“Sulangan Mangan” versi English

Lagu-lagu Batak yang sarat makna dan pesan filosofis menjadi instrumen komunikasi yang ampuh dan terbukti tahan zaman. Banyak muatan nilai luhur yang bisa dipetik jika kita sungguh-sungguh mendengarkan kata-kata dalam lirik lagu tersebut. Simak saja lirik lagu “Anakhonhi do Hamoraon di Au”, “Di Parsobanan i”, “Binsar Mataniari” dan sejenisnya. Tentu bukan berarti bahwa lagu-lagu hasil utak-atik techno-digital dan perkawinan musik tradisional Batak dengan irama Dang-dut tidak sarat makna. Hanya saja keduanya memiliki tempat dan genre tersendiri.

Sekelompok anak muda yang tergabung dalam group vokal BODT Voice menyadari benar hal ini. Tak hanya itu, mereka pun ikut berkontribusi dengan menyanyikan kembali lagu-lagu Batak dalam versi bahasa Inggris dengan maksud supaya pesan yang terkandung dalam lagu tersebut bisa menjangkau lebih banyak orang, termasuk yang bukan penutur bahasa Batak ataupun Indonesia.

Lagu yang digubah lagi variannya kali ini ialah lagu “Sulangan Mangan”, sebuah lagu yang mencoba menggambarkan perasaan orangtua yang kesepian setelah anak-anak mereka menempuh kehidupannya sendiri, entah karena menikah, jauh di perantauan ataupun karena pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk jauh dari orangtua tercinta. Kegelisahan yang sejatinya berlaku untuk hampir semua orangtua lanjut usia, yang kerap tidak berbalas empati dari anak-anak mereka.

Sejatinya versi asli lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh Trio Permata. Lirik aslinya dalam bahasa Toba sebagai berikut:

Nunga lam rabbon si malolonghu
nunga lam jonok ari-arikku
di hatuaonhon dao hamu sude
hundul sasada au di huta on
oo……

Ho hamu sude di anakhonhu
Ise do hamu na olo loja
Lao paresohon au
Patureture au
Andorang so marujung ngolu kon

Sulangan mangan nama au
Jala ikkon sulangan minum
Siparidion nama au
jala ikkon togu-togu on
Atik boha marujung ngolunghon
Tung ise ma manutup matakkon

BODT Voice mengartikulasikan pesan tersebut dalam “This is All My Life” (“ai on nama ngolunghu”.

Berikut ini lirik dan link videonya.


Dear my champ, and you my lovely daughter
Here I stand still wait for you to come
With all that’s in my heart
With all that’s in my mind
Please tell me when you’ll visit me again

These my words that I have in my heart
You are all my precious in my life
Don’t care about the wealth,
don’t care about the crown
Coz you my champ, my girl are all for me

(Refrain):

You see that I can barely wake
Even when it is from my bed
You see that it is clear for me
The memory when I hold you

Take care of you, when you are still a child
I tell you know that this is all my life


Untuk tahu lebih banyak tentang BODT Voice, silahkan kontak mereka dengan klik disini.

 

 

Facebook Comments

Published by

Donald

Penyanyi dan para pemusik itu tampil memukau di hadapan raja dan tamu undangan. Suguhan lagu mereka melengkapi jamuan makan dan minuman, omong kosong serta sopan santun sebagaimana layaknya perjamuan manusia. Raja puas. Ia tidak jadi memenggal kepala para seniman itu. Malah, ia menepati janjinya dan membayar mereka dengan upah yang lebih dari sekedar ongkos pulang dan dengan sumringah menemui istri dan anak yang menunggu di rumah. Demikianlah seniman melengkapi gizi rohani bagi para penguasa dan pekerja, yang seharian lelah dengan pekerjaan manusia. Kerap, seniman memang lain dari manusia biasa.

Komentar