selalu dimulai dengan tindakan kecil.

Yuk kita mulai dengan membaca dan memahami tutorial yang dia tulis sendiri. Materi yang Saya bagikan ini Saya dapat setelah membeli kelas pelatihan di situs Kelas.Com

Klik link ini untuk mengunduh.
Workbook Berkarir sebagai Penulis Skenario

2D versus 3D

Seni rupa memberikan gambaran tahap demi tahap atau masa demi masa peristiwa terjadinya penciptaan karya visual dahulu dan sekarang.

Sebagai bagian dari sejarah peradaban dunia dan manusia, seni rupa tidak hanya menyangkut masalah bentuk yang diciptakan. Tapi juga latar belakang atau harapan masyarakat pencipta seni rupa pada waktu itu.

Kajian sejarah seni rupa menunjuk bahwa seni rupa suatu bangsa berkembang karena mendapat pengaruh dari luar. Perkembangannya selalu menunjukan sebagai suatu pertumbuhan dari awal kemudian tumbuh. Pada suatu zaman, akhirnya perkembangan itu mencapai titip puncak, yang kerap diasosiasikan sebagai seni klasik.

Dengan demikian, sejarah seni rupa adalah suatu cacatan peristiwa terjadinya ciptaan visual dua atau tiga dimensional dari waktu ke waktu secara periodesasi.

Wujud Seni Rupa

Seni rupa, seperti namanya, menghasilkan karya seni dengan media yang mampu dilihat dan dirasakan oleh panca indra manusia. Seni rupa terbagi dikelompokkan menurut wujud, massa dan fungsinya yaitu:


Seni rupa berdasarkan wujud, terbagi menjadi dua jenis:

  1. Seni Rupa dua dimensi – merupakan karya seni yang memiliki dua ukuran, yaitu panjang dan lebar. Seni rupa dua dimensi hanya mampu dinikmati dari arah depan.
  2. Seni Rupa tiga dimensi -merupakan karya seni yang memiliki tiga ukuran, yaitu panjang, lebar dan tinggi/volume. Berbeda dengan seni rupa dua dimensi, seni rupa tiga dimensi mampu diminati dari berbagai arah.

Seni rupa berdasarkan massanya, terbagi menjadi tiga jenis:

1. Seni rupa tradisional

Merupakan karya seni rupa yang dihasilkan dari pola, aturan atau pakem tertentu. Seni rupa tradisonal bersifat statis, tidak berubah karena aspek-aspek dalam berkaryanya turun temurun dari generasi ke generasi yang menyebabkan corak-corak dari karya seni ini tidak mengalami perubahan.

2. Seni rupa modern

Merupakan karya seni rupa yang dihasilnya dari kreativitas dan inovasi dari ide-ide yang belum pernah ada. Seni rupa modern terkenal dengan unsur pembaharuannya dan mengutamakan aspek kreativitas. Seni rupa ini sifatnya individualis, coraknya bisa mengalamai perubahahan sesuai dengan keinginan individu itu sendiri. Contohnya adalah lukisan.

3. Seni rupa kontemporer

Merupakan karya seni yang munculnya tergantung oleh waktu diciptakannya karya seni tersebut. Oleh karena itu seni rupa kontemporer sifatnya kekinian sebab selalu diangkat dari situasi dan kondisi seniman.


Seni rupa berdasarkan fungsinya, terbagi menjadi dua jenis:

  1. Seni Rupa Terapan – merupakan karya seni yang bertujuan praktis dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti senjata, keramik, rumah dan lain-lain.
  2. Seni rupa murni – merupakan karya seni yang diciptakan tidak memiliki tujuan tertentu, dihasilkan dari ide senimannya dan mengutamakan keindahan.

Kembali ke wujud atau dimensi.

Seni rupa 2 dimensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Hanya dapat dinikmati dari satu arah, arah depan atau arah belakang
  2. Memiliki koordinat X dan Y
  3. Memiliki dua ukuran, yaitu panjang dan lebar
  4. Tidak ada efek dari cahaya
  5. Frame memiliki layar yang terbatas
  6. Tidak terlalu banyak kombinasi warna, biasanya hanya warna dasar

Seni rupa 2 dimensi dapat ditemukan pada lukisan, foto, poster, banner, desain produk, karikatur, kaligrafi, mozaik, dan logo.

Sementara itu, Seni Rupa 3 Dimensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut

  1. Mampu dinikmati dari segala arah mata memandang, atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang
  2. Memiliki koordinat X,Y dan Z
  3. Memiliki 3 ukuran, yaitu panjang, lebar dan tinggi
  4. Frame memiliki layar yang luas
  5. Ada efek cahaya
  6. Penggunaan warnanya lebih kompleks dan memiliki gradasi-gradasi warna

Contoh-contoh seni rupa 3 dimensi dapat ditemukan pada kriya, patung, dan keramik.


Video animasi racikan Jim Wyler berikut mungkin bisa membantu menjelaskan.

Progresi Akor

“Pak, Saya sudah buat lirik dan notasi untuk tugas cipta lagu sederhana yang Bapak tugasin. Tapi nggak tau gimana caranya menentukan akornya. Bisa dijelasin lagi nggak, Pak?”

Begitu isi chat seorang Siswa di fasilitas Google Classroom. Selama pandemi COVID-19 ini kegiatan belajar-mengajar di sekolah memang berlangsung secara daring. Termasuk untuk tanya jawab dan diskusi.

Aku lihat Siswa ini cukup memperhatikan setiap materi yang kuberikan. Ada niat. Seperti sebagian besar murid-murid yang kubimbing.

Tentu selalu ada pengecualian. Tetapi itupun, tak melulu harus menyalahkan mereka. Belajar seni, secara umum, adalah hal yang menarik buat Siswa. Jadi, kalau ada Siswa yang ogah-ogahan mengikuti materi yang kuberikan atau tidak menunjukkan respons apapun, penyebabnya biasanya kompleks: faktor lingkungan, jadwal yang padat, sumber daya yang tersedia, termasuk cara pengajar menyampaikan materinya. Yang terakhir ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagiku.

Maka, respons seperti yang ditunjukkan siswa lewat chat tadi kubaca sebagai bukti antusiasme. Tentu saja: anak yang antusias layak mendapat perhatian.

Tuntutan kurikulum untuk tema Berkreasi Musik Kontemporer sendiri ada 3 yakni:

  1. Siswa mampu mendeskripsikan konsep dan teknik berkreasi musik kontemporer
  2. Siswa mampu memahami dan mengidentifikasi sejarah musik yang berkembang di dunia
  3. Siswa mampu memahami perkembangan musik kontemporer di Indonesia

Ketiga indikator ini bagus, tapi melulu melibatkan hafalan. Karena itu, kupikir: sebaik-baiknya pemahaman adalah jika dituangkan dalam praktek.

Maka dengan pengantar yang tentu tidak se-‘jelimet’ di bangku kuliah seni, kuberanikan untuk mengajak mereka menuangkan kreasi dan imajinasi seni dengan mencipta lagu sederhana.

Mulai dari memahami motif, menentukan narasi dan memahami progresi akor sederhana.

Nah, pada bagian progresi akor inilah kupikir perlu untuk dijelaskan ulang.

Apa itu Lagu?

Ringkasnya, lagu adalah puisi yang dinyanyikan.

Secara analogi, lagu adalah sebuah cerita lengkap dengan paragraf, kalimat dan tanda-tanda baca yang mendukung sehingga pembaca bisa memahami dengan mudah.

Sebuah lagu, dengan demikian, adalah sebuah komposisi dengan motif, perioda, frase, dan kadens yang mendukung sehingga pendengar bisa menikmati lagu dengan mudah.

Kembali ke akor.

Agar bisa menjadi sebuah akor yang tonal (karena ada juga yang atonal), nada-nada yang dimainkan dalam harmoni harus dalam interval yang pas.

