Bagai Angsa


Karya: Bhoex Kensi

Seperti angsa yang ingin, terbang.
Menari anggun bersama, alam.
Berteman indah sisi kehijauan, rindang.
Menampilkan cantik yang, mengagumkan.
Tersentuh hati begitu, luluh.
Menghayati sekitar ketinggian, itu.

Enggan rasanya menjauh, pergi.
Dari suasana yang, mempesona ini.
Hati menahan untuk tetap, diam.
Tidak ingin melangkah, berpindah.

Jika aku adalah angsa yang, berdiri.
Aku kian rapati bulu-bulu, lebarku.
Ingin terus merasakan pesona, indah.
Akan aku kepakkan sayapku, kelak.
Disaat aku ingin terbang untuk, hinggap.

Kebebasan alam yang megah, tercipta.
Untuk aku cinta sampai hari, tua.
Tiada harus aku berduka, lalu kecewa.
Dalam mencintai dan menyayangi, alam disini.
Karena aku lebih akan merasa, puas.
Akan terlepasnya aku dari garis, zona amanku.

 

Wonosobo, 8 November 2017

Facebook Comments

Published by

Donald

Penyanyi dan para pemusik itu tampil memukau di hadapan raja dan tamu undangan. Suguhan lagu mereka melengkapi jamuan makan dan minuman, omong kosong serta sopan santun sebagaimana layaknya perjamuan manusia. Raja puas. Ia tidak jadi memenggal kepala para seniman itu. Malah, ia menepati janjinya dan membayar mereka dengan upah yang lebih dari sekedar ongkos pulang dan dengan sumringah menemui istri dan anak yang menunggu di rumah. Demikianlah seniman melengkapi gizi rohani bagi para penguasa dan pekerja, yang seharian lelah dengan pekerjaan manusia. Kerap, seniman memang lain dari manusia biasa.

Komentar