Sudah 17 Tahun, Tetapi Apa-apa Masih Minta ke Orangtua?

Spoiled Broke Dude

Satu alasan besar kenapa kamu belum bisa melakukan apa yang kamu mau itu karena: Kamu masih berada di dalam payroll orangtua. Kamu masih digaji mereka: jajan juga minta mereka, beli motor minta mereka, cicil rumah bayar KPR/DP pun dari mereka. You are just a spoiled-broke dude.

Berikut adalah sebuah panduan mandiri dari founder Damogo untuk terlepas dari payroll orangtua.

Dia sendiri mulai lepas dari payroll orangtua umur 19 tahun. Bener-bener lepas dua tahun setelahnya di umur 21 tahun. Biaya makan, hidup, jajan sampai sekolah tidak minta. Saat ini stabil mempunyai pemasukan sendiri dari beberapa sumber pendapatan. Aktif ada, pasif ada. Baginya, uang menjadi sesuatu yang tidak pernah diajarkan di lingkungan keluarganya sehingga ia harus belajar dari nol. Dari belajar cashflow, saham, aset, liabilitas, sampai investing. And now he loves it. He does pray money. 

Tak berhenti hanya pada diri sendiri, saat ini dia mampu menggaji 12 orang sebagai tim. 6 di Korea, 6 di Indonesia. Not bad right for a 25 year old dude?

Nah, saat ini beliau mau diskusi tentang masalah uang. Topik yang sering dianggap tabu oleh kebanyakan orang Jawa, latar belakang keluarganya. Selanjutnya adalah penuturan beliau (dengan parafrase dari Saya sendiri pada bagian tertentu).

Mengapa Tidak Ingin Kaya

Siapa yang mempunyai pendapat bahwa uang itu sesuatu yang buruk? Atau menjadi kaya itu tidak perlu? Atau fokus: Kaya akherat saja. Gak usah kaya dunia.

Satu pesan buat kamu: Kamu goblok. Sangat goblok. Dan payah.

Uang pada dasarnya kayak pasangan kamu. Kalau kamu ga ada niatan cari, ya ga bakal dapet. They will be jealous and fly away from you.

Berikut beberapa alasan mengapa menjadi kaya sering kamu anggap sebagai sesuatu yang buruk.

Pertama, kamu mencampuradukkan menjadi kaya dan sifat-sifat buruk perilaku terhadap uang: korupsi, menipu, merampok, mencuri sampai berjudi.

Kedua, tidak ada orang kaya di lingkungan keluargamu. Karenanya, boro-boro semangat, niatan pun tidak ada.

Ketiga, kamu berada di lingkungan konservatif yang mau kamu biasa-biasa saja. Tak perlu berkembang.

Keempat, kamu kumpul sama orang-orang miskin tukang mengeluh. Tidak pernah bayar pajak, sedikit-sedikit edgy lansung bikin penggalangan dana.

Merasa tersinggung? Bagus. Teruskan membaca.

Mengapa Harus Lepas dari Payroll Orantua Sedini Mungkin?

Alasannya tidak akan cukup untuk saya taruh di halaman ini, tapi secara ringkas ada 3 alasan besar:

Pertama, It gives you freedom. Memiliki uang dan sanggup membiayai diri sendiri itu beri kamu kebebasan. Suka beli makeup? Monggo. Suka baca komik? Silahkan beli. Suka koleksi motor? Silahkan, bisa beli pake uang sendiri.

Kedua, Teaching you how to manage and behave. Lu akan dites ketika punya uang kuat ga untuk manage. Kalo ga, kemungkinan besar uang yang kamu punya ga akan bertambah.

Ketiga, Stimuli buat kamu. Uang itu stimuli, kalau kamu orang baik dikasih uang akan menjadi an angel. Ketika kamu brengsek dikasih uang ya makin brengsek.

Money is a scoreboard where you can rank how you’re doing against other people (Mark Cuban)

F.U. Money

Dan Lok, seorang corporate Finance Consultant dalam bukunya “F.U. Money” memberikan 6 tips untuk manage uang dan bisa berfikir cerdas tentang uang:

      1. Would you rather be quick or slow? Why neither both.
        Money isn’t equal speed. Ga ada yang namanya peribahasa get rich slow, or get rich quick. You control your own money speed. Daripada milih salah satu antara slow atau quick, highlight on habit. You can’t be a millionaire with $50,000 a year habits.
      2. Be creative on making money. Kalau menjadi kaya itu equal hard-work, kenapa hard-labor people didn’t accumulate those money yet?
        Reason: there are thousand ways to make money, you just need to be creative. Misal: jual barang kamu di rumah yang ga sering terpake, jual subscription atas produk kamu, bagi jasa ke orang lain, dan lain-lain.
      3. Nothing will be totally perfect as you wish. Jump inDon’t wait until everything is just right because it will never be perfect. Daripada berfikir: “think-think-analisa-eksekusi”, (kelamaan!), mending: think-eksekusi-think-eksekusi. Ideas are cheap, execution is extremely expensive.
      4. If your life stinks, it’s your own damn fault. Kalau sekarang, saat ini kamu ga punya uang dikira itu salah perusahaan? Salah orang lain? No. Itu salah kamu. Kenapa nggak nyiapin emergency fund? Kenapa dulu ngeyel ketika diminta investasi? Be financially responsible.
      5. Breath your project or whatever fucks you dreamed of. Dream to be an author? Yaudah, mulai nulis. Dream to do that business? Ya sudah, mulai tulis business plan. If you set a goal now and see a path of how you’re gonna achieve it, by definition the goal is too small. Set a money goal that makes you nervous and excited at the same time.
      6. Choose your F.U. Money friends wiselyThing is when you aim to be rich. People will starts rejecting you. Dari orangtua sampai saudara, mereka akan bilang: “Udah deh ga mungkin” Cara jawabnya: Diem aja. Remember their name and faces well and let them know that one day, one day you will be rich and won’t include them at your banquet party.

Saya sendiri tersinggung membaca tulisan ini. Lalu saya pikir, mungkin ada juga orang lain tersinggung seperti Saya. Jadi, aku post saja.

Sumber: Instagram

 

Facebook Comments

Published by

Donald

Penyanyi dan para pemusik itu tampil memukau di hadapan raja dan tamu undangan. Suguhan lagu mereka melengkapi jamuan makan dan minuman, omong kosong serta sopan santun sebagaimana layaknya perjamuan manusia. Raja puas. Ia tidak jadi memenggal kepala para seniman itu. Malah, ia menepati janjinya dan membayar mereka dengan upah yang lebih dari sekedar ongkos pulang dan dengan sumringah menemui istri dan anak yang menunggu di rumah. Demikianlah seniman melengkapi gizi rohani bagi para penguasa dan pekerja, yang seharian lelah dengan pekerjaan manusia. Kerap, seniman memang lain dari manusia biasa.

Komentar