Interval sendiri adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang lainnya. Jarak ini diukur dengan satuan tones dan semitones.

Apa itu tone dan semitone?


Anggaplah kita berpatokan kepada nada C tengah di piano.

Jika kita menekan nada C dan tuts hitam yang berada di sebelah nada C (nada C#), maka jarak itu dihitung sebagai satu semitones.

Sedangkan kalo kita menekan nada C dan nada D (tuts putih disebelah nada C), maka jarak itu dihitung sebagai satu tones atau dua semitones.

Progresi akor sendiri tidak bisa lepas kaitannya dengan interval tangga nada dan akor itu sendiri.

Definisi sederhana dari sebuah akor adalah gabungan dari beberapa nada yang dimainkan secara bersamaan, sehingga menghasilkan harmoni.

Setiap interval jika dimainkan secara bersamaan akan menghasilkan dua nuansa yang berbeda, yaitu konsonan dan dissonan.

Misalnya jika ingin menghasilkan akor mayor dari C maka harus memainkan nada C(root), E(major third), dan G(Prefect Fifth)

Jika kita merangkai akor berdasarkan rumusan di atas, maka jika kita menyusun akor dari tangga nada C maka tingkatan akor yang didapat adalah:

1. Akor C mayor (C-E-G atau 1-3-5), merupakan tingkatan akor tonika (I).

2. Akor D minor (D-F-A atau 2-4-6), merupakan tingkatan akor super tonika (ii).

3. Akor E minor (E-G-B atau 3-5-7), merupakan tingakatan akor median(iii).

4. Akor F mayor (F-A-C atau 4-6-‘1), merupakan tingkatan akor subdominan(IV).

5. Akor G mayor (G-B-D atau 5-7-‘2), merupakan tingkatan akor dominan(V).

6. Akor A minor (A-C-E atau 6-‘1-‘3), merupakan tingkatan akor submedian(vi).

7. Akor B diminis (B-D-F atau 7-‘2-‘4), merupakan tingkatan akor leading tone/subtonika(vii).

Jika diperhatikan, jarak antara nada tersebut memiliki kesamaan yaitu berselang satu nada diantaranya (Simetris).

Selanjutnya ialah menjelaskan jenis akor berdasarkan ‘kualitasnya’, yang dibagi dalam 4 jenis utama, yaitu mayor, minor, diminis, dan augmented.

Akor mayor memiliki jarak interval tones masing-masing 2- 1 1/2. Akor ini memiliki nuansa umumnya ceria dan dominan.

Akor minor memiliki jarak interval tones masing-masing 1 1/2 – 2. Akor ini memiliki nuansa sedih dan meredup.

Akor diminis memiliki jarak interval tones masing-masing 1 1/2-1 1/2. Akor ini memiliki nuansa miris dan serasa seperti ada nada yang kurang.

Akor augmented memiliki jarak interval tones masing-masing 2-2. Akor ini memiliki nuansa janggal dan serasa ada nada yang berlebih.

Selanjutnya, kadens.

Penggunaan di dalam setiap akor itu sendiri tidak bisa asal-asalan.

Anggaplah progresi akor itu adalah sebuah ‘kalimat’, maka setiap awal ‘kalimat’ harus diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Maka di dalam progresi akor, harus diawali dengan akor I dan diakhiri dengan akor I juga.

Di dalam setiap kalimat juga tanda pungtuasi lainya yaitu koma, yaitu sebagai pemisah bagian didalam kalimat.

Di dalam progresi akor juga ada semacam tanda ‘koma’, yaitu akor IV dan V.

Akor I, IV, dan V merupakan akor standar yang pasti bisa ‘nyambung’ sama semua lagu.

Dalam sebuah progresi akor terdapat semacam ‘hukum’ bernama kadensa.

Kadens berarti alur akor yang sudah pasti di dalam sebuah akhir kalimat dalam lagu, dan bersifat resolutif.

Macam-macam dari kadens yang umum terjadi di dalam progresi akor dalam karya musik termasuk lagu pop antara lain:

1. Kadens otentik

Sebuah progresi akor dimana nuansa “selesai” nya sangat terasa, progresi akor nya berupa V-I

2. Kadens separuh
Progresi akor yang nuansanya seperti masih menggantung atau belum “selesai” sepenuhnya, berupa I-V atau ii-V atau dari akor mana saja yang berakhir di akor V.

3.Kadens Plagal
Progresi akor yang nuansa nya bisa “selesai” tetapi tidak terlalu tegas. Di dalam musik gereja progresi akor ini biasanya digunakan untuk mengiringi kata “amen” pada akhir sebuah pujian. Biasanya berupa akor IV-I atau IV-iv-I.

Sedangkan akor ii, vi, dan vii biasanya menjadi akor jembatan di dalam lagu, tergantung dari pergerakan nadanya. Nah, kini sampailah pada bagian tersulit. Untuk prakteknya bagaimana?

We are going to need tons of practises. Mesti berlatih banyak-banyak dan sering-sering.

Karena bagaimana pun seseorang bisa “peka” dengan progresi akor tidak hanya karena paham teori, tetapi juga bisa merasakan pergerakan nada di dalam sebuah lagu.

Jadi, meski secara teori nada, tangga nada dan akor bisa diuraikan secara matematis, tetapi untuk mempraktekkannya dengan benar tetap saja setiap seniman harus melakukan olah rasa secara konsisten.

Kompilasi Pertanyaan – Imajinasi pada Seni Rupa 2D

  1. Apa perbedaan antara aliran naturalisme dan romantisme dalam karya seni lukis? Bukankah aliran naturalisme dan aliran romantisme termasuk dalam satu gaya seni lukis, yaitu gaya representatif yang berarti menggunakan keadaan yang “nyata” dalam kehidupan masyarakat dan alam?
  2. Ketika seseorang ingin mengungkapkan sesuatu dalam bentuk lukisan, apakah harus belajar keterampilan khusus melukis dulu agar hasilnya sesuai dengan bentuk penggambarannya?
  3. Mengapa karya lukisan saat dijual/dibeli bisa menjadi sangat mahal padahal jika dilihat dari sudut pandang orang lain lukisan tersebut terkesan “biasa saja”? Selain itu karya lukisan tersebut bisa jadi digunakan sebagai “terapi penyembuhan mental”.
  4. Bagaimana cara kita menentukan atau menilai bahwa karya seni rupa dua dimensi tersebut merupakan sebuah karya yang baik/bagus. Apa hal yang mendasar yang perlu kita ketahui untuk menilai karya tersebut?
  5. Apakah karya seni rupa dua dimensi bisa diukur berdasarkan proses pembuatannya saja atau hanya sekedar hasilnya saja?
  6. Suatu karya seni rupa harus memiliki asas-asas untuk menunjukkan karya tersebut. Apakah suatu karya yang memiliki gambaran dan arti yang abstrak dan tidak memenuhi asas-asas tersebut bisa dibilang sebagai karya seni rupa?
  7. Salah satu asas menggambar ekpresi adalah asas keseimbangan. Jenisnya ada sentral, diagonal, simetris, dan asimetris. Jelaskan.
  8. Lukisan abstrak adalah lukisan yang bentuknya tidak berhubungan dengan bentuk apapun dan terkadang memperlihatkan bentuk acak acakan dan tidak masuk akal. Jadi pada pengklasifikasiannya gaya apa yang dipakai dalam pembuatan lukisan tersebut dan bagaimana cara menilai nilai estetika lukisan tersebut?
  9. Mengapa proses menggambar ekspresi berbeda dengan menggambar bentuk?
  10. Bagaimana jadinya hasil sebuah karya jika semua gaya dalam seni rupa (gaya ketepatan objektif, gaya bentuk formal, gaya emosi, dan gaya fantasi) disatukan dalam satu karya?
  11. Termasuk ke dalam aliran apakah lukisan Monalisa? Dan teknik apa yang digunakan pelukis sehingga lukisan tersebut bisa dilihat seolah-olah tersenyum?
  12. Setiap lukisan pasti memilik unsur yang berbeda dari unsur sekitarnya yang ditetapkan oleh pelukis itu sendiri, jadi jika seorang pelukis menetapkan salah satu dari lukisannya sebagai center of interest tetapi kebanyakan penikmat menunjuk gambar lain sebagai center of interest, jadi gambar center of interest yang mana?
  13. Dari gaya ketepatan objektif, gaya bentuk formal, gaya emosi, dan gaya fantasi, dari setiap gaya tersebut, apa gaya yang pada umumnya menciptakan karya seni yang paling menarik dan paling berharga dan apakah gaya tersebut dapat di kolaborasikan (2 gaya atau lebih dalam 1 karya seni)?
  14. Karya seni itu digali melalui sumber ide. Ide itu gagasan pokok yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai bentuk karya seni. Tetapi mengapa dalam gambar ekspresi tidak diberi kebebasan untuk mengungkapkan perasaannya ?
  15. Bagaimana para seniman dapat memadukan dan menuangkan karya lukisan gaya fantasi menjadi sangat bermakna dan menginspirasi?
  16. Keselarasan warna dapat di peroleh dengan memadukan warna monokromatis, analogus,d an komplementer. Apa perbedaan monokromatik dengan analogus?
  17. Bagaimana cara memaknai gambar abstrak, dan menilai gambar abstrak dan mengapa lukisan abstrak itu bisa memiliki harga yang tinggi untuk di jual?
  18. Umumnya seorang pelukis akan melukis sesuai dengan apa yang dia lihat atau dia rasakan (emosi). Namun, saat ini banyak kita temui jika terdapat lukisan yang di taksir dengan harga mahal dan disebut-sebut memiliki nilai estetik yang tinggi dan bermakna, padahal sang pelukis lukisan tersebut adalah hewan, yakni gajah. Bagaimana bisa lukisan itu disebut bermakna dan memiliki nilai estetik yang tinggi sementara kita sudah tahu bahwa sang pelukis hanyalah hewan yang belum tentu memiliki perasaan saat memberikan warna pada canvas secara acak? Apakah dengan hanya menaruh warna secara acak pada canvas tanpa melibatkan perasaan dan tanpa berminat memberikan makna pada ‘lukisan’ itu, itu tetap bisa dikatakan sebagai lukisan?
  19. Di zaman yang semakin maju ini seni lukis pun ikut berkembang. Salah satu contohnya adalah seni melukis di atas wajah (facial painting). Apakah metode yang di pakai dalam facial painting sama dengan metode melukis di atas kanvas ?
  20. Apakah seorang pelukis memang harus menggunakan objek secara langsung atau bisa juga tanpa menggunakan objek?
  21. Bagaimana cara mengekspresikan ide/imajinasi kita melalui media sosial dengan tidak menyinggung SARA?
  22. Seni lukis memiliki banyak jenis salah satunya lukisan mosaik dan lukisan enamel. Apa itu mosaik dan enamel?
    Dalam pembuatan karya seni rupa, bagaimana cara kita menentukan teknik yang sesuai dengan objek seni rupa yang akan kita buat?
  23. Apa maksud dari irama dalam gambar ekspresi?
  24. Mengapa lukisan yang dipajang disebuah lukisan pameran ataupun museum dapat menambah nilai sebuah lukisan tersebut dibandingkan hanya dipajang dijalanan?
  25. “Keutuhan wujud seni lukis, terdiri dari ide dan organisasi elemen-elemen visual”. Apa sajakah yang termasuk elemen- elemen visual itu?
  26. Seni lukis juga perlu pertimbangan tentang unsur estetik. Apa yang dimaksud dengan unsur estetik dalam melukis?
  27. Seperti yang kita ketahui batik adalah salah satu contoh seni rupa 2D, apa teknik/ alat yang bisa di gunakan untuk membuat batik dan juga apakah semua jenis kain bisa kita gunakan sebagai media pembuatan batik?
  28. Dalam seni lukis, apakah pergerakan tangan saat melukis manual akan berpengaruh pada pengungkapan perasaan si seniman ?
  29. Pencampuran warna (mixing) dapat diterapkan dalam seni lukis. Pada saat kapan pencampuran warna dilakukan, dan berapa rasio perbandingan antar warna agar menghasilkan warna yang bagus dan menarik?
  30. Apakah imajinasi saja sudah cukup untuk menciptakan suatu karya seni rupa dua dimensi yang mencakup teknik bahan yang tepat?
  31. Apa yang membuat sebuah lukisan menjadi sangat bernilai? Apakah lukisan digital painting sama nilainya dengan lukisan manual? Digital painting memiliki banyak fitur (sentuhan teknologi) untuk menghasilkan karya seni yang lebih berkualitas dibanding lukisan manual. Sejauh yang saya tahu, lukisan manual lebih disorot dan harganya mahal. Mengapa demikian?
  32. Apakah teknik aquarel masih relevan dengan kehidupan sekarang?
  33. Di internet seorang pelukis yang menggunakan bahan cat pilox. Apakah ada teknik-teknik tertentu yang digunakan pelukis dalam membuat lukisan dengan bahan cat pilox?
    Bagaimana cara pelukis menggunakan gradasi gelap terang dalam teknik pointilis dan apa saja ciri khusus tekniik pointilis dengan teknis melukis lainnya?
  34. Seperti yang kita ketahui perkembangan zaman sudah sangat maju dimana telah banyak revolusi baru terkait berbagai bidang kehidupan kita, dimana salah satunya ialah Seni. Namun dari hal ini tentu kita sadar banyak profesi terancam hilang dan terasingkan terkait perkembangan yang begitu cepat. Jadi bagaimana cara para seniman untuk mampu berdiri dan bertahan dalam persaingan intens di pasar nasional dan internasional dalam promosi dan penjualan karya seni mereka, dimana kita ketahui sekarang untuk membuat suatu karya seni yang menakjubkan, tidak lagi diperlukan kerajinan tangan yang menguras Pikiran, Waktu dan Tenaga kita. Karena sudah banyak teknologi teknologi mutakhir muncul untuk dapat bekerja dan membuat grafis maupun karya seni yang lebih menakjubkan dimana hal itu juga dapat dilakukan oleh khalayak banyak sehingga tidak harus terfokus pada satu orang yang benar benar harus memiliki jiwa dan karakteristik seperti seorang seniman. Dan bagaimana sebenarnya orang-orang menilai dan memandang nilai dan karakteristik sebuah seni dimana kita tahu orang orang memiliki berbagai sudut pandangnya sendiri terkait hal itu, sehingga keberhargaan sebuah karya seni dipertanyakan?
  35. Apa dasar pelukis menentukan harga lukisannya terutama lukisan abstrak dan bagaimana harga itu dapat diterima oleh pelukis lainnya/pembeli?
  36. Apakah gambar ekspresi sama dengan gambar suasana/gambar naratif? Skill apa yang harus dikuasai untuk menggambar suasana?
  37. Gambar ekspresi adalah gambar yang dibuat secara bebas oleh si penggambar, tetapi kenapa ada beberapa pribadi melakukan kritikan atas karya si penggambar? Bukankah itu terserah kepada si penggambar hendak menggambar ekspresi apa saja?
  38. Kenapa seni yang dibuat secara manual lebih dihargai dibanding seni yang dibuat secara digital? Padahal sebenarnya kalau di lihat dari sisi kesulitan bisa dibilang relatif sama, tergantung pada situasi.
  39. Apakah penggunaan alat-alat lukis seperti minyak, kuas, kanvas dan alat melukis lainnya masih perlu dipakai pada zaman sekarang, karena pada zaman sekarang kita tahu bahwa kita dapat menggunakan aplikasi di gadget kita untuk melukis?
  40. Seorang pelukis melukiskan emosinya diatas kanvas dan ternyata hasilnya hanya sebatas gambar yang abstrak, bagaimana seorang awam bisa mengetahui kalau karyanya tersebut merupakan seni yang indah dan apakah ada unsur tertentu yang dapat dijelaskan kepada seorang awam tersebut agar dia mengetahui bahwa karya si pelukis tadi mengandung makna?
  41. Siapa seniman yang pertama kali mengembangkan karya seni rupa sehingga dapat berkembang sampai sekarang
  42. Dalam dunia seni, dikatakan bahwa seni itu relatif. Tidak ada yang bisa dikategorikan bagus atau kurang bagus. Masing masing memiliki rasa nya tersendiri. Bagaimana kita menyikapi hal itu? Karena terkadang di beberapa kasus sering terjadi kontroversi antar sesama dalam menilai seni, padahal masing masing karya sudah memiliki nilai seni tersendiri.
  43. Dalam membuat suatu karya seni lukis, tentu dibutuhkan suatu konsep untuk menjelaskan bahwa karya tersebut mengandung gagasan, pikiran, ataupun ekspresi seseorang. Namun kadang lukisan yang dihasilkan mengandung makna yang tersembunyi, misalkan lukisan tersebut berupa lukisan abstrak yang hanya berupa garis dan warna yang tidak beraturan. Bagaimana cara seorang pelukis untuk dapat mengekspresikan lukisannya dalam maksud yang tersembunyi namun tetap memiliki nilai seni yang tinggi?
  44. Dalam menggembangkan karya seni,ada metode intuitif dimana seseorang membuat karya seni tanpa perencanaan yang matang dan hanya mengutamakan eksperimen, juga trial dan error (proses belajar dengan coba coba). Namun pastinya eksperimen yang dicoba seniman tentunya memiliki arah dan maksud. Hal apa yang menjadi dasar seniman bisa melukis tanpa perencanaan yang matang namun memiliki nilai dan makna yang tinggi?
  45. Bagaimana cara seseorang membuat ukuran perbandingan yang pas sehingga ia dapat menggambarnya sesuai dengan objek yang dilukisnya ( terlihat realistis)?
  46. Dalam melukis banyak sekali teknik yang digunakan dalam pembuatannya. Sehingga, apakah untuk melukis kita harus mempelajari tiap teknik tersebut sebagai dasar melukis atau kita dapat melukiskan sesuatu tanpa sebelumnya mempelajari teknik tersebut dan melukis menggunakan imajinasi kita?
  47. Di Indonesia seni lukis jenis mana yang digunakan dan mengapa seni lukis itu menjadi sering digunakan oleh para pelukis?
  48. Pada bagian teknik seni rupa dua dimensi terdapat teknik plakat,dimana teknik tersebut digunakan untuk menentukan gelap dan terang dengan cara menutup. Bagian apakah yang ditutup pada seni rupa dua dimensi dan menggunakan bahan/alat apa seni rupa dua dimensi tersebut ditutup agar dapat menentukan gelap dan terang?
  49. Bagaimana kira-kira pertama kali manusia menggunakan imajinasinya dan diterapkan pada benda apa?
  50. Dalam seni rupa dua dimensi, hal – hal apa sajakah yang perlu kita perhatikan untuk pemenuhan asas menggambar ekspresi dan corak menggambar ekspresi?
  51. Apakah kita bisa menerapkan konsep lukisan 2 dimensi untuk dikembangkan menjadi konsep 3 dimensi. Kalau bisa apa saja yang sangat diperlukan untuk itu?
  52. Mengapa lukisan yang diciptakan oleh hewan memiliki nilai jual yang tinggi dan apa nilai seni yang terdapat di dalamnya?
  53. Apa proses-proses dalam pembuatan karya seni grafis? Dan apa kendala utama dalam proses seni grafis?
  54. Mengapa di pasaran internasional lukisan antik ataupun barang barang klasik terjual mahal sekali di pasaran padahal sekarang di aplikasi seperti Lightroom ataupun sejenisnya untuk mengedit foto sudah banyak.
  55. Dapatkah dalam seni lukis digunakan teknik pointilis dan apa itu teknik menggambar dengan rapido?
  56. Sebuah lukisan merupakan hasil imajinasi seseorang. Imajinasi tersebut kadang bahkan susah untuk dipahami maknanya. Bagaimana cara kita bisa memahami makna imajinasi dari lukisan tersebut? Aspek apa saja yang harus kita kuasai agar kita bisa memahaminya?
  57. Hal apa yang membuat seni(lukisan) masih tetap diminati dan dihargai dengan sangat mahal hingga sekarang sedangkan jaman sekarang potret hasil kamera lebih banyak beredar,lebih simpel,dan kelihatan sangat nyata?
  58. Bagaimana cara kita menentukan atau bahkan menilai suatu karya seni rupa dua dimensi yang kita jumpai adalah suatu karya seni rupa dua dimensi yang baik, apa saja faktor atau hal mendasar yang kita gunakan untuk menentukannya?
  59. Seni lukis adalah wujud ekspresi yang dituangkan menggunakan garis warna serta tekstur.Lalu mengapa pada saat pameran lukisan, ada lukisan yang tidak jelas, seperti coretan dan gambar yang sulit dipahami tetapi terjual dengan harga yang sangat tinggi?
  60. Seni lukis dikatakan sebagai suatu wujud ungkapan pengalaman estetik seseorang yang dituangkan ke dalam bidang dua dimensi rupa, yaitu garis warna dan tekstur. Yang dimaksud dengan pengalaman estetik adalah …?
  61. Saat membuat suatu karya seni rupa tentunya dibutuhkan imajinasi dari dalam diri kita sendiri. Bagaimana cara untuk mengembangkan imajinasi? Dan bagaimana cara mengatasi masalah bagi orang orang yang kesusahan untuk membuat suatu karya dengan imajinasinya sendiri?
    Bagaimana seorang pelukis dapat menuang imajinasi dan perasaannya ke dalam lukisan nya tersebut?
  62. Seni lukis terbagi 2, klasik dan modern. Bagaimana kita dapat memahami dan membedakan kedua hal tersebut dan berikan contohnya.
  63. Hal apa yang diperhatikan dalam lukisan sehingga harganya bisa mahal jika dijual? Padahal jika dilihat terkesan biasa saja.
  64. Apa yang menjadi daya tarik dalam seni lukis dan mengapa sebuah lukisan bisa menjadi sangat mahal padahal itu hanya sebuah imajinasi saja yang bisa dilakukan oleh semua orang?
  65. Bagaimana cara mengolah emosi menjadi sebuah imajinasi sehingga membentuk gaya aliran emosi?
  66. Apakah media melukis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkemban pelukis pemula?
  67. Bagaimana seorang pengrajin menerapkan jenis, simbol, dan nilai estetis dalam konsep seni rupa?
  68. Bagaimana seorang pengrajin atau wirausahawan mampu memasarkan kerajinannya agar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan lingkungan sekitar pasar lokal dengan sistem konsinyasi?
  69. Teknik yang digunakan untuk menempel kerajinan hiasan dinding salah satunya adalah teknik kolase yaitu menggabungkan berbagai barang bekas untuk menjadi sebuah bentuk kerajinan. Lalu apa aturan menggunakan teknik kolase agar kerajinan itu bisa memiliki nilai estetik walaupun terbuat dari barang bekas?
  70. Mengapa sulit bagi kaum awam untuk dapat mengerti makna di balik lukisan seniman, bahkan terkadang sulit menemukan sisi estetika dari lukisan (pada umumnya lukisan abstrak) para seniman terkenal?
  71. Dalam seni lukis diperlukan keterampilan khusus untuk merepresentasikan kehidupan nyata. Apakah lukisan selalu merepresentasikan kehidupan nyata? Bukankah kebanyakan lukisan mengekspresikan imajinasi pelukis?
  72. Kreativitas tentu saja menjadi unsur penting agar seorang seniman mampu menggunakan teori keterampilan dan menjawab persoalan dalam bidangnya masing-masing. Apa yang dimaksud dengan “teori keterampilan”?
  73. Kerajinan seperti apa yang memiliki peluang usaha menunjang dalam penjualan produk-produk di pasar lokal?
  74. Mengapa menggambarkan ekspresi harus memperhatikan asas? Apakah tidak bisa langsung sesuai imajinasi saja?
    Bagaimana cara menganalisis pesan yang terkandung dalam suatu karya seni yang bahkan terkadang seperti tidak memiliki makna sehingga sulit memaknai karya tersebut?
  75. Antara cat minyak dan cat air, yang manakah yang lebih baik digunakan pada saat melukis? Adakah kelebihannya saat menggunakan cat itu?
  76. Mengapa lukisan absurd dari seorang seniman bisa dianggap sebagai suatu mahakarya?
  77. Pada cetak datar (Lithography), salah satu cara pembuatannya dilakukan dengan teknik monoprint/cetak tunggal. Apa sebenarnya spesifik perbedaan cetak tunggal dengan teknik cetak lainnya?
  78. Jika suatu karya seperti seni rupa 2D semuanya memiliki ciri khas tersendiri sesuai bidang (alirannya) dengan perspektif, selera, dan sebagainya, bagaimana cara para kritikus profesional mengapresiasi suatu karya seni? Apakah mereka wajib menguasai setiap aliran yang berkaitan atau mereka hanya mengapresiasi secara subjektif sesuai selera, gaya, dan per bidang yang mereka kuasai saja terhadap suatu karya seni?
  79. Bagaimana cara mengetahui media atau bahan apa yang baik untuk mengekspresikan karya kita, apa itu hanya sesuka hati kita? Atau ada syarat syarat yang perlu diketahui untuk mengekspresikan karya kita?
  80. Kerajinan lokal terbagi menjadi 2 yaitu kerajinan adiluhung dan kerajinan fungsional maka pada masa modern ini kerajinan mana yang lebih sering dibuat dan diantara keduanya yang mana memiliki nilai jual paling tinggi?
  81. Mengapa dari seluruh teknik2 seni yang tertera di buku paket, jarang sekali diketahui atau bahkan ditemukan di seluruh daerah Indonesia. Dan kalaupun ada hanya sedikit saja. Apa yang membuatnya menjadi sangat tidak menarik di Indonesia sedangkan di Eropa seni sangat dijunjung tinggi?
  82. Dalam seni rupa terdapat banyak gaya dan aliran. Apakah ada pengaruh zaman terhadap gaya/aliran yang biasa dipakai oleh para pelukis? Kalau ada apa gaya/aliran yang sering dipakai pada zaman modern ini?
  83. Bagaimana cara mengorganisasikan unsur-unsur visual pada bidang datar dua dimensi?
  84. Gambar karikatur terbagi dari 3 jenis, yaitu karikatur, kartun dan animasi. Karikatur dan jenis kartun editorial memiliki ciri-ciri yang sama dimana bersifat menyindir. Apa ciri khusus pada karikatur yang berlebihan, tidak wajar, tidak dapat kita temukan di kartun editorial yang tujuannya sama-sama menyindir dan menghibur? Dibagian mana kita bisa menyimpulkan karikatur itu berbeda dengan kartu editorial?
  85. Pada gaya ketetapan objektif muncul gagasan bahwa seni adalah imitasi gejala visual, imitasi merupakan peniruan, bagaimana jika imitasi tersebut menyinggung seseorang dengan seni rupa yang dihasilkan?
  86. Karena perkembangan teknologi, peminat lukisan digital lebih ramai daripada lukisan tradisional. Bagaimana cara pelukis tradisional menyaingi nilai jual lukisan digital? Dan bagaimana cara pelukis tradisional melestarikan teknik melukis mereka?
  87. Apakah bisa terjadi penggabungan dua gaya dalam karya lukis? Jelaskan!
  88. Bagaimana cara kita sebagai penikmat suatu lukisan agar dapat dengan mudah memaknai suatu hasil karya seni?
  89. Seni gambar lebih menonjolkankan garis sedangkan seni lukis lebih menonjolkan warna. Apakah dari keterangan tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa seni lukis lebih estetik dari seni gambar?
  90. Mengapa lukisan kuno umumnya lebih mahal nilai jualnya dibandingkan lukisan modern? Apa saja perbedaan teknik atau cara pembuatannya sehingga membuat nilai jualnya dan kestetikaannya berbeda?
  91. Kapankah manusia pertama kali menggunakan imajinasinya dan di mana diterapkan dan bagaimana penerapannya?
  92. Mengapa lukisan yang beraliran abstraksionisme banyak peminatnya padahal makna yang ditampilkan tidak jelas (hampir semua)?
  93. Pada saat kita melihat suatu lukisan, bagaimana kita bisa mengetahui gaya dan aliran apa yang terdapat dalam lukisan tersebut?
  94. Bagaimana cara seniman meletakkan pola imajinasinya ke dalam bentuk gaya ketepatan objektif, dalam aliran impresionisme dan pointilisme?
  95. Pada proses penilaian seni lukis apakah terdapat kriteria pemilihan gaya (tiap gaya memiliki tingkat nilai yang berbeda) atau penilaian diambil dari kecocokan lukisan kita dengan gaya yang kita pilih?
  96. Seni lukis itu berupa lukisan yang mengandung sebuah ekspresi perasaan si pelukis tersebut, lalu bagaimana jika karya pelukis itu ada yang menirukan atau memalsukan apakah itu disebut juga karya seni lukis? Dan bagaimana cara untuk dapat membedakan lukisan itu asli atau palsu?
  97. Bagaimana dan hal apa yang ditonjolkan asas irama dalam menggambar ekspresi, padahal yang kita ketahui bahwa irama berkaitan dengan seni musik. Jelaskan!
  98. Seperti yang kita ketahui bahwa corak ekspresi bagian karikatur bersifat menyindir dan melebih – lebihkan dengan tujuan memberikan kritik atau perlawanan sosial. Jadi misalnya ada seorang pelukis yang melukis sebuah objek yang menyindir pihak tertentu dengan latar belakang si pelukis tidak menyukai tindakan yang dilakukan pihak tadi. Jadi bisakah pihak tadi menuntut si pelukis atas dasar pencemaran nama baik?Apakah tindakan si pelukis ini salah bila karya yang dijadikan objek tadi misalnya pihak pemerintah yang dituduh melakukan korupsi? Dan apakah ada larangan khusus yang diberikan disuatu negara pada seniman untuk batas kritikan atau sindiran yang dituangkan dalam wujud seni oleh setiap seniman
  99. Bagaimana cara seniman dapat mengasah kemampuannya dalam mengolah daya khayalnya sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru, belum pernah dilihat atau dibayangkan sebelumnya ? Dan apa yang bisa kita lakukan sebagai pengamat agar kita bisa mengerti dan mampu mendalami karya-karya seniman tersebut ?
  100. Apakah dengan memajang hasil lukisan disebuah pameran dapat menambah nilai jual lukisan tersebut?
  101. Apa pengaruh latar belakang pembuatan karya dalam menentukan apakah seni itu termasuk seni lukis atau seni gambar?
  102. Dengan adanya segmentasi pelanggan, jelaskan bagaimana cara yang dapat kita lakukan untuk memilih atau mencapai target pasar yang tepat sehingga penjualan lebih efektif?
  103. Gambar ekspresi adalah gambar yang dibuat secara bebas berdasarkan imajinasi dan penafsiran penggambarnya. Sedangkan dalam menggambar ekspresi memiliki asas-asasnya. Tidakkah asas-asas tersebut menghambat kebebasan dalam menggambar ekspresi itu sendiri?
  104. Apakah lukisan 3 dimensi termasuk ke dalam seni rupa 2 dimensi atau termasuk ke seni rupa 3 dimensi? Alasannya ?
  105. Apa yang mendorong para seniman untuk menerapkan gaya aliran fantasi dalam karya seninya, dan bagaimana cara seniman tersebut meletakkan titik imajinasinya kedalam karya seni aliran gaya fantasi, serta mengapa karya seni aliran gaya fantasi begitu populer di kalangan penikmat seni?
  106. Dalam menunjang keberhasilan penjualan produk di pasar lokal, bentuk kerajinan seperti apa yang memiliki peluang usaha yang menjanjikan?
  107. Seni lukis merupakan suatu wujud ungkapan pengalaman estetik seseorang, apa itu pengalaman estetik dan apa perbedaannya dengan imajinasi?
  108. Pada era teknologi saat ini, apakah seorang desain grafis diwajibkan menguasai semua teknik dalam seni rupa?
  109. Mengapa dalam penggunaan teknologi mesin akan mempengaruhi rasa yang akan diperoleh konsumen dan bagaimana perbedaan hasil suatu produk jika dibandingkan dengan keterampilan tangan?
  110. Apakah dalam kenyataan yang ada di lapangan langsung, para pembuat kerajinan memperhatikan aspek aspek seperti menghitung BEP (break event point) , jika tidak mengapa mereka tidak melakukan hal tersebut?
  111. Pada seni lukis diperlukan keterampilan khusus untuk menggambarkan sesuatu sebagai bentuk representasi kehidupan nyata. Keterampilan khusus apa yang diperlukan itu?
  112. Kriteria apa yang menjadikan hasil karya lukisan layak dipasarkan? Dan hal-hal apa yang harus kita perhatikan sebelum membeli sebuah lukisan?
  113. Bagaimana cara kita mengalirkan emosi kita ke dalam lukisan? Apakah dalam hal ini diperlukan pengendalian emosi diri?
  114. Bagaimana jika dalam proses menggambar ekspresi kita tidak menggunakan proporsi. Adakah pengaruhnya terhadap gambar tersebut? Jika ada apa pengaruhnya?
  115. Ada beberapa orang yang bisa dalam menggambar bentuk namun sulit berimajinasi untuk menggambar ekspresi atau bisa dibilang imajinasinya terbatas. Apa faktor-faktor yang dapat menghambat seseorang untuk berimajinasi atau imajinasinya tidak muncul dalam menggambar ekspresi padahal orang tersebut sangat cakap dalam menggambar bentuk dan bagaimana cara mengatasinya?
  116. Apakah mungkin seni lukis yang dinikmati secara visual dapat juga dinikmati oleh orang turnanetra?
  117. Saat kita bosan sering kita mencoret-coret abstrak pada kertas. Apakah itu dapat disebut suatu karya atau tidak? Jika tidak, kenapa ada seniman yang membuat gambar atau lukisan yang abstrak dan itu disebut suatu karya bahkan memiliki nilai ekonomis?
  118. Banyak lukisan ataupun karya seni di dunia yang dijual dengan harga mahal. Sebenarnya hal apa saja yang membuat suatu karya seni seperti lukisan memiliki nilai spesial sehingga dapat menjadi sangat mahal?
  119. Dari segi dimensinya seni rupa dua dimensi dibagi menjadi mencakup seni lukis dan seni gambar. Apa perbedaan seni lukis dan seni gambar dari segi media dan proses pembuatannya? Dan pada saat ini mana yang lebih diminati? Mengapa?
  120. Bagaimana proses mengorganisir unsur-unsur gambar sehingga terlihat indah dan harmonis pada suatu karya dan bagaimana cara menciptakan animasi tiga dimensi menggunakan lilin?
  121. Karya seni identik dengan hal yang mahal, karena proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama, dan kadang berbiaya mahal, bagaimana cara kita membuat sebuah karya seni yang berdaya jual tinggi, tapi memanfaatkan barang yang ada disekitar kita? Jelaskan dan berikan contohnya.
  122. Dalam seni rupa imajinasi cukup diperlukan dalam daya pikir untuk mengembangkan sesuatu. Jadi apakah setiap karya seni rupa itu bisa dalam bentuk nyata atau tidak?
  123. Apakah dalam melukis dengan mengungkapkan pengalaman ideologis memiliki aturan khusus agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika kita melukis dengan pengalaman tersebut karena seperti yang kita ketahui bahwa ideologi identik dengan paham seseorang atau negara tertentu. Jikalau ada, bisa disebutkan apa saja aturannya?
  124. Jika ada seorang pelukis membuat karyanya dari imajinasi orang lain, sedangkan suatu karya itu ada dari imajinasi seseorang. Apakah itu masih dikatakan sebagai karya dari pelukis tersebut?
  125. Dalam berkarya pasti tidak asing dengan media-media yang digunakan. Apa sejarah penggunaan media-media tersebut, dari yang tertua hingga masa kini (modern)?
  126. Ketika kita membuat suatu karya seni rupa tentunya dibutuhkan kreativitas.. Bagaimana cara mengatasi masalah bagi orang orang yang sulit untuk membuat suatu karya dengan kreativitasnya sendiri?
  127. Bagaimana motivasi ekonomi dapat mendorong kreativitas untuk membuat sebuah karya seni?
  128. Hal apa yang menjadi ukuran baku untuk mencapai harmoni, keseimbangan, dan keindahan suatu karya berdasarkan gaya bentuk formal?
  129. Kita tahu bahwa dalam berkarya seni rupa dibutuhkan imajinasi yang tinggi. Namun banyak lukisan yang maknanya susah untuk dipahami seperti lukisan Monalisa. Bagaimana cara kita memahami makna setiap lukisan yang kita tahu imajinasinya terkadang ambigu?
  130. Seni lukis dan seni gambar itu berbeda. Seni gambar lebih menonjolkan unsur garis dan seni lukis menonjolkan unsur warna. Jadi bagaimana jika seni gambar itu dipadukan dengan warna dan seni lukis itu lebih menggunakan warna monokrom? Bagaimana kita dapat membedakan itu seni gambar ataupun seni lukis? Dan terkadang orang-orang pasti sangat sulit membedakan kedua seni tersebut. Apa unsur penting yang kita lihat untuk dapat membedakannya?
  131. Dalam pembuatan suatu karya seni rupa, pastilah dibutuhkan suatu teknik istimewa yang pastinya tidak semua orang bisa mempunyainya. Orang yang memiliki teknik istimewa untuk membuat suatu seni rupa tersebut dinamakan seniman. Namun ada beberapa orang yang hanya mampu membahasakan makna dari suatu seni rupa saja berdasarkan pengetahuan seni yang ia punya. Apakah ia dapat dikatakan sebagai seorang seniman? Karena biasanya dia lah orang yang menentukan layak atau tidaknya suatu karya tersebut untuk dipamerkan dan dipasarkan. Dan adakah kriteria yang dapat menyatakan seseorang itu seniman atau tidak?
  132. Jika pelukis menggambar dengan imajinasinya sendiri namun dengan objek yang memang logis, namun penikmat tidak dapat merasakan makna lukisan tersebut (atau apa yang sebenarnya suasana yang terjadi di lukisan tersebut), jadi apakah fungsi seni rupa hanya sekedar dinikmati dari segi visual (estetika)-nya saja dan alat pemuas bagi individu itu sendiri?
  133. Dalam gambar ekspresi dikatakan bahwa terdapat sedikit hambatan, yaitu tidak diberi kebebasan sepenuhnya untuk mengungkapkan perasaannya, lalu mengapa dikatakan gambar ekspresi jika kita tidak bisa mengungkapkan perasaan kita secara penuh?
  134. Dalam mengekspresikan gagasan pikiran dan perasaan pada sebuah lukisan, bagaimana cara pelukis mengorganisasikan unsur-unsur visual pada bidang datar dua dimensi?
  135. Apabila kita menjelek-jelekkan misalnya wajah para petinggi negara kita sesuai kaidah karikatur, apakah kita tidak dijerat hukum?
  136. Apa dasar para pelukis menentukan harga lukisannya, terutama lukisan abstrak dan bagaimana harga itu dapat diterima oleh pelukis lainnya/pembeli?
  137. Mengapa sebelum menggambar, kita harus membuat sketsa terlebih dahulu?
  138. Seni lukis merupakan wujud ekspresi yang harus dipandang secara utuh. Mengapa seni lukis harus dipandang secara utuh?? Bagaimana kalau lukisan itu tidak dipandang secara utuh??
  139. Jika kita ingin menggambar gambar ekspresi tetapi ada salah satu asas yang tidak terpenuhi apakah gambar kita masih bisa disebut sebagai gambar ekspresi?
  140. Keterampilan khusus seperti apa yang kita butuhkan untuk menggambarkan sesuatu sebagai bentuk representasi kehidupan nyata? Juga, apakah kita harus mempelajarinya atau bahkan itu sebuah bakat?
  141. Darimana asal dan pengertiaan asli dari kata lithography serta apa media yang digunakan dalam cetak datar dan prosesnya?
  142. Kenapa seni lukis yang terkenal di masyarakat adalah easel painting? Apakah memiliki kelebihan?
  143. Jenis seni rupa ada 3 yakni gambar ekspresi, seni lukis, dan seni grafis. Diantara ketiga jenis seni rupa tersebut, jenis yang manakah yang paling rumit dan membutuhkan gaya serta media yang maksimal?
  144. Banyak pelukis yang terkenal karena lukisannya yang memukau. Banyak juga pelukis yang melukis lukisan yang mengagumkan tersebut adalah orang yang dianggap gila saat itu. Salah satunya adalah pelukis yang melukis lukisan The starry night, yaitu Van Gogh. Sangking terkenalnya, Don Mclean membuat lagunya. Mengapa lukisan yang dianggap “memukau” bisa terkenal secara mendunia selain karena kecantikan dari lukisan tersebut? Padahal itu adalah sebuah lukisan, gambar.
  145. Seni itu kan bisa dibilang ekspresi yang memiliki nilai estetis (keindahan). Model yang berada di in Frame sebuah film itu kan seni, dikarenakan dia berpose, kalau kehidupan kita sehari-hari, gaya tidur, gaya makan, gaya-gayaan itu bisakah disebut dengan seni?
  146. Apa yang akan kita lihat apabila kita makhluk 2 dimensi? Apakah kita akan melihat orang lain sebagai makhluk 2 dimensi juga, atau hanya garis?
  147. Bagaimana cara seorang pengrajin dapat merancang media promosi hasil karyanya berdasarkan kebutuhan pasar lokal?
  148. Karya seni ada beragam dan memiliki ciri khas yang berbeda-beda, begitu pula penilain orang menikmati karya tersebut pasti berbeda-beda (subjektif). Pertanyaan saya, apakah suatu karya seni dapat dinilai kelayakan atau keindahannya dengan objektif saja?
  149. Dalam lukisan dinding (mural) gaya dan aliran apa yang dominan digunakan oleh pelukis?
  150. Bagaimana agar kita membuat suatu karya seni rupa dua dimensi yang kita buat dapat menonjolkan gaya emosi yang selaras dengan apa yang kita pikirkan sebelum memulai melukis, yang mana pasti didalam lukisan kita menuangkan gagasan,pikiran bahkan perasaan kita. Apakah ada trik atau cara yang dapat memudahkan dalam melukis yang terkesan ekspresif?
  151. Bagaimana cara kita agar selalu mendapat inpirasi bagus dalam membuat karya seni rupa agar karya yang kita buat itu terlihat indah dimata kita dan dimata orang lain yang melihatnya dan bagaimana caranya agar orang lain dapat merasakan perasaan kita melalui karya yang kita buat?
  152. Keutuhan wujud seni lukis terdiri dari elemen-elemen visual. Apa pengaruh dari elemen-elemen visual terhadap wujud dari seni lukis tersebut?
  153. Pada asas menggambar ekspresi, salah satunya irama. Dengan irama ini kita dapat menetapkan unsur dominan yang menjadi penarik perhatian. Jadi, bagaimana contoh penyusunan unsur-unsur dalam irama ini dan bagaimana cara kita menentukan unsur dominan tersebut sehingga karya kita menjadi tidak monoton/ membosankan?
  154. Gambar ekspresi dapat berupa lukisan abstrak yang merupakan hasil dari melukis bukan menggambar. Lukisan abstrak itu memiliki makna yang tak tentu dimana makna sebenarnya hanya dapat diberitahu oleh pelukisnya sendiri. Jadi, bagaimana lukisan abstrak dapat dikatakan karya seni yang baik saat dimana komposisi terlalu bebas dan tidak memberi kepastian makna bagi penikmatnya?

Latihan Dasar Bermain Teater dan Drama

Long-life education = Long life repetition

Repetitio est mater scientiarum (Pengulangan/latihan adalah induk/awal dari semua pengetahuan). Pepatah Latin ini berlaku sepanjang masa. Ingat ya: Pengulangan alias repetisi.

Kamu senang belajar Bahasa Inggris dan ingin cepat menguasai vocabulary drill? Ya catat kosakata yang ingin dikuasai, ucapkan, rekam yang kamu ucapkan lalu kamu dengar kembali bunyi dari pronounciation yang kamu hasilkan. Tanpa itu, sebanyak apapun kosakata yang disimpan dalam kepala, tidak akan menghasilkan apa-apa. Kemampuanmu berbahasa Inggris akan begitu-begitu saja. Karenanya, ucapkan dan ucapkan lagi. Sebab fitrah dari bahasa adalah untuk digunakan dalam percakapan. Just like every language, English is to speak. Loh, tapi katanya tadi ada cara cepat? Ya itu, cara paling cepat ya berlatih terus-menerus. Tidak ada pilihan lain.

Kamu sedang kesengsem dengan lagu barunya Ardhito, Fiersa Besari atau Willy Hutasoit dan ingin cepat menguasai akor gitarnya supaya kamu bisa menyanyikannya sembari bermain gitar? Ya catat liriknya dan akornya, nyanyikan dan strum gitarmu, rekam yang kamu lakukan lalu kamu dengar kembali bunyi yang kamu hasilkan. Tanpa itu, sesering apapun kamu mendengar lagu kesukaanmu itu, tidak akan menghasilkan apa-apa. Kamu akan tetap menjadi pendengar saja. Karenanya, nyanyikan dan nyanyikan lagi. Mainkan dan mainkan lagi gitarmu. Sebab fitrah dari lagu adalah untuk dinyanyikan. Just like every song, your favourite song is to sing. Loh? Tapi katanya cara cepat. Ya itu, cara paling cepat ya berlatih terus-menerus. Tidak ada pilihan lain.

Begitulah kodrat dari belajar, terutama untuk belajar seni. Dalam versi Inggris, perlunya latihan/repetisi terus menerus ini secara linguistik tampak dalam terjemahan pepatah di awal tadi. Maksudnya?

Practise MAKES perfect. (5 huruf)

Tapi,

Practises MAKE perfect.(4 huruf)

Artinya, kalau kamu latihannya hanya sesekali saja (atau yang lebih parah: hanya berlatih kalau ada mood) maka skill yang kamu punya tidak akan berkembang. Kemampuanmu hanya akan berkembang kalau kamu berlatih terus menerus, evaluasi hasilnya, lalu berlatih lagi. Begitu sampai mendekati sempurna.

Pengantar yang lumayan panjang ya.

Nah, hal yang sama juga berlaku untuk latihan bermain teater atau drama.


Bermain teater atau drama adalah aktifitas fisik yang serius. Kurang lebih sama dengan berolahraga. Ketika kita bermain bola, kita perlu melakukan latihan pemanasan yang benar supaya hasilnya baik dan terhindar dari cedera. Hal yang sama juga berlaku sebelum melakukan pertunjukan atau sebelum masuk ke dalam naskah yang akan dibawakan dalam suatu pertunjukan teater atau drama. (Sebenarnya drama dan teater punya kekhasan masing-masing, tetapi sebagai sama-sama seni peran pola latihannya sama dalam banyak hal).

Ada beberapa teknik latihan dalam teater dan drama yang harus dipahami dan dilakukan. Berikut adalah teknik latihan yang wajib diterapkan.

OLAH NAFAS

Hal yang terpenting dalam suatu pertunjukan teater adalah power dari vokal pemain haruslah kuat. Tenaga yang menghasilkan suara itupun harus kuat. Sumber utama kekuatan suara terdapat pada pernafasan.

Loh? Kita belajar bernafas lagi, gitu? Bukannya sejak bayi kita sudah tau caranya bernafas? Benar. Tetapi teknik pernafasan yang benar dapat memberikan kekuatan suara yang besar dan menghindari kerusakan pada tenggorokan.  Jadi, kita memang harus belajar bernafas lagi.

Ada 3 cara untuk melakukan pernafasan, yaitu pernafasan dada, pernafasan perut, dan pernafasan diafragma.

  1. Pernafasan dada dilakukan dengan memasukkan udara ke paru-paru yang ditandai naiknya bahu dan membusungnya dada.
  2. Pernafasan perut dilakukan dengan memasukkan udara ke perut yang ditandai bertambahnya volume pada bagian perut.
  3. Pernafasan diafragma dilakukan dengan memasukkan udara ke diafragma, diafragma terdapat di antara dada dan perut. Untuk melakukan hal ini dibutuhkan latihan, karena bahu, dada, dan perut tidak boleh bergerak.

Cara yang benar saat melakukan pernafasan untuk teater adalah dengan pernafasan diafragma. Megan Riehl, Dokter Psikologi Klinis dari Michigan Medicine sudah berbaik hati memberikan tutorial praktek pernafasan diafragma lewat video Youtube ini. Ingat, ditonton ya. (Kalau kamu merasa perlu dengan kata-katanya, nyalakan subtitle-nya dalam Bahasa Indonesia)

Pernafasan diafragma dianggap benar apabila pada bagian diafragma menjadi keras. Dengan memasukkan dan mengeluarkan udara dari bagian diafragma, semakin lama bagian ini akan terasa nyeri, maka latihanmu sudah benar. Berhentilah sejenak hingga rasa nyeri hilang. Lakukan beberapa kali hingga kamu mampu menguasai teknik ini dengan benar.

Latihan pernafasan diafragma ini sangat berguna bukan hanya untuk latihan teater dan drama karena metode yang sama juga dilakukan jika kamu ikut extrakurikuler Paduan Suara, bahkan latihan bernyanyi secara umum.

OLAH VOKAL

Setelah kamu benar dalam melakukan olah nafas, barulah kamu dapat melatih vokal. Latihan vokal dilakukan dengan mendorong udara dari diafragma keluar melalui mulut tanpa tertahan pada tenggorokan.

  1. Tahap Pertama, dengan satu tarikan nafas, keluarkan udara tanpa mengeluarkan suara (huruf vokal / konsonan). Usahakan udara yang keluar tidak tertahan pada tenggorokan. Dengan satu nafas kamu dapat mengeluarkan beberapa kali udara dari diafragma. Cara mudahnya, sebutkan huruf A tanpa bersuara berkali-kali dengan satu kali tarikan nafas.
  2. Tahap Kedua, dengan cara yang sama seperti tahap pertama. Yang membedakan adalah kali ini sebutkan huruf vokal (A I U E O) dengan satu tarikan nafas. Lakukan berulang-ulang sampai diafragma terasa nyeri. Jika sudah terasa nyeri, berhentilah sejenak dan atur nafas Anda.
  3. Tahap Ketiga, dengan cara yang sama seperti tahap sebelumnya. Tambahkan huruf konsonan pada latihan Anda. Sebutkan A – Z dengan satu tarikan nafas. Lakukan berulang-ulang sampai diafragma terasa nyeri. Jika sudah terasa nyeri, berhentilah sejenak dan atur nafas Anda.

Teman kita ini dengan sukarela membuat video tutorial yang lebih lengkap. Tonton dan praktekkan.

Ingat! Usahakan pada saat latihan olah nafas kamu sudah melakukannya dengan benar untuk menghindari sakit pada tenggorokanmu.

OLAH SUKMA/RASA

Tahap latihan ini berkesan sangat simpel dan sederhana. Namun inti dari latihan ini saat luas. Olah sukma/rasa dilakukan dengan cara meditasi selama minimal 10 menit. Usahakan pikiranmu tidak kosong, berusahalah tetap fokus. Dengarkan suara-suara di sekitar Anda, dari yang paling dekat hingga yang paling jauh. Buang semua hal-hal negatif pada diri Anda, masukkan hal-hal positif ke dalam diri Anda. Aturlah nafas senyaman mungkin. Usahakan jangan ada gerakan sekecil apapun.

Kamu bisa gunakan musik pengantar meditasi dari Taize, Kitaro dan lain-lain jika dirasa perlu. Atau, kalau kamu mau tetap stay di blog ini, gunakan video Balinese Fingerstyle dari Alif Ba Ta, sang maestro fingerstyle Indonesia ini.

Pada tahap ini dimaksudkan agar kamu dapat fokus pada karakter yang akan kamu mainkan, fokus terhadap suatu hal, peka terhadap sekitar Anda, peka terhadap lawan main Anda.

OLAH PIKIR

Olah pikir dapat dilakukan dengan cara berkumpul bersama pemain yang lain, berbincang santai hingga menyamakan persepsi. Hal ini dilakukan bertujuan untuk menyelaraskan pemikiran seluruh pemain dan tim produksi agar pertunjukan berjalan sesuai dengan keinginan bersama. Dengan menyamakan persepsi, kamu dapat membaca situasi ketika terjadi kesalahan dalam suatu pertunjukan dan dapat membaca sifat dari lawan main Anda. Olah pikir ditujukan agar kamu dapat berkomunikasi dengan lawan mainmu tanpa melakukan dialog atau kontak fisik. (Berhubung blog ini ditulis dalam situasi Learn from Home akibat wabah pandemi COVID-19, maka saat ini tidak dianjurkan untuk berkumpul ramai-ramai. Kamu tetap bisa melakukannya tentu dengan mengindahan kaidah social/physcal distancing dari Pemerintah).

OLAH TUBUH

Tahap olah tubuh dibagi menjadi 2, yaitu:

Mimik, adalah gerak wajah untuk menunjukkan keadaan/sifat dari karakter yang sedang dimainkan, dan agar pesan yang disampaikan dapat diterima penonton dengan mudah. Latihan mimik dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan senam wajah. Caranya dengan menarik seluruh bagian wajah ke atas, lalu ke kanan, kemudian ke bawah, ke kiri, ke depan, danb terakhir ke dalam. Hal ini bertujuan agar mimik wajamu menjadi lentur dan dapat dengan mudah menyampaikan pesan dari mimik wajah karakter yang kamu mainkan. (Lihat kembali video latihan Olah Vokal di atas)

Gestur, adalah gerak tubuh untuk menunjukkan keadaan/sifat dari karakter yang sedang dimainkan, dan agar pesan yang disampaikan dapat diterima penonton dengan mudah. Latihan gestur dimulai sejak melakukan pemanasan, kemudian ditambah dengan beberapa gerakan aktifitas yang dilakukan sehari-hari. Latihan ini dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan masing-masing pemain. Sebuah film singkat karya Aldi Kasyifurrahman yang memuat latihan penting tari kontemporer di bawah ini bisa kamu jadikan inspirasi untuk latihan gestur.


Itu tadi 5 tahap latihan dasar teater dan drama yang wajib kamu tahu. Usahakan melakukan seluruh tahap dengan benar agar terhindar dari cidera. Lakukan tahap latihan dengan waktu minimal 1 jam tiap tahap untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Semoga bermanfaat